Selasa, 01 Januari 2013

Membangun Gairah Menghafal Al-Quran

Oleh H. Taufik Hamim Effendi, Lc., MA.
Bagaimana membangun gairah menghafal baik untuk diri pribadi maupun untuk orang lain? Setiap kita, ketika ingin mengerjakan suatu aktivitas, pasti sebelumnya sudah mengetahui nilai atau keuntungan yang akan diperoleh setelah melakukannya.
Membangun gairah menghafal Al-Quran adalah membangun motivasi untuk bisa, giat, dan gemar menghafal Al-Quran. Untuk memotivasi umatnya, Rasulullah Saw banyak memberi nasihat. Di antara nasihat beliau adalah “Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar dan mengajarkan Al-Quran”.
“Orang yang mahir membaca Al-Quran akan bersama para utusan yang mulai dan orang yang membaca Al-Quran dengan terbata-bata dan dia merasakan kesulitan, makan baginya dua pahala”, yaitu pahala membaca dan pahala karena kesulitannya saat membaca. Itu hanya ada saat orang membaca Al-Quran. Para sahabat RA memiliki perhatian yang begitu besar terhadap pembelajaran Al-Quran, sehingga mereka gemar dan rajin belajar dari Rasulullah SAW dan kemudian mengajarkannya kepada orang lain.
Kaum Muslimin, khususnya para da’i (du’at) atau mereka yang terlibat dalam aktivitas dakwah, sudah paham benar urgensi mempelajari Al-Quran secara mendalam, lebih khusus lagi menghafal Al-Quran. Betapa mulianya kedudukan mereka di sisi Allah SWT. Namun, tidak sedikit dari mereka terjebak pada sikap menunda-nunda pekerjaan yang sangat mulia di sisi Allah ini, bahkan banyak ide-ide cemerlang yang terlintas dalam benak, namun hilang begitu saja karena sikap penundaan tersebut.
Di antara sebab penundaan menghafal Al-Quran adalah
1- Merasa bahwa menghafal itu adalah pekerjaan susah dan menjenuhkan.
2- Bacaan Al-Quran yang belum standar tingkat kefasihannya.
3- Belum saatnya untuk menghafal.
4- Saat mau menghafal kondisi badan kurang baik.
5- Sudah banyak orang yang menghafal Al-Quran.
6- Tidak tahu dari mana mulai menghafal.
7- Saat ini belum ada keinginan untuk menghafal.
8- Saat ini banyak sekali kesibukan.
9- Sedang dead line dengan tugas-tugas kuliah atau kantor.
10- Saat ini waktunya kurang tepat untuk menghafal.
11- Acara televisi dengan tema yang hangat saat ini.
Di antara yang harus dilakukan oleh orang yang sudah punya azam kuat untuk menghafal adalah:
1- Harus mengubah sifat menunda untuk menghafal Al-Quran.
2- Buat rencana dan target-target tertentu.
3- Jangan takut gagal. Yang diperlukan adalah mencoba dan proses harus tetap dijalankan.
4- Tinggalkan sifat riya’ dan sum’ah, lawan bisikan setan di dada kita.
5- Mengalahkan rasa takut adalah bagian dari kesuksesan, seperti takut lupa dan merasa riya setelah hafal al-Quran.
6- Tingkatkan kadar ketakwaan agar Allah selalu membimbing dan mengajarkan yang terbaik.
7- Yakin, bahwa menghafal Al-Quran itu mudah sebagaimana penegasan Allah dalam Al-Quran.
8- Tawakkal kepada Allah, ikhlaskan niat hanya untuknya dan yakin bahwa Allah akan memberikan kemudahan untuk bisa menghafal kitab-Nya.
Semoga kita terus bersemangat menghafal Al-Quran. Amin! Wallahu a’lam.
warnaislam 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar