Minggu, 20 Januari 2013

Kekuatan HAMAS Terletak Pada Interaksi Mereka dengan Al-Quran dan As-Sunnah

Dalam sebuah diskusi dengan sejumlah mahasiswa Al Azhar di Kairo, Mesir, Ketua Umum Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina (KISPA) Ferry Nur, ditanya oleh seorang mahasiswa mengapa Hamas tidak menerapkan Syariat Islam dalam memerintah Gaza. Pertanyaan itu kemudian dijawab oleh Ferry Nur, "Apakah Anda pernah menyaksikan Hamas di Palestina?". Sang mahasiswa menjawab, "belum".

"Kalau begitu Anda tidak tahu tentang Palestina", cerita Ustadz Ferry Nur dalam Majelis Taqarrub Ilallah dan Temu Pembaca Suara Islam ke-29 di Masjid Baiturahman, Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu (19/1/2013).

Ferry, yang memang baru saja tiba dari mengunjungi Gaza pada bulan lalu, lantas bercerita. Syariat Islam, yang bersumber dari Al-Quran dan As-Sunnah, telah dipraktikkan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari.

"Kekuatan mereka terletak pada interaksi mereka dengan Al-Quran dan As-Sunnah," kata Ferry.

Di Gaza, ungkap Ferry, dalam sebuah rumah tangga rata-rata terdapat seorang yang hafal Al-Quran. Dalam mendidik anak-anak untuk menghafal Al-Quran, di Gaza juga dibuat sebuah program pada musim liburan sekolah yang memungkinkan anak bisa hafal Al-Quran hanya dalam waktu dua bulan saja.

"Jadi kalau liburan anak-anak sana tidak ke mall seperti anak-anak sini," tandasnya.

Begitupun dengan Hamas. Pasukan elit Hamas, Brigade Izzudin Al Qassam, berisi orang-orang yang hafal Al-Quran. Tidak mudah bagi pemuda untuk mendaftar jadi anggota Izzudin Al Qassam.

"Bagi yang mau mendaftar, mereka akan dipantau dulu selama tiga tahun apakah dia selalu salat subuh di Masjid. Karena komitmen seseorang kepada Islam bisa dilihat apakah dia salat subuh di masjid atau tidak," ungkap Ferry.

Ferry juga menyaksikan bagaimana para pemuda di Gaza selalu melakukan ribath tiap malam tanpa ada yang membayar.

Soal interaksi ketinggian interaksi Hamas dengan As-Sunnah, Ferry menjelaskan salah satu buktinya dengan sikap Hamas terhadap tamu. Mereka sangat memulyakan tamu. Bahkan, kata Ferry, saat delegasi DPR mendatangi Gaza beberapa waktu lalu, semua akomodasi di Gaza ditanggung oleh Hamas.

"Kalau Anda mau ke Gaza, cukup siapkan paspor dan tiket saja. Di sana Anda akan dimulyakan oleh mereka. Di mana Anda tinggal, bagaimana Anda di sana, tinggal ikut saja," kata Ferry.

Memulyakan tamu, adalah salah satu ajaran Rasulullah saw dalam salah satu haditsnya, "Barangsiapa yang beriman dengan Allah Swt dan hari akhir maka mulyakanlah tamunya." Hamas melaksanakan perintah Rasulullah ini.

sumber

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar