Jumat, 11 Oktober 2013

“Boedi Oetomo Tolak Persatuan Indonesia”

Ketua-umum-syarikat-islam-si-h-rahardjo-tjakraningrat-milad SI-jpeg.imageSyarikat Islam (SI) menggugat penetapan Hari Kebangkitan Nasional yang didasarkan pada lahirnya Boedi Oetomo, 20 Mei 1908. Ketua Umum Syarikat Islam, H Rahardjo Tjakraningrat menegaskan, gugatan itu dilakukan bukan tanpa alasan.
”SI ingin meluruskan sejarah pergerakan Indonesia berdasarkan fakta-fakta kesejarahan yang ada,” ujar Rahardjo kepada wartawan di sela-sela Milad ke-108 SI yang digelar di Wisma PKBI, Jakarta, Kamis (10/10). Gugatan itu, kata dia, juga dilakukan buka karena SI ingin membangkitkan kebangaan masa lalu sebagai kenangan tanpa makna.
Menurut Rahardjo, Boedi Oetomo hanyalah sebuah paguyuban beberapa orang yang sangat eksklusif, terdiri dari priayi Jawa yang beruntung memperoleh akses pendidikan di STOVIA. ”Mereka  menyatakan bahwa Boedi Oetomo adalah “Perkumpulan Prijaji Djawa dan Madura” dan hanya priayi Jawa dan Madura yang boleh menjadi anggota,” cetus Rahardjo.
Bahkan, kata dia, Boedi Oetomo memutuskan dapat menerima Cina dan Belanda. ”Boedi Oetomo menolak cita-cita persatuan Indonesia (hasil kongres Boedi Oetomo 1928) dan lebih mengutamakan gerakannya sebagai gerakan Jawaisme.”
Rahardjo mengungkapkan, seorang nasionalis terdidik seperti Dr Tjipto Mangunkusumo bahkan keluar dari keanggotaan Boedi Oetomo karena usulannya agar non-Jawa diterima sebagai anggota mendapat penolakan. “Lalu bagaimana kelahiran sebuah perkumpulan dan gerakan eksklusif yang sangat sektarian dan tak berpikir persatuan Indonesia, tetapi berjuang untuk nasionalisme Jawa  dipilih menjadi hari Kebangkitan Nasional?” gugatnya.
Ia mengungkapkan, berdasarkan berbagai tulisan sejarah, Hari Kebangkitan Nasional ditetapkan pada 20 Mei—bertepatan dengan lahirnya Boedi Oetomo—oleh Kabinet Hatta karena pertimbangan perlunya mengikat kembali persatuan yang terancam pecah.
“Bung Karno bahkan beberapa kali dalam pidatonya menyatakan bahwa Hari Kebangkitan Nasional perlu dievaluasi,” ungkap Rahardjo. Gugatan yang dilakukan SI itu, kata dia, semata-mata  agar bangsa Indonesia mulai mau menerima koreksi terhadap benang merah perjuangan bangsa yang lurus dan benar hingga mengantarkan Indonesia merdeka.
SI, tegas Rahardjo, ingin menyatakan bahwa kebangkitan nasional dimulai dari hadirnya “perlawanan secara sadar”, bukan dari munculnya gerakan-gerakan kolaboratif dan konspiratif. Menurutnya, 16 Oktober 1905—sebagai hari lahirnya Serikat Dagang Islam yang kemudian berubah menjadi Syarikat Islam—sangat layak dijadikan sebagai Hari Kebangkitan Nasional.salam-online

Video Heboh !! TV One Tutupi Golkar di Kasus Suap Ketua MK

Media bisa menggiring opini publik untuk menjustifikasi seseorang bersalah dan menyebarluaskan aibnya ke seluruh dunia. Sebaliknya, media juga bisa menutupi kesalahan pihak tertentu dengan cara tidak memberitakannya.
 

TV One baru-baru ini dicurigai melakukan operasi tersebut setelah insiden "keceplosan" pada tayangan langsung breaking news, Rabu malam (2/10) pekan lalu. 


Dikutip dari bersamadakwah.com Jum'at (11/10/2013), dalam video berdurasi 14 menit yang telah beredar di media sosial itu, dialog reporter tentang larangan penyebutan Partai Golkar ikut terekam dan terdengar jelas. 

"Golkar-nya gak usah disebut ya," demikian seperti diucapkan reporter pada video di menit 8:32.
 
Sontak, beragam komentar negatif tertuju pada TV One yang mengesankan sedang melakukan operasi tertentu.
 

"Kok bisa itu keceplosan atau bagaimana," kata Rahma Ummu Fatih mengomentari video tersebut.

 
"Sebaik-baiknya bangkai ditutup ketauan juga," timpal Aji Teguh Prihatno.


Perlu diketahui, Akil Mochtar Ketua MK yang tertangkap tangan oleh KPK adalah mantan kader Golkar dan Chairunnisa Anggota DPR yang ikut dicokok pada kejadian itu juga merupakan kader Golkar. [Jj/Fb/bsd/im]

Amien Rais : Jangan Menjadikan Orang Kafir Sebagai Pemimpin

Selama ini banyak aktivis Islam menilai Amien Rais sudah tamat, sudah gagal secara politik, terjerumus dalam pluralisme, dituduh mencari aman di balik punggung rezim.
Tapi sebagai kader Muhammadiyah, sebagai mantan Ketua PP Muhammadiyah, ternyata Amien Rais masih punya taji, resistensi, dan militansi. Itu terbukti dari isi ceramahnya yang cukup “radikal” di hadapan kader-kader Muhammadiyah Yogya, dalam acara “Rapat Kerja dan Dialog Pengkaderan” tanggal 23-24 Februari 2013.  

Ceramah yang kemudian ditranskrip itu dimuat di sebuah media internal milik Muhammadiyah. Dalam ceramahnya Pak Amien sempat bilang, “Nah, ini cuma sekedar cerita, ini tidak boleh keluar di wartawan.” Pembaca bisa baca sendiri kira-kira apa isi ceramah itu.
Karena isinya sangat penting, kami para jurnalis minta maaf ke Pak Amien, kalau ceramahnya akhirnya keluar juga ke tengah publik. Bukan tak menghargai privasi Prof. Amien, tapi kayaknya Umat perlu tahu gagasan-gagasan beliau.  

Berikut ini kami kutipkan pernyataan-pernyataan Prof. Dr. H. Amien Rais dari ceramah yang ditranskrip menjadi tulisan berjudul, Kader Muhammadiyah di Pentas Politik. Karena panjangnya artikel, hanya dikutip bagian-bagian tertentu saja yang dipandang sangat urgen diketahui Umat Islam. Selamat menyimak, semoga mencerahkan! 

 1. FONDASI AKIDAH

Saya akan membicarakan masalah yang mendasar terlebih dulu, bahwa kita ini sebagai orang beriman diperintahkan di dunia ini, hanyalah untuk mengabdi kepada Allah SWT. “Tidak aku ciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadat kepada-Ku.” (Adz Dzariyat: 56) 

Dalam pandangan orang Islam, hidup kita ini adalah bulat, tidak terbagi-bagi. Misalnya ini yang sekuler dan itu yang non sekuler, ini yang transenden dan itu yang intransenden.
Hal ini disebabkan, kita sudah memproklamasi  dan mendeklarasikan, bahwa shalatku, ibadahku, hidup dan matiku, aku persembahkan kepada Allah Tuhan semesta alam. Ini sudah jelas sekali.
Karena the core of our lives must be based on tauhid.  Nabi kita itu pelanjut dari millah, agama, tradisi, keyakinan, dari nabi-nabi sebelumnya. (Kutipan hal. 18-19).

2.  ANTI PLURALISME

Dalam hal ini saya wanti-wanti, karena kelompok non Muslim pandai sekali mencari istilah, yang enak dan sejuk didengar, yaitu pluralism atau kemajemukan.
Jangan sampai kita terseret gara-gara istilah kemajemukan itu kemudian menyangka semua agama itu seperti madzhab-madzhab yang mencari kebenaran di puncak gunung, dan boleh melewati lereng utara, lereng selatan atau barat, yang akhirnya akan sampai juga ke puncak.
Orang-orang keblinger itu seolah-olah menyatakan, bahwa semua agama itu sama.

Yang perlu digarisbawahi adalah, dari bacaan kita di koran, internet, dan sebagainya, ada semacam angin yang menyapu berbagai negeri Muslim yaitu angin pluralisme.
Sedihnya kemudian sebagian intelektualnya seperti kerbau tercocok hidungnya, tanpa menggunakan daya kritis ikut melambungkan paham pluralisme itu.
Padahal sekali kita menerima pluralisme tanpa kaca mata yang kritis, seperti kita mengerek agama Allah yang kaffah, yang diridai Allah itu, turun dari tingkat yang tinggi, seolah-olah agama kita sama dengan agama-agama yang lain.
Kadang kita tidak sadari, bahwa dengan ikut paham kemajemukan itu, kita justru sedang menurunkan martabat level agama Allah yang sempurna ini turun ke bawah, sama dengan Hindu, Budha, Kristen, Protestan, dan lain-lain.
Jadi kalau Allah mengatakan, kita harus mengimani wahyu yang diturunkan kepada Nabi Ibrahim, Nabi Isa, dan lain-lain, itu bukan berarti agama lain itu sama dengan agama kita. Karena Allah juga mengatakan, “Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu, hingga kamu mengikuti agama mereka.” (Al Baqarah: 120) (Kutipan hal. 19).


Kita ini tak boleh gegabah. Kalau anda dipuji-puji oleh orang “walan tardho” (Yahudi-Nashrani) itu jangan malah bangga. “Wah, aku pluralis.” Jangan, itu beracun. Saya punya seorang teman dekan dulu (dia dipuji sebagai Muslim pluralis). Saya jawab, “Loh, anda itu dipuji-puji begitu berarti kan Islamnya tipis, jadi komitmennya juga tipis to? Lha itulah, mereka senang dengan anda, karena anda tidak mungkin macam-macam.” (Kutipan hal. 22)


3.   KERISAUAN

Muhammadiyah telah berumur satu abad. Alhamdulillah masih segar, tetapi kalau kita mau jujur, kita ini telah mengalami kekalahan. Tahun 1950-an jumlah umat Islam itu 92 % dan sekarang tahun 2000-2013 sekitar 86 %. Sehingga ada kemerosotan sekitar 6 %. Maka jika kemerosotan ini berlanjut, jangan-jangan 200 tahun lagi umat Islam akan tinggal 70 %.

Walaupun sesungguhnya sudah ada indikator kekalahan kita dalam perlombaan dakwah, yakni melakukan perebutan wilayah keagamaan di dalam wilayah bangsa besar yang kita cintai ini. Pendidikan dan hal-hal lain kita memang semakin bertambah, tetapi sesungguhnya secara komparatif, baik quality ataupun quantity, kita itu masih kalah.
Jumlah sekolah Islam dan sekolah Kristen, masih banyak sekolah Kristen. Jumlah RS MUhammadiyah dan rumah sakit mereka (Kristen), juga masih banyak mereka. Dan jumlah per kepala pun mereka terus bertambah, sedangkan kita turun dalam kurun waktu beberapa waktu ini. (Kutipan hal. 19)


4.   MENGABAIKAN SYIAR JIHAD


Bahkan saya sering mengatakan, bahwa Muhammadiyah itu diam-diam juga mempraktikkan bid’ah. Kita sering mengatakan NU bid’ah, tapi kita kadang-kadang tidak terasa juga bid’ah, cuma bid’ah mengurangi (al ibdtida’u bil nuqshan). Dimana pengurangannya? Kita tidak sadar, kita tidak tahu, karena kita merasa tidak pernah melakukannya.

Tapi lihat dalam training-training Muhammadiyah atau Aisyiyah, atau di beberapa even Muhammadiyah, hampir jarang dibahas atau didorong tentang konsep Al Qur’an yang namanya Al Jihad. Kita itu sepertinya dengan konsep jihad, kalau alergi tidak, cuma sudah cukupkah jihad itu dengan teologi Al Ma’un.
Sejak saya kecil Al Ma’un, saya di IMM Al Ma’un, saya jadi ketua PP Muhammadiyah Al Ma’un, dan sampai sekarang Alhamdulillah juga masih tetap Al Ma’un. Itu betul dan tidak salah.
Teori Al Ma’un itu tetap, tapi harus kita tambah lagi, karena yang namanya jihad itu jumlahnya sebanyak kata zakat. Kenapa kita berani membicarakan soal zakat dan lain-lain, tetapi soal jihad itu tidak pernah kita ucapkan. (Kutipan, hal. 20)

5.   IKHWANUL MUSLIMIN


Saya bukan pengagum Al Ikhwan, tapi saya kira Al Ikhwan itu betul. Misalnya, (semboyan mereka): Allahu Ghayatuna (Allah tujuan kami), Ar Rasulu Qudwatuna (Rasulullah teladan kami), Al Quran Dusturuna (Al Qur’an landasan hukum kami), Al Jihad Sabiluna (Jihad jalan kami), Syahid fi Sabilillah Asma Amanina (mati Syahid di jalan Allah, cita-cita kami yang tertinggi).


Jadi mengapa Al Ikhwan seperti bergerak terus sampai ke Yordania, Eropa, Amerika, dan seterusnya. Mungkin karena kata jihad itu tidak dijauhi. Jadi kritik kita ke dalam, tiap kali kita baca Al Qur’an, jihad tidak pernah dibahas. Mungkin ini untuk para kader juga perlu dipahami. (Kutipan hal. 20)


6.  PARTISIPASI POLITIK


Pada zaman Bung Karno dulu politik adalah panglima. Jika kita berbicara di tingkat realitas, justru memang politik itu adalah panglima. Definisi politik itu sebenarnya: politics is who gets what, when, and how (politik itu siapa dapat apa, kapan, dan bagaimana).
Cuma karena kita orang beriman, kita tambah dengan why. Karena hal ini merupakan niat, innamal a’malu bin niyat. Politik itu sebenarnya adalah alokator dari segenap keperluan hidup manusia, dengan keputusan modern.


Membangun itu bukan keputusan ekonomi, itu keputusan politik. Kita biarkan atau kita awasi kegiatan Zending (Kristenisasi) orang-orang asing, itu politik. Kita mau meminjam uang IMF atau Bank Dunia, itu politik.
Mengapa HPH yang sekian ratus hektar itu kita berikan si fulan dan bukan si fulan? Sekarang Papua ingin merdeka, itu juga merupakan political decision. Menghadapinya bukan dengan Tahlilan atau doa bersama; tapi juga dengan liku-liku aksi politik.


Pada waktu reformasi, hanya dengan dua atau tiga partai yang mulai berbicara di tingkat power sharing, kita bisa mendudukkan tiga anggota Muhammadiyah menjadi Menteri Pendidikan, Pak Yahya Muhaimin, Malik Fadjar, dan Bambang Soedibyo.
Tetapi sekarang untuk mendapatkan uang ratusan juta saja, kita ini berat? Karena apa? Karena politik itu alokasi, alokasi APBN, alokasi apapun itu namanya politik.    


Saya ingin mengatakan, bahwa di lembar abad kedua ini kita perlu menambah wawasan kita. Apa yang sudah kita warisi dalam hal education and health terus kita tambah, tapi kita juga harus melakukan pencak silat politik, karena Islam itu kaffah.
Kita diberi Allah untuk memperkuat dunia kita ini, supaya kita di waktu mendatang bisa bersyukur dan berbahagia, bahwa Muhammadiyah itu semakin kuat, tidak lagi pinggiran.


Saya ingin Muhammadiyah tidak lagi marginal, tidak di peran pinggiran, tidak lagi menjadi penonton, tapi harus di tengah. Bukan hanya penonton, tetapi Muhammadiyah itu harus memegang kanvas, ikut melukis masa depan Indonesia.
Kalau kita ikut melukiskan, paling tidak kalau terlalu merah bisa ikut kita mudakan (warnanya), terlalu kuning bisa kita agak dekatkan ke hijau warna Islam.
Atau kalau memegang pahat, bisa ikut mengukir bersama anak bangsa yang lain, untuk masa depan negeri kita ini. Tetapi jika hanya menonton, maaf hanya plonga-plongo, maka akan sangat menyakitkan. (Kutipan hal. 20-21)


7.  MENGAMBIL ORANG KAFIR SEBAGAI PEMIMPIN


Pertama-tama, kita harus mencamkan, bahwa kita ini anak-cucunya Nabi Ibrahim, anak cucunya Nabi Adam, dan sebagai pewarisnya, (kita) jangan sampai tidak punya keinginan untuk memegang imamah.
Jadi pemimpin umat manusia yang beragama Kristen, Katolik, Kong Hu Chu, Nasrani, Zoroaster, PKI, dan lain sebagainya itu; pemimpinnya seharusnya orang beriman. Tetapi (janji Allah tentang imamah pada Surat Al Baqarah 124) tidak pernah sampai, tidak pernah mengenai orang-orang yang masih zalim.
Orang zalim itu orang-orang yang menganiaya dirinya sendiri, sudah tahu korupsi itu tidak boleh, malah nekat; sudah tahu bohong itu gak boleh, malah nekat.


Bahwa kepemimpinan ini amat sangat penting. Kalau menurut saya, dari Al Qur’an itu orang beriman menjadi imaman lil muttaqin dan imaman lin naas (lihat Surat Al Furqan: 74).
Nah sekarang saya beritahu, kesalahan fatal umat Islam di muka bumi, kesalahan fatal UII (Umat Islam Indonesia), kesalahan fatal umat Muhammadiyah, barangkali karena tidak memperhatikan pesan-pesan Al Qur’an.
Allah berfirman: “Hai orang-orang beriman, janganlah kamu mengambil orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpinmu; sebagian mereka adalah pemimpin bagi sebagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka sebagai pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak member petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” (Al Maa’idah: 51)


(Jangan menjadikan Yahudi dan Nasrani) tempat berlabuhmu, tempat bersandarmu, tempat referensimu. Yahudi dan Nasrani itu sokong-menyokong untuk menggencet orang Islam. Itu sudah jelas untuk menghancurkan umat Islam.


Saya sudah menjelajah dunia Islam ini, saya sudah dari Malaysia sampai Merauke, dari Thailand sampai Uzbekistan, kesalahannya mereka juga tidak menyimak pesan Al Qur’an itu.
Arab Saudi itu masih adem ayem kalau sama Amerika. “Itulah sekutu kami.” Padahal itu kan Yahudi dan Nasrani, sehingga ini yang menyebabkan kita tidak bisa kuat.
Pukulan telak dan kesalahan fatal, yaitu ketika Jokowi dan Ahok itu menang menjadi Gubernur DKI. Ini membuat saya agak resah, sampai mungkin tidak bisa tidur dua atau tiga malam. Karena saya tahu apa yang sebenarnya sedang terjadi. (Kutipan hal. 21).

 8.  TANGGUNG-JAWAB KEBANGSAAN


Kalau kita melihat Al Qur’an, kita tidak boleh menjadi pupuk bawang, jadilah lokomotif. Syuhada ‘alannaas. Syuhada itu orang di depan, jadi referensi, jadi teladan, jadi contoh, di depan. Sebab tidak mungkin syuhada kok di kanan atau di kiri. Syuhada itu selalu di depan.


Bagaimanapun seandainya kalian tahu jeroan-nya Indonesia ini, umat Islam itu betul-betul hanya hanya jadi penonton. Perbankan, pertambangan, perkebunan, pertanian, kehutanan, dikuasai dan digenggam oleh mereka (orang kafir). Umat Islam ini hanya diberi remah-remah kecil, tapi yang the big goal, the biggest share, itu mereka yang genggam.


Kita ini di samping sebagai kader yang memiliki kadar Islam dan niat yang mendalam, tapi sebagai orang yang hidup di suatu bangsa, tidak ada salahnya kita juga punya semangat wathoniyah, kebangsaan, atau ketanahairan. Pandu kita bernama Hizbul Wathan, partainya tanah air. 
Kata Hasan Al Bana, wathoniyah itu sesuatu panggilan yang sangat alami. Wathoniyah itu adalah sesuatu yang naluriah.
Nabi itu ketika hijrah ke Madinah, betul-betul ingin kembali ke tumpah darahnya, kembali ke Mekkah. Kembali ke masa muda, kembali ke masa kecil, itu sesuatu yang sangat alami.


Di sini saya berbeda dengan orang-orang ekstrim itu, bahwa “kebangsaan itu taghut, Islam itu menyeluruh, tidak usah ada kebangsaan. Jadi negara bubarkan saja, tidak perlu ada negara, Khilafah Islamiyah saja”.
Tapi itu kan hanya dalam imagination, kenyataannya tidak ada. Tapi dalam kebangsaan ini, saya wanti-wanti, bahwa kebangsaan itu sesuatu yang alami acceptable, dapat kita terima; tetapi dalam hal kepemimpinan bangsa, kita tidak boleh main-main. Apalagi kemudian kita serahkan (kepemimpinan) kepada orang-orang yang laisa min hum (bukan golongan Islam).


Hai orang-orang beriman, janganlah kamu jadikan teman kepercayaanmu orang-orang dari luar kalanganmu, (karena) mereka tak henti-hentinya menimbulkan kemadharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka, adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya.” (Ali Imran: 118)


Jadi masalah leadership itu sesuatu yang sentral. Kita cinta negeri ini, kita cinta bangsa kita, kita cinta tanah air kita. Kemudian yang penting adalah mengupayakan, bagaimana agar pimpinan itu ada pada kita, sehingga bangsa ini enlighten, disinari oleh agama Islam. (Kutipan hal. 22)


9.   MISSI MENEGAKKAN KEADILAN


Kemudian yang menyukai politik, yang memang terampil, biarlah masuk ke sana. Diharapkan mereka tidak kagetan, tidak gumunan, dan tidak gampang terjungkal hanya karena gebyar kilau dunia. Dalam hal ini ada cerita ringan.
Golkar itu dulu anak didiknya Pak Harto, jadi teman-teman Golkar dengan KKN itu lumayan dekat. Tapi Golkar itu mengelus dada melihat partai Islam (?) yang lebih pintar dan lebih ngawur dalam korupsi.
Saya lima tahun di MPR, teman-teman (Golkar) berkata, “Pak Amin, kami kalah Pak. Jam terbang kami sudah tiga dasawarsa, ini baru tiga tahun sudah luar biasa.” (Orang Golkar 30 tahunan korupsi dengan cara-cara yang “sopan”, tapi orang zaman reformasi baru 3 tahun memimpin cara korupsinya seperti orang kesetanan).


Kita punya kebangsaan yang harus kita kembangkan jadi kepemimpinan. Jangan lupa, dalam kebangsaan itu pun seluruh nilai Islam harus dimasukkan. Kita ini punya semboyan Amar Makruf Nahi Munkar. Itu bagus, tapi belum cukup. It is just good, but not good  enough.


Di samping Amar Makruf Nahi Munkar, kita juga (perlu) mengembangkan Ya’muru bil ‘Adli wa Nahyu ‘aniz Zulmi (memerintahkan berbuat adil, mencegah kezhaliman).
Samakah orang yang jadi budak tadi itu, yang tergantung pada bangsanya itu dengan orang yang menegakkan keadilan dan dia berada di jalan yang lurus?
Kalau Allah SWT memerintahkan orang beriman menegakkan keadilan, tentu sisi yang lain, adalah mencegah kezaliman. Syirik sendiri disebut kezaliman yang teramat besar.  


Muhammadiyah yang besar ini (perlu) memantau dari Papua sampai Aceh, kira-kira mana saja yang ada potongan jahitan yang bisa masuk ke gelanggang politik. Karena itu penting jangan jangan sampai ditinggalkan.
Kalau kita tidak masuk ke situ, kita seperti anak yatim piatu. Kita mau buat apapun, kalau payung politiknya tidak ramah, serba tidak bisa. Seperti Muhammadiyah di Bangkalan itu, tidak pernah bisa mengadakan Isra’ Mi’raj bersama-sama di gedung, karena (diganjal) bupati, sekda, dan lain-lain.
Dulu pernah ada menteri (pendidikan) namanya Daoed Joesoef. Waktu itu ada ratusan dosen yang mau (sekolah) ke luar negeri. Asal namanya Islam, dicoret. Walaupun tidak shalat, minum arak, kalau namanya Islam ya dihabisi. Seperti salah seorang kawan saya bernama Amirudin.    


Dulu karena kita tidak punya kekuatan politik, siswa SMA negeri yang memakai jilbab diundang kepala sekolahnya, disuruh lepas jilbab atau keluar. Sekarang kalau ada seperti itu, tentu kepala sekolahnya yang disuruh keluar, karena sudah tidak zamannya lagi (melarang siswi sekolah memakai jilbab).

Dalam hal kebangsaan itu, memang harus cerdas dan selalu berpegang kepada Al Qur’an. Dan kita menghadapinya dengan optimis. Semoga Muhammadiyah abad kedua ini tidak lagi di pinggir, tapi di mainstream. Tidak lagi tangan di bawah, tetapi tangan di atas. Kalau kita kuat, kita akan menghidupi banyak orang. SELESAI. (Kutipan hal. 22-23)


Catatan penyunting:


Tidak semua pernyataan dikutip, karena teks aslinya cukup panjang dan mempertimbangkan urgensinya. Tanda kurung dan judul tematik dari penyunting, biar lebih mudah memahami. Bagian-bagian yang isinya satu tema disatukan meski posisi agak berjauhan. Bentuk percakapan bahasa daerah dan font Arabic ditiadakan, agar lebih praktis. Tulisan asli berjudul: Dialog Bersama Amien Rais, Kader Muhammadiyah di Pentas Politik; sumber ceramah Prof.Dr. H. Amien Rais dalam acara dialog kader bertema “Rapat Kerja dan Dialog Pengkaderan” di Yogyakarta pada 23-24 Februari 2013. Teks asli disusun berdasarkan transkrip ceramah oleh redaksi media, NS.


voa-islam


Video Heboh !! TV One Tutupi Golkar di Kasus Suap Ketua MK

http://www.islamedia.web.id/2013/10/video-heboh-tv-one-tutupi-golkar-di.html

Rabu, 02 Oktober 2013

APEC 2013: Menguak Agenda Tersembunyi yang tidak Pro-Rakyat

 Di balik kesan pertemuan APEC yang megah, ternyata tak lebih dari upaya lobi dagang dan menyeret Indonesia dalam agenda bodoh dan tak pro-rakyat!
Mari kita bongkar tipu daya di balik APEC 2013, 5-8 Oktober mendatang. Berikut temuan tim cyber army voa-islam :
1. Sumber Pertamina mengungkap. Info terselubung APEC diantaranya adalah agenda dimana Obama akan meminta perpanjangan kontrak karya PT Freeport, yang sudah sangat merugikan Indonesia. Anehnya, sumber dari Pertamina menyebutkan Presiden SBY akan menyetujui perpanjangan PT Freeport selama 40 tahun mendatang. Terkait politik, penting bagi dunia Internasional bahwa 2014 akan ada pergantian presiden. SBY tidak lagi dapat mencalonkan diri. Maka hal yang penting bagi dunia adalah menjaga keamanan investasi dan keberlangsungan perdangan dunia dalam pasar bebas. Dunia internasional tidak ingin kehilangan kepentingan politiknya. Jika presiden terpilih 2014 tidak sesuai dengan kepentingan dunia internasional. Bisa dipastikan anggota APEC dan lainnya akan gelisah. Kedatangan mereka tentu akan membawa misi penting. SBY sangat mungkin memerlukan dukungan bagi Partai Demokrat, dan calon presiden Demokrat di 2014. SBY sangat menginginkan "successornya" (penggantinya) nantinya tokoh yang dapat melindunginya pasca dia mundur sebagai presiden di tahun 2014. 
baca juga :  Persembahan Terakhir Untuk VOC & Obama


2. KTT APEC DI Bali akan digunakan PM Australia untuk lobi pemerintah Indonesia. Rupanya Ratu Narkoba asal Australia akan dipercepat pembebasannya. PM Australia Tonny Abbot tentunya mendapatkan CREDIT POINT DI DALAM NEGERI.

3. Direktur Eksekutif Indonesia Global Justice M Riza Damanik. Dia bahkan menuding, 
"APEC ini tidak lebih dari arisan orang-orang kaya dunia. Dia tidak memiliki legitimasi apapun," ujar Riza dalam media briefing 'APEC dan potensi ancaman bagi kedaulatan Indonesia' di Jakarta, Senin (23/9).
Riza mengatakan, Indonesia sebenarnya sama sekali tidak memiliki kepentingan dalam APEC. Sebab, menurutnya, pertumbuhan ekonomi dalam negeri cukup bagus. Negara industri majulah yang sebenarnya memiliki kepentingan langsung dalam APEC. Oleh karena itu, Riza menegaskan, forum APEC tidak lebih dari alat pemaksaan kepentingan negara industri untuk membangun ekonominya yang saat ini sedang tidak stabil. "Mereka hanya ingin memastikan pasar masih terbuka, agar industrinya dapat tetap berjalan," pungkas Riza.
4.  Blok Mahakam jatuh lagi ke Total. Skenario yg diputuskan: Total-Inpex 70%, Pertamina 30% tapi bagi dua sama daerah, dimana daerah akan dibiayai oleh Mandiri Oil. APEC adalah forum para pebisnis dengan memanfaatkan dukungan negara. Sebanyak 1200 orang CEO perusahaan internasional mensponsori dan bertemu dalam APEC Bali, meminta dukungan dari negara untuk memperluas ekspansi bisnis mereka, namun mendesak negara untuk mencabut subsidi dan menghilangkan perlindungan bagi rakyatnya. Selain itu, kabar Blok Masella ke Inpex Jepang dan Total Perancis.
5. APEC melibatkan lembaga keuangan internasional yakni Internasional Monetary Fund (IMF), Bank Dunia (WB), Asian Development Bank (ADB). Melalui APEC lembaga yang merupakan tengkulak internasional tersebut menjerat negara-negara miskin dengan utang. Indonesia merupakan contoh nyata bagaimana sebuah negara dijerat dengan utang.
6. APEC beranggotakan negara-negara imperialis seperti AS, Jepang dan negara miskin. Melalui APEC disepakati persaingan bebas antara kekuatan ekonomi yang tidak berimbang. Akibatnya APEC menjadi jalan bagi penghisapan negara imperialis terhadap negara miskin. Indonesia merupakan contoh kongkrit negara miskin yang berada dibawah penghisapan Jepang dan AS.
7. APEC membawa agenda liberalisasi investasi, mendorong negara untuk membuka semua sektor bagi modal asing untuk menguasai perusahaan di sebuah negara secara mayoritas. Melalui APEC perusahaan multinasional akan semakin leluasa menguasai sumber strategis, barang publik, penguasaan infrastuktur melalui Public Private Partnership (PPP) suatu skema penguasaan infrastrultur oleh swasta dan rakyat dipaksa membayar sangat mahal.

8. APEC membawa agenda perdagangan bebas yakni penghapusan bea masuk (tariff), penghapusan perlindungan ekonomi domestik lainnya seperti kuota dan subsidi. Akibatnya negara-negara miskin menjadi sasaran impor pangan, produk pertanian, impor minyak dan produk industri negara-negara maju. Negara miskin dihisab, dijerat dalam ketergantungan. Indonesia merupakan contoh kongkrit negara yang terjerat impor. APEC akan menjadi ajang SBY menjual negara sampai habis-habisan.
#openmind
Masihkah sistem demokrasi yang sangat menyengsarakan rakyat dapat anda percaya? masihkan ada akan berpihak pada agenda Internasional yang tidak pro-rakyat? Tentu kita paham, tidak ada makan siang yang gratis, apalagi demokrasi perlu biaya tinggi dan perlu dukungan restu dari Amerika sekutu Yahudi pembunuh para Nabi dan Ulama shalih hingga kini.
ولن ترضى عنك اليهود ولا النصارى حتى تتبع ملتهم
 Al-Baqarah 2:120 " Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti (milad) agama mereka."
لَتَتَّبِعُنَّ سُنَنَ مَنْ قَبْلَكُمْ شِبْرًا بِشِبْرٍ وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ حَتَّى لَوْ سَلَكُوْا جُحْرَ ضَبٍّ لَسَلَكْتُمُوْهُ ، قُلْنَا يَا رَسُوْلَ اللهِ اَلْيَهُوْد وَالنَّصَارَى ، قَالَ فَمَنْ ؟
“ Sungguh kalian ( banyak diantara ummatku ) yang akan mengikuti kebiasaan-kebiasaan orang-orang sebelum kalian, sejengkal demi sejengkal, lalau sehasta demi sehasta . Kami ( para sahabat ) berkata : “ wahai Rasulullah, kebiasaan orang sebelum kami maksudnya siapa?, Yahudi dan Nasrani kah?, rasul bersbada : “ siapa lagi kalau bukan mereka ? “ ( Shahih Al Bukhari )
Maka ummat ini semakin hari akan terus mengikuti adat non muslim dan akan semakin jauh dari sunnah nabi Muhammad (saw), meskipun seandainya non muslim itu masuk ke lubang biawak niscaya mereka akan ikut juga ke lubang biawak .
Maksudnya meskipun itu adalah hal-hal yang hina maka akan diikuti juga oleh sebagian orang dari ummat beliau shallallahu ‘alaihi wasallam , maka ketika itu para sahabat bertanya : “ siapa mereka yang akan diikuti oleh ummatmu kelak di akhir zaman , apakah mereka yahudi dan nashrani kah “ ? maka rasul menjawab : “ kalau bukan mereka siapa lagi “ !.
Rakyat Indonesia harus tahu!

Mayjen (Purn) Kivlan Zen: Waspada! 12 Kelompok Anti Islam Kuasai DPR

Saat menyampaikan sambutannya dalam Pengajian Politik Islam di Masjid Agung Al Azhar, Jakarta Selatan, Ahad (29/9/2013), mantan Kepala Staf Kostrad (Kakostrad) Mayjen (Purn) Kivlan Zen mengakui, Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto yang pernah menjawab Pangkostrad itu dulu pernah dekat dengan Islam. Tetapi kini Prabowo hanya menjadikan Islam sebagai alat.
"Prabowo dulu dekat dengan Islam karena ditekan LB Moerdani, tapi sekarang dia jadikan Islam sebagai alat," kata jenderal kelahiran Aceh itu saat menyampaikan sambutan politik dalam Pengajian Politik Islam di Masjid Agung Al Azhar, Jakarta Selatan, Ahad (29/9/2013), seperti diberitakan oleh Suara-Islam.com.
Kivlan yang kini menjadi Caleg dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu bercerita mengenai rencana sejumlah perwira ABRI (sekarang TNI) sejak tahun 1968 yang menginginkan kelompok pro Islam yang memimpin negara ini. Rencana ini, kata Kivlan, sudah disusun sejak 1968.
Kivlan menyebut periode 1993-1998 adalah "ijo royo-royo". Islamophobia terhadap Islam mulai berkurang. Panglima ABRI dijabat oleh Feisal Tanjung. Bersamaan dengan itu orang-orang yang pro terhadap Islam mulai naik posisinya."Kita menang selama lima tahun," ungkapnya. "Tapi reformasi 1998 akhirnya menghancurkan semua," lanjutnya.
Untuk melanjutkan perjuangannya, Kivlan mengaku kini menjadi calon anggota legislatif. Partai yang dipilih adalah PPP. "Partai ini bersejarah," katanya.
12 Kelompok Anti Islam Kuasai DPR
Menarik untuk disimak, Kivlan Zen juga mengungkapkan, saat ini ada dua belas kelompok anti Islam yang menguasai DPR. Tanpa merinci kedua belas kelompok itu, Kivlan menyebut mereka-mereka inilah yang pada akhirnya menguasai aset negara ini dan mengeluarkan Undang-undang yang berbahaya bagi umat Islam. Padahal jumlah mereka minoritas. "Barangsiapa kuasai DPR dia akan kuasai negara," tegas Kivlan.
Sebelumnya, Kivlan juga menyampaikan keprihatinannya mengenai kondisi politik umat Islam. Menurut Kivlan, partai-partai Islam kini kalah dari lawan-lawannya. Jika pada awal berdirinya negara ini suara partai Islam mencapai 57 persen, kini hanya tinggal 2 persen saja."Dulu kekuatan kita di atas, sekarang surut," ungkap Caleg PPP ini.
Akibat suara partai Islam yang menurun itulah akhirnya terjadi banyak perubahan dalam konstitusi negara. UUD 1945 diamandemen sebanyak empat kali yang memasukkan unsur persamaan hak dan hak asasi manusia. "Saat reformasi, UUD 1945 berubah batang tubuhnya," kata Kivlan.
"Murdaya Pho, Alvin Lie, ikut disitu. Membetuk UUD berdasarkan persamaan hak," lanjutnya. Hasilnya, lanjut Kivlan, satu golongan yang non-pribumi asli (cina), akhirnya memegang aset 80 persen. Sedangkan umat Islam memegang sisanya. "Umat Islam mayoritas tapi cuma pegang aset 20 persen. Karena diberi kesempatan bertarung yang sama," ungkapnya.
Karena itu Kivlan menyerukan supaya umat Islam untuk masuk berbagai partai untuk memenangkan Islam. Supaya tersusun UU yang pro terhadap umat Islam.[voa-islam]

Selasa, 17 September 2013

"Kami Harus Bicara, Investasi Itu adalah Selubung Pemurtadan"

 Jangan lanjutkan investasi rumah sakit kristen siloam, sekolah kristen pelita harapan dan apapun proyek superblock lippo group !!!!!!!!!!

Ini sekelumit alasan kami !
بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله و الصلاة و السلام على رسول الله و على آله و أصحابه و من والاه

Semangat mencari investor yang didorong oleh mushibah gempa 30 Sept merupakan sesuatu yang sangat beralasan karena kebutuhan daerah. Hanya saja jangan pernah dilupakan bahwa di saat umat ini bersimbah darah memikul mushibah, ketika air mata belum lagi kering di pipi, kita umat Islam ditusuk dari belakang dengan penyebaran missionaris kristen di berbagai daerah terutama di Pariaman. Bukan hanya bible yang mereka bagikan tapi juga komik-komik berisi ajakan untuk masuk agama mereka juga mereka bagikan kepada anak-anak kita. Karena itulah MUI Sumbar pada waktu itu mengeluarkan petunjuk dengan menyususn buku kecil agar mushibah kehancuran fisik jangan sampai menjadi mushibah yang lebih besar yaitu mushibah kehancuran aqidah.
Bukan hanya itu ! Bantuan berbendera Israel pun masuk. MUI Sumbar bergerak ke Rumah Sakit Pariaman dan setelah musyawarah dengan ulama di Pariaman, kami menolak. Alhamdulillah ! Keputusan MUI itu, tidak membuat terkendalanya pelayanan karena ditahannya obat-obatan itu oleh RSUD Pariaman.

Dari berbagai pengalaman pahit seperti itu lah MUI mengambil sikap dan menghimbau umat serta para pemimpin di Ranah Minang ini agar investasi apapun yang akan diterima dinegeri ini jangan sampai menggoyahkan sendi-sendi keimanan serta nilai-nilai mulia ABS-SBK-SMAM(Adat Basandi Syara', Syara' Basandi Kitabullah, Syarak Mangato Adat Mamakai).

Bisa jadi ada yang berkata dengan kecemasan serta ketakutan akan menjadi miskin, "bagaimana investasi akan masuk, bagaimana negeri akan dibangun bila dibatas-batasi begitu !".
Padahal bisa jadi, ketakutan itu adalah akibat dari bisikan syaithan sebagaimana dalam firman Allah swt:
﴿٢٦٨﴾ ٱلشَّيْطَٰنُ يَعِدُكُمُ ٱلْفَقْرَ وَيَأْمُرُكُم بِٱلْفَحْشَآءِ ۖ وَٱللَّهُ يَعِدُكُم مَّغْفِرَةً مِّنْهُ وَفَضْلًا ۗ وَٱللَّهُ وَٰسِعٌ عَلِيمٌ
"Syaitan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan sedang Allah menjanjikan untukmu ampunan dariNya dan karunia. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengatahui". (QS. al-Baqarah 2:268)

Ulama tentu menjawab dengan petunjuk syari'at sebelum berbicara tentang usaha, tekhnis dan mekanisme.
Kita patut bercermin dengan ketakutan penduduk Makkah ketika kaum musyrikin tidak diizinkan lagi untuk masuk ke tanah haram. Ketakutan itu dijawab oleh Allah swt dengan firmanNYA:

﴿٢٨﴾... ۚ وَإِنْ خِفْتُمْ عَيْلَةً فَسَوْفَ يُغْنِيكُمُ ٱللَّهُ مِن فَضْلِهِۦٓ إِن شَآءَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌ حَكِيمٌ
"Dan jika kamu khawatir menjadi miskin, maka Allah akan membeuat kamu sekalian berkecukupan dengan karunia-Nya jika Dia menghendaki. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana". (QS. al-Taubah 9:28)

Ingatlah, kita tidak menghalangi secara total non muslim untuk masuk negeri ini karena memang negeri ini bukan "Tanah Haram" dan bahkan sudah begitu banyak investasi non muslim di ranah Minang ini tapi MUI mengningatkan kita semua bahwa kita harus selektif dalam menerima investasi. Jangan sampai karena mengejar kemegahan duniawi dengan menjual akhirat karena itu akan membawa kepada kebinasaan sebagaimana sabda Rasulullah saw:

Ini dilakukan MUI karena menjalankan tugas serta peran ulama sebagai waratsatul anbiya' yang bergerak kepada sembilan orientasi di antaranya
Irsyadiyyah (memberikan petunjuk) baik kepada umat maupun pemimpin umat. Ada pula orientasi istijabiyyah (responsif) atau memberikan jawaban terhadap berbagai persoalan yang menimpa umat.
Adapun peran MUi di tengah umat, disamping sebagai waratsat al-anbiya' (pewaris para Nabi) dan mufti(pemberi fatwa) juga sebagai penegak amar ma'ruf nahiy mungkar.

Tugas yang dibebankan ke pundak MUI itu lah yang sekarang dijalankan dengan segala keterbatasan. Walaupun tidak semua himbauan dan peringatan yang disampaikan selama ini mendapat jawaban baik dari umat dan para pemimpin umat namun MUI tidak akan pernah putus asa dalam menyampaikan risalah Islam karena ini bukan hanya tugas keorganisasian tapi juga amanah dari Allah swt dan Rasulullah saw. Walaupun terkadang pesan itu berbentuaran dengan kekerasan kepala dan hati tapi karena rasa sayang kepada umat, MUI tetap bersemangat berjalan dalam tugas ini sebagaimana permpamaan Rasulullah saw:

إِنَّمَا مَثَلِي وَمَثَلُ أُمَّتِي كَمَثَلِ رَجُلٍ اسْتَوْقَدَ نَارًا فَجَعَلَتِ الدَّوَابُّ وَالْفَرَاشُ يَقَعْنَ فِيهِ فَأَنَا آخِذٌ بِحُجَزِكُمْ وَأَنْتُمْ تَقَحَّمُونَ فِيهِ
"Sesungguhnya perumpamaan aku & umatku laksana seorang lelaki yang menghidupkan api, lalu rayap dan serangga berjatuhan ke dalamnya. Aku lah yang memegang sabuk pinggang kamu sekalian tapi kamu malah kalian menceburkan diri masuk ke dalamnya". (HR. Muttaeaq 'alaihi dari Abi Hurairah ra)

Sebenarnya banyak alasan kenapa ulama dan ninik mamak di ranah ini menolak ivestasi siloam lippo group ini, di antaranya:

1. Alasan aqidah.
Ini misi kristenisasi yang dibungkus dengan investasi karena mereka bergerak dalam tiga modus: a. pelayanan publik dan bantuan rescue b. Pendidikan c. Penyebaran kependudukan melalui pengusaha mereka yang bergerak di bidang properti.
Indikatornya: James T Riyadi adalah penginjil dari aliran kristen radikal. Dia terang-terangan hendak mengkristenkan desa-desa miskin di Indonesia.
Karena itu, ia tidak bisa diperlakukan dengan beralasan firman Allah swt:
﴿٨﴾ لَّا يَنْهَىٰكُمُ ٱللَّهُ عَنِ ٱلَّذِينَ لَمْ يُقَٰتِلُوكُمْ فِى ٱلدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُم مِّن دِيَٰرِكُمْ أَن تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوٓا۟ إِلَيْهِمْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلْمُقْسِطِينَ
"Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil". (QS. al-Mumtahanah 60:8)

Tapi harus disikapi dengan firman Allah swt:
﴿١٠٩﴾ وَدَّ كَثِيرٌ مِّنْ أَهْلِ ٱلْكِتَٰبِ لَوْ يَرُدُّونَكُم مِّنۢ بَعْدِ إِيمَٰنِكُمْ كُفَّارًا حَسَدًا مِّنْ عِندِ أَنفُسِهِم مِّنۢ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمُ ٱلْحَقُّ ۖ فَٱعْفُوا۟ وَٱصْفَحُوا۟ حَتَّىٰ يَأْتِىَ ٱللَّهُ بِأَمْرِهِۦٓ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ
"Sebahagian besar Ahli Kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran. Maka maafkanlah dan biarkanlah mereka, sampai Allah mendatangkan perintah-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu". (QS. al-Baqarah 2:109)

dan firman Allah swt:

﴿١٢٠﴾ وَلَن تَرْضَىٰ عَنكَ ٱلْيَهُودُ وَلَا ٱلنَّصَٰرَىٰ حَتَّىٰ تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ ۗ قُلْ إِنَّ هُدَى ٱللَّهِ هُوَ ٱلْهُدَىٰ ۗ وَلَئِنِ ٱتَّبَعْتَ أَهْوَآءَهُم بَعْدَ ٱلَّذِى جَآءَكَ مِنَ ٱلْعِلْمِ ۙ مَا لَكَ مِنَ ٱللَّهِ مِن وَلِىٍّ وَلَا نَصِيرٍ
"Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)". Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu". (QS. al-Baqarah 2:120)

Sikap yang bertitik tolak dari petunjuk al-Qur'an tersebut diambul karena data yang bisa dipercaya yang menyatakan bahwa james t riyadi adalah pengikut kristen avangelis yang memalkukan tugas penginjilan untuk melakukan kristenisasi sebagaimana pernyataannya yang dimuat oleh majalah "the Asia Mag" edisi 17 Mar tahun 2009 bahwa dia akan membangun sekolah-sekolah di desa-desa miskin di seluruh wilayah Indonesia dan melakukan pemurtadan terhadap penduduk di sana menjadi kristen.

Dan itu konsisten dia lakukan melalui perusahaan-perusahaan yang ia jalankan walaupun pada mulanya ia masuk dengan janji-janji murni bisnis. Itu telah dikonfirmasi oleh ormas-ormas Islam dan bahkan telah dilakukan investigasi terhadap informasi yang didapat. Janji murni bisnis tidak bertahan cukup lama. Di Palembang hanya bertahan tiga tahun tapi kemudian terjadi kebaktian masal di tengah lingkungan mereka.

Karena masalah aqidah adalah masalah paling penting bagi umat Islam dan merupakan jati diri masyarakat Minangkabau maka tidak perlu menunggu perusahaan itu melakukan pemurtadan karena pemurtadan yang telah terjadi selama ini, cukup bisa menjadi alasan. Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa sudah cukup banyak orang yang berasal dari Sumatera Barat dimurtadkan.
Maka menutup jalan masuknya pemurtadan berselubung investasi seperti investasi rumah sakit kristen siloam dan sekolah kristen pelita harapan yang akan dibangun di padang ini adalah keharusan berdasarkan "sadd al-dzari'ah".

2. Alasan ekonomi.
Tidak ada kebutuhan terhadap jenis investasi seperti ini baik dalam bentuk Mall, Hotel, rumah sakit dan sekolah kristen. Karena kondisi usaha/bisniss sejenis di kota padang dalam kondisi yang tidak menguntungkan. Sehingga terbukanya lapangan kerja setingkat buruh bisa berefek kepada hilangnya peluang kerja yang lain. Contohnya rumah sakit yang ada saja, tidak sampai tingkat keterhuniaannya 50 %(Info dari pemda kota Padang ketika dialog di Kesbangpol Sumbar). Begitu pula dengan sekolah kristen bila dibandingkan dengan jumlah penduduk yang beragama kristen di kota Padang ini, sudah lebih dari cukup.
Secara ekonomis, pembangunan bisnis dalam bentuk mall dan pelayanan publik bila dikaitkan dengan perekonomian Kota Padang bahkan Sumbar hanya akan menghimpun capital flight(modal yang terbang keluar) karena hanya dalam bentuk jasa dan mall yang menjual produk luar.
Jalaupun mengharapkan tenaga kerja level buruh, itu pun harus mengorbankan peluang kerja yang lain karena adanya rumah sakit yang akan tutup dan juga dampat yang akan dirasakan oleh pedagang-pedagang kecil di pasar-pasar tradisional.

3. Hukum.
Secara hukum, izin masih belum ada , amdal tidak ada, RTRW kota padang tidak dipedulikan karena daerah itu peruntukannya adalah untuk perkantoran (dialog dg Pemda Kota Padang di Kesbangpol Sumbar). Bahkan ketika dialog di Polda Sumbar, dikatakan bahwa amdalnya baru di urus padahal proyek ini sudah sekian bulan ditekan tombol peletakan batu pertamanya oleh para pemimpin dan tokoh Sumbar.

4. Sosbud : bertolak belakang dengan ABS-SBK-SMAM (Adat Basandi Syara', Syara' Basandi Kitabullah, Syara'
Mangato adat Mamakai). Karena itulah makanya para tokoh adat (LKAAM, MTKAAM, Paga Nagari dll) juga bersikap sama dengan para ulama karena komitmen dengan tugas "maminteh sabalun anyuik, mancari sabalun hilang" dan kearifan yang didapat dari "ingek di rantiang nan kamancucuak, ingek di dahan nan kamaipok". Bahkan memaksakan kelanjutan investasi ini di bumi Minangkabau akan membuat kondisi sosial di daerah ini akan menjadi tidak stabil. Inilah yang terbaca oleh perwakilan umat-umat berbagai agama di Sumatera Barat yang terhimpun dalam FKUB Sumbar sehingga mereka dengan tegas menolak pembangunan proyek siloam lippo group ini.
Saudara-saudara ! Semoga kita lebih mengedepankan rasa cinta kita kepada keimanan dan keislaman kita serta kepada ranah Minang dengan jati diri ABS-SBK-SMAM ynag selama ini kita dengangkan. Dengan itulah kita bisa memahami lasan-alasan di atas sehingga bisa satu barisan dengan para ulama dan tokoh-tokoh adat di Ranah Minang tercinta ini.
Wallahu a'lam.

sumber

Kamis, 05 September 2013

Anggota DPR: Panitia Miss World Tanam Benih SARA di Indonesia

H Nasrullah S.IP mengatakan jika panitia penyelenggara kontes kecantikan Miss World 2013 tidak menghargai para pahlawan dan pejuang kemerdekaan Indonesia.

Anggota DPR RI Komisi X Bidang Pendidikan Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olah Raga ini menjelaskan jika para pejuang kemerdekaan dulu ingin merdeka karena hendak berlepas diri dari penjajahan asing.

Namun kini, penjajahan asing dalam bentuk lain, seperti penjajahan dalam budaya, fesyen, dan lain sebagainya yang ada didalam ajang pamer aurat Miss World kembali didatangkan kembali untuk menjajah dan merusak generasi bangsa Indonesia.
....Jika penyelenggara (Miss World -red) tetap ngotot, berarti telah menanam benih-benih 'SARA' ditengah kerukunan dan kedamaian rakyat Indonesia...

“Panitia penyelenggara Miss World tidak santun dalam memaknai kemerdekaan Indonesia yang diperjuangkan para pahlawan bangsa,” kata Nasrullah dalam rilis yang dikirim kepada voa-islam.com, Kamis (5/8/2013).

Ia juga menegaskan, jika pimpinan Miss Indonesia Organization Liliana Tanoesoedibjo, istri pemilik MNC Group Harry Tanoesoedibjo selaku panitia Miss World 2013 telah menanam benih SARA ditengah kedamaian rakyat Indonesia.

“Jika penyelenggara (Miss World -red) tetap ngotot, berarti telah menanam benih-benih 'SARA' ditengah kerukunan dan kedamaian rakyat Indonesia,” tegas lulusan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) ini.voa-slam.com

Penelitian ilmiah pengaruh bacaan al Qur'an pada syaraf, otak dan organ tubuh lainnya


“Tak ada lagi bacaan yang dapat meningkatkan terhadap daya ingat dan memberikan ketenangan kepada seseorang kecuali membaca Al-Qur’an…”

Dr. Al Qadhi, melalui penelitiannya yang panjang dan serius di Klinik Besar Florida Amerika Serikat, berhasil membuktikan hanya dengan mendengarkan bacaan ayat-ayat Alquran, seorang Muslim, baik mereka yang berbahasa Arab maupun bukan, dapat merasakan perubahan fisiologis yang sangat besar.
Penurunan depresi, kesedihan, memperoleh ketenangan jiwa, menangkal berbagai macam penyakit merupakan pengaruh umum yang dirasakan orang-orang yang menjadi objek penelitiannya. Penemuan sang dokter ahli jiwa ini tidak serampangan.
Penelitiannya ditunjang dengan bantuan peralatan elektronik terbaru untuk mendeteksi tekanan darah, detak jantung, ketahanan otot, dan ketahanan kulit terhadap aliran listrik. Dari hasil uji cobanya ia berkesimpulan, bacaan Alquran berpengaruh besar hingga 97% dalam melahirkan ketenangan jiwa dan penyembuhan penyakit.
Penelitian Dr. Al Qadhi ini diperkuat pula oleh penelitian lainnya yang dilakukan oleh dokter yang berbeda. Dalam laporan sebuah penelitian yang disampaikan dalam Konferensi Kedokteran Islam Amerika Utara pada tahun 1984, disebutkan, Al-Quran terbukti mampu mendatangkan ketenangan sampai 97% bagi mereka yang mendengarkannya.
Kesimpulan hasil uji coba tersebut diperkuat lagi oleh penelitian Muhammad Salim yang dipublikasikan Universitas Boston. Objek penelitiannya terhadap 5 orang sukarelawan yang terdiri dari 3 pria dan 2 wanita. Kelima orang tersebut sama sekali tidak mengerti bahasa Arab dan mereka pun tidak diberi tahu bahwa yang akan diperdengarkannya adalah Al-Qur’an.
Penelitian yang dilakukan sebanyak 210 kali ini terbagi dua sesi, yakni membacakan Al-Qur’an dengan tartil dan membacakan bahasa Arab yang bukan dari Al-Qur’an. Kesimpulannya, responden mendapatkan ketenangan sampai 65% ketika mendengarkan bacaan Al-Qur’an dan mendapatkan ketenangan hanya 35% ketika mendengarkan bahasa Arab yang bukan dari Al-Qur’an.
Al-Qur’an memberikan pengaruh besar jika diperdengarkan kepada bayi. Hal tersebut diungkapkan Dr. Nurhayati dari Malaysia dalam Seminar Konseling dan Psikoterapi Islam di Malaysia pada tahun 1997. Menurut penelitiannya, bayi yang berusia 48 jam yang kepadanya diperdengarkan ayat-ayat Al-Qur’an dari tape recorder menunjukkan respons tersenyum dan menjadi lebih tenang.
Sungguh suatu kebahagiaan dan merupakan kenikmatan yang besar, kita memiliki Al-Qur’an. Selain menjadi ibadah dalam membacanya, bacaannya memberikan pengaruh besar bagi kehidupan jasmani dan rohani kita. Jika mendengarkan musik klasik dapat memengaruhi kecerdasan intelektual (IQ) dan kecerdasan emosi (EQ) seseorang, bacaan Al-Qur’an lebih dari itu. Selain memengaruhi IQ dan EQ, bacaan Al-Qur’an memengaruhi kecerdasan spiritual (SQ).

Mahabenar Allah yang telah berfirman, “Dan apabila dibacakan Al-Qur’an, simaklah dengan baik dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat” (Q.S. 7: 204).
arrahmah

Presiden SBY Tidak Aspiratif tentang Miss World

suaramerdeka.com
Pengamat intelijen, Umar Abduh mengecam sikap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang membiarkan penyelenggaraan Miss World digelar di Indonesia.
“SBY memang tidak aspiratif. Kegiatan Miss World itu bagian dari proyek zionisme. Zionisme itu merusak moral bangsa. Kalau mengizinkan berarti SBY bagian dari Zionis. Seburuk-buruk Soeharto masih punya moral menolak Miss World. SBY penjahat paling santun, menipu rakyat, menipu konstitusi,” katanya.
Ia mengkhawatirkan jika penyelenggaraan Miss World tetap berjalan, akan riskan terjadi bentrokan dari yang pro dan kontra Miss World.
Menurutnya, jika terjadi bentrok antara kelompok pro-kontra Miss World, itu bisa dijadikan dalih polisi untuk menangkap para penentang Miss World, termasuk Ketua Umum FPI Habib Rizieq Syihab.
Dengan demikian, kata Umar, kepolisian akan mengambil untung dari kelompok pro demokrasi karena telah menangkap Habib Rizieq.
“Jika terjadi rusuh, para penentang Miss World akan ditangkap termasuk Habib Rizieq. Polisi ambil keuntungan dari kelompok pro demokrasi karena dapat menangkap Habib Rizieq. Uang akan mengalir ke polisi setelah Habib Rizieq ditangkap,” kata Umar Abduh seperti dikutip itoday, Kamis (5/9/2013).
Menurut Umar Abduh, skenario bentrok atau rusuh pro-kontra Miss World diarahkan kepada de-Islamisasi. Yakni, umat Islam akan dituduh tidak dewasa dalam menyikapi perbedaan keyakinan di alam demokrasi.
Beberapa waktu lalu, Front Pembela Islam (FPI) melalui pemimpinnya, Habib Rizieq berpendapat, ketika zaman Soeharto (Orde Baru) tidak ada wanita Indonesia yang ikut ajang kontes kecantikan, karena tidak sesuai budaya nusantara. Pihaknya pun meminta agar pemerintah bersikap tegas, membatalkan ajang Miss World yang akan digelar di Indonesia, pada 4-6 September mendatang.
“Dulu di zaman Pak Harto, ketika ada kelompok yang akan mengirimkan Puteri Indonesia ke Miss World, mereka datang ke ibu Mien Sugandi yang saat itu Menteri Pemberdayaan Wanita. Besoknya, Bu Mien mengatakan, Bapak (Soeharto) sampaikan itu bukan budaya kita. Cuma satu kalimat, itu bukan budaya kita, langsung berhenti. Tidak ada Puteri Indonesia yang dikirim ke Miss Universe atau Miss World. Jadi kita bisa lihat,” kata Habib Rizieq kepada wartawan, di Petamburan, Jakarta Pusat, Minggu (25/8).
Habib Rizieq menyindir, Presiden Susilo Bambang Yudoyono (SBY) harus bersikap tegas layaknya Presiden Soeharto dalam mengambil sikap soal penyelenggaraan Miss World. Tidak perlu SK atau Kepres untuk urusi hal seperti itu, cukup inisiatif tegas dari seorang presiden.
“Mestinya begitu wibawa seorang Presiden. Tidak usah repot-repot dengan SK, Kepres, rapat kabinet berkepanjangan, cukup Presiden ambil inisiatif dengan tegas bahwa pagelaran Miss World bertentangan dengan nilai-nilai norma agama dan kearifan lokal dan budaya kita,” tutupnya.fimadani

Jima Sama dengan Olahraga? Lhaa…

kucing 268x300 Jima Sama dengan Olahraga? Lhaa…DIAM-diam, para aktivis dakwah selalu punya alasan jika tidak sempat—atau tidak mau?—berolahraga. Masih ada “olahraga” yang lain. “Olahraga yang lain” itu tiada bukan jima, atau hubungan suami istri.
Sebabnya, tentu kabar (burung) yang menyebutkan bahwa jima bisa membakar cukup banyak kalori sehingga setara dengan kegiatan olahraga. Malah ada yang menyebutkan jima tiga kali dalam seminggu sama seperti berlari selama 48 menit seminggu. Apakah betul seperti itu?
Ketika syawat menggelora, secara medis memang terjadi pengerahan energi fisik, hormon adrenalin yang meningkat, dan juga detak jantung dan tekanan darah.
Kendati begitu, sebenarnya jima tidak dapat digolongkan dalam aktivitas fisik seperti olahraga. Kenapa memangnya?
Menurut asiaone, detak jantung rata-rata saat jima hanya 130 per menit dan tekanan darah sistolik masih dibawah 170. Itu bila jima dilakukan dengan pasangan yang sah. Jika zina? Waduh….
Para peneliti membandingkan antara jima dengan seseorang yang melakukan olahraga treadmil. Dalam skala 1-5, dengan 5 merupakan level intensitas paling tinggi, ternyata jima hanya berada di level 2,7 sementara olahraga di treadmil berada di skala 4,7.
Rata-rata, pasangan berusia pertengahan berjima dua kali dalam sepekan, dan berlangsung 15 menit. Jumlah kalori yang dikeluarkan sekitar 50-80 kalori, tergantung intensitas jima yang dilakukan itu juga.
Aktivitas fisik yang setara dengan pembakaran 50 kalori antara lain naik turun tangga selama 3 menit atau bermain tenis selama 6 menit.
Nah, jauh kan bahwa jima itu sama dengan olahraga? Ayo berolahraga! [islampos/asiaone

Lecehkan Perempuan, FRENDs Serukan Pembatalan Miss World



miss world log 420x420 Lecehkan Perempuan, FRENDs Serukan Pembatalan Miss World
FORUM Persaudaraan untuk Perempuan dan Anak Indonesia (FRENDs) menyatakan dan mendesak dengan segera PEMBATALAN pelaksanaan Kontes Miss World di Indonesia. FRENDs melihat Kontes kecantikan pada realitanya lebih menilai aspek fisik perempuan sehingga standarisasi kecantikan dinilai berdasarkan standar industri dan bisnis semata.
“Miss World merupakan eksploitasi terhadap kaum perempuan karena kontes tersebut menjadikan perempuan sebagai komoditi bisnis layaknya sebuah produk,” ujar Koordinator FRENDs Rita Hendrawaty Soebagio kepada Islampos.com, Kamis (5/9).
Kontes kecantikan seperti Miss World, lanjut Rita, telah mempersulit tugas para ibu dan pendidik yang telah menanamkan nilai bahwa setiap anak adalah istimewa.
“Membandingkan aspek fisik diantara makhluk ciptaan Tuhan merupakan tindakan yang diskriminatif dan destruktif,” terangnya. “Kontes Miss World merupakan ajang ‘ikonik’ yang tidak memiliki nilai edukasi untuk membangun moralitas bangsa.”
Seperti diketahui, FRENDs hadir sebagai bentuk tanggung jawab, keprihatinan dan kepedulian perempuan atas perilaku sosial masyarakat yang menyumbang demoralisasi bangsa. Para tokoh wanita yang mewakili berbagai organisasi kewanitaan menjadi inisiator pertama berdirinya forum persahabatan ini.
“Salah satu pekerjaan penting dan mendesak, yang memerlukan kerjasama dan kesepakatan dari semua pihak yang peduli, adalah perhelatan Miss World pada tanggal 28 September 2013,” pungkas Rita.islampos

Menangiskah Kau Bung akan ‘Ratu Cantik’ di Bumi Kita?

By Saefullah on September 5, 2013
Banner yusuf maulana Menangiskah Kau Bung akan Ratu Cantik di Bumi Kita?
BUNG, bagaimana amatanmu dari alam sana atas perhelatan kontes kecantikan sejagat di negeri yang kau turut merdekakan ini? Bagaimana suara hatimu dari negeri abadi sana tentang ajang pamer rupa dengan dalih pariwisata dan kemajuan bangsa yang kau bebaskan dari penjajah?
Bung, hari ini aku miris mengingat keturunan mereka-mereka yang kau bela saat melobi Bapak-bapak perumus Piagam Jakarta. Dulu, kau datangi K.H. Wahid Hasyim, Agus Salim, Abdul Kahar Muzakkie, juga Abikoesno Tjokrosoejoso agar kegigihan umat mayoritas negeri ini menjadikan Islam sebagai dasar negeri dibatalkan. Semua demi kebaikan bersama, agar Republik yang baru berdiri tidak berpecah, katamu. Karena, saudara kita di timur Indonesia sana, syahdan, keberatan dan bakal bisa memerdekakan diri. Atas kebesaran jiwa nama-nama tadi, tujuh kata nan sakral itu pun pupus dari sehelai kertas yang kita bak memori pahit bagi umat mayoritas.
Hari ini apa yang sudah diberikan dengan kebesaran jiwa itu telanjur dibalas dengan segelas tuba dengan bibir berbusa-busa para pemiliknya. Sayang, yang melakukannya tidak sadar. Saudara-saudara dari tanah yang Bung bela di tahun 1945, hari ini begitu susah mendengar suara saudaranya di seberang pulau. Dulu kami menganggap mereka saudara dan biarlah lobi Bung untuk ber-Pancasila diterima. Hari ini, untuk menghormati keberatan hati kami saja, mereka begitu susah.
Aku tidak tahu apakah para budayawan, agamawan hingga politisi yang keberatan bila agama (mayoritas) dibawa-bawa ke soal kontes kecantikan sadar soal Pancasila? Biasanya, kalau Bung ikuti berita koran dari alam sana, mereka selalu mengatasnamakan Pancasila. Seolah Pancasila mereka hayati dibandingkan saudaranya yang beratas nama agama mayoritas. Mereka seperti lebih mengerti dasar negeri ini, tapi sayang, lupa untuk membalas bagaimana Bung sudah bersusah payah yakinkan pemuka agama kami dulu soal dasar negara.
Hari ini saudara-saudara kami itu bergeming dengan aspirasi teladan kami. Dulu mereka teriak ingin merdeka, tetapi kami hari ini tidak tebersit untuk mengeluarkan mereka dari Republik ini gara-gara perkara ini. Kami hanya mereka bertoleransi ; tidak hanya menuntut kepada kami untuk berlaku sama kepada mereka.
Mereka seperti berada di atas angin bila menyangkut tanah perdikannya. Tidak mau mendengar suara saudaranya. Semua demi dalih budaya dan pariwisata. Padahal, kami menolak ajang pamer kecantikan bukan melulu karena agama. Ini pelecehan adat ketimuran, yang mereka juga masuk di dalamnya. Bukankah ini bagian soal akal pikiran yang kau repot tulis dalam Pengantar Kejalan Ilmu Pengetahuan? Sudah negeri ini banyak dipecundangi para maling uang rakyat, apakah harus dibodohkan dengan pamer tebar senyum wanita asing tapi atas nama demi kemajuan Indonesia. Itu komoditas feodal, bukan, Bung? Itu juga yang kau taksuka, bukan, Bung?
Entah mengapa, saudara kami selalu merasa tanahnya harus dan pasti steril dari intervensi mayoritas di seberang pulau. Padahal, kami tidak berniat sedikit pun mengubah tempat berdoa mereka menjadi seperti tempat berdoa kami. Soal keyakinan, tidak boleh ada paksaan. Berbeda halnya ketika ada penjajahan moral bangsa, yang kau pun harus repot tuangkan di banyak tulisan, salah satunya dalam Kumpulan Karangan dan Pengertian Pancasila.
Kau pernah cemburu ketika nama ‘Indonesia’ direbut paksa oleh anasir komunis sebagai temuan mereka. Tentu kau (harus) lebih cemburu lagi ketika tanah kelahiranmu dan tempat berjuangmu disebut negeri toleransi; toleransi pada apa pun, termasuk menjual wajah dalam komoditas kapital.
Wahai, Bung Hatta, kau yang mengenyam dari muda hingga senja sebagai sosok sosialis nan religius, bisakah kau menangis di alam baka sana ajaran penghargaan martabat wanita Indonesia diturunkan seperti sekarang di pulau nan elok itu? Bahkan, aku tidak yakin, teman akrabmu, Bung Karno, berbesar hati ketika kapitalisasi merasuk dahsyat atas nama pemberdayaan wanita, yang itu terjadi di tempat kelahiran ibundanya!
Bung, ini memang perih. Kalau saja kau dulu tidak berepot ria jadi utusan pembisik dan pelobi soal dasar negara, boleh jadi kontes murahan dibalut kemewahan ini tidak bakal terjadi. Kalau kau dulu berdiam soal aspirasi orang timur negeri ini, boleh jadi kecurangan mencoreng Republik dengan baju ‘buat memajukan pariwisata’ tidak pernah ada. Sayang, kau memilih untuk meringankan kaki sebagai juru bicara mereka.
Sayangnya, esensi pembelaanmu, Bung, tidak tertangkap hari ini. Jauh dari bara sebenarnya bernegara. Begitu mudah fanatik dengan adat, dan—sayangnya—amat toleran untuk hal-hal yang sepatutnya bertenggang rasa dengan saudara mayoritasnya. Soal ada estetika dalam sensualitas di balik tabir praktik agama mereka, itu kami tidak ambil pusing. Itu keyakinan mereka yang kami tidak perlu berepot mengoreksinya. Soal ini ada peradilan yang lebih tepat. Yang kami inginkan sederhana: mereka peka dengan aspirasi saudaranya selagi itu bukan bagian dari praktik agamanya. Adakah kontes kecantikan yang sarat komersialisasi itu tercantum dalam kitab suci?
Bung, sungguh kami memaafkanmu, seluas kami memaafkan kebodohan kami yang mungkin sebatas pecundang dan hanya bisa menjadi pengembik di tengah banyaknya kami. Bung, kami tidak pernah tahu isi hatimu saat ‘berjuang’ soal dasar negara, yang kami yakini sebatas fasihnya lidahmu: demi persautan Republik. Kami terima ini, Bung. Yang kami tidak mengerti, mengapa kami selalu dianggap subversif dan intoleran ketika soal yang juga kaupedulikan, semisal kontes kecantikan ini.
Bung, kami hanya sedih: dulu kami sudah bertenggang, kini kami diabaikan isi hatinya oleh anak keturunan yang kaubela dulu. Kami tidak anggap mereka musuh atau lawan; kami hanya meminta Indonesia tidak dieksploitasi kapitalisme dan pembodohan. Sungguh, kami ingin agar mereka peka soal ini; sepeka ketika mereka ingin syariat kami ditepikan demi kerukunan.islampos

Kamis, 22 Agustus 2013

SUDAHKAH ANDA MANDI SEBELUM SHALAT SUBUH ?


BismillahirRahmanir Rahim
Assalamu’alaikumwarahmatullahiwabarakatuh….
Rasulullah Saw bersabda:
“Berpagi-pagilah mencari rezeki, karenaberpagi-pagi itu membawa berkah dan menghasilkan kemenangan.Jangansampai ayam jantan lebih cerdas darimu.Ia berkokok sebelum fajar, sementara kamu masih mendengkur tidur hingga matahari terbit.”
Mengapa ayam jantan selalu berkokok saat menjelang subuh, bahkan sebelum matahari muncul di ufukTimur?
Hal itu ada hubungannya dengan jam alarm alamiah yang dimiliki ayam jantan ciptaan Maha Karya Sang MahaAgung, Allah SWT.
Ayam jantan berkokok karena memiliki jam internal yang membantunya mendahului terbitnya matahari. Seperti halnya burung, ayam jantan bernyanyi atau berkokok dalam siklus harian.
Hampir semua hewan memiliki siklus harian dari kegiatan yang dikenal sebagai ritmesirkadian.Ini adalah ritmebiologis pada hewan, yang mengikuti siklus siangdan malam.
Ayam jantan mendahului mata hari terbit untuk mengawali berburu makanan sehari-hari dan juga untuk pertahanan wilayah.Namun, jika satu ayam jantan tetangga memiliki jam internal yang telah diatur sedikit lebih awal, ini dapat merangsang ayam jantan lain untuk berkokok lebih awal juga.
Nyanyian ayam jantan saat matahari terbit sebenarnya adalah suatu cara untuk “membangun kekuasaan” wilayahnya. Ketika ayam berkokok, dia mengirimkan sinyal ke ayam jantan lainnya bahwa jika melanggar, berarti mereka minta berkelahi.
Nah itu adalah hewan, yang diciptakan oleh Allah SWT untuk kesempurnaan Maha Karya Alam Semesta yang kita huni ini.
Lalu bagaimana dengan kita, manusia, makhluk yang diciptakan oleh Allah SWT.sebagai makhluk paling sempurna dari semua makhluk ciptaan-NYA?
Apakah kita kalah dengan hewan, khususnya di dalam penyambutan awal matahari terbit yang juga ciptaan Allah untuk memulai aktivitas bagi semua makhluk-NYA ?
Allah telah memberikan keistimewaan yang sangat luar biasa bagi kita kaum Muslimin dan Muslimah, disbanding ummat lainnya.Jarang yang memperhatikan sejuta manfaat subuh untuk sarana pembelajaran.
Hal ini telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad Saw., di mana Rasulullah mengajak umatnya bangun sebelum subuh dan kemudian mandi sebelum melaksanakan Shalat Sunnah dan Shalat Subuh berjamaah.Hikmahnya adalah mendapat limpahan pahala, kesegaran air dan udara subuh yang baik terutama untuk menyehatkan paru-paru serta menyegarkan pikiran.Asupanoksigen yang masih bebas polusi bias menyehatkan otak.
Setiap manusia di muka bumi ini pada setiap bangun pagi, selalu dilanjutkan dengan mandi sebelum memulai segala aktifitasnya disepanjang hari.
Bagi kita kaum Muslimin, seperti yang dicontohkanRasulullah Saw., setiap bangun subuh kita selalu (seharusnya) mandi pada saat sebelum waktu subuh tiba akan membuat badan kita lebih sehat dan awet muda.
Kandungan O3 yang terkandung di dalam air di subuh hari adalah lebih besar, dan O3 ini mengandung khasiat yang menakjubkan bagi tubuh bila digunakan untuk keperluan mandi pagi yaitu pada saat fajar.
Air dingin pada waktus ebelum subuh atau waktu sepertiga malam memiliki partikel ALPHA yang sangat besar.Partikel Alpha ini memiliki energi yang kuat sekali.Hal ini pula yang menjadikan tubuh lebih bugar ketimbang mandi pagi pada umumnya.
Ada 7 manfaat mandi pagi dengan air dingin:
1. Mandi pagi mampu melancarkan peredaran darah.
2. Mandi dengan air dingin akan meningkatkan sel darah putih
3. Mandi dengan air dingin bias menurunkan resiko darah tinggi.
4. Mandi dengan air dingin dapat meningkatkan kesuburan
5. Mandi pagi memperbaiki kesehatan jaringan tubuh
6.Mandi pagi dengan air dingin dapat membuat rambut lebihsehat
7.Mandi air dingin berkhasiat meredakan depresi
Kebiasaan mandi di saat fajar memiliki pengaruh besar pula bagi kesehatan jaringan tubuh manusia .Jaringan kulit akan semakin baik, kulit tidak kering namun kulit akan menjadi lebih kenyal. Mandi saat fajar juga berpengaruh pada kejiwaan, kebiasaan mandi seperti ini memiliki efek relaksasi pada tubuh.Tubuh akan menjadi lebih rileks dan pikiran pun menjadi tenang.
Air hanyalah perantara, selebihnya peran Yang Maha Kuasalah yang memberikan kekuatan yang tersembunyi.
Disamping itu udara subuh hari dan dibalik heningnya suasana pagi ada banyak hikmah (rahasia Allah) yang mendalam yang sudah menunggu.
Diantaranya, berlimpahnya pahala dari Allah SWT, kesegaran udara di subuh hari yang bermanfaat untuk kesehatan fisik, konsentrasi pikiran dan daya ingat yang kuat untuk menyambut datangnya hikmah dan ilmu-ilmu Allah SWT.
Konsentrasi dan kemampuan memahami waktu subuh yang tenang adalah momentum yang tak pernah dilupakan oleh para ulama untuk menggali ilmu, mendalami, menyerap hikmah dari berbagai peristiwa sehingga mereka dapat menghadirkan ilmu untuk diwariskan kepada ummat hingga hari kiamat.
Gas O3 di udara sangat melimpah di waktu fajar, kemudian akan berkurang sedikit demi sedikit sampai mataharit erbenam. Gas O3 mempunyai pengaruh positif positif pada urat saraf, mengaktifkan kerja otak dan tulang.Ketika kita menghirup udara fajar yang dinamakan udara subuh, kita merasakan kenikmatan dan kesegaran tiada taranya dibandingkan waktu manapun, baik siang atau malam.
Di balik pelaksanaan dua raka’at di ambang fajar, tersimpan RAHASIA yang menakjubkan.Itulah sebabnya para Sahabat Nabi berusaha sekuat tenaga agar tidak kehilangan waktu emas itu.
Pernah suatu ketika mereka terlambat Shalat Subuh dalam masa penaklukan benteng Tsar. “Tragedi” itu membuat Sahabat Nabi seperti Anas bin Malik selalu menangis bila mengenangnya.
Subuh juga menjadi waktu peralihan dari ERA JAHILIYAH menuju ERA TAUHID.Padawaktu itu, kaum ‘Ad, Tsamud, dan kaum pendurhaka lainnya, dilibas petaka pada waktu subuh, yang menandai berakhirnya dominasi jahiliyah dan munculnya CAHAYA TAUHID.
Seorang penguasaYahudi pernah berkata: “kami baru takut terhadap ummat Islam jika mereka telah melaksanakan Shalat Subuh seperti melaksanakan Shalat Jum’at.”
Nah, sekarang……. Sudahkah Anda mandi subuh?
Sudahkah Anda melaksanakan Shalat Subuh…………?
Semoga Allah menerangi hati dan pikiran serta mencurahkan berkah-NYA dan kekuatan-NYA kepada kita semua untuk mengawali perjuangan ikhtiar hari ini, dengan tak lupa menyebut nama-NYA…..
wallahu a’ lam bissowab. Wassalamu’alaikumwarahmatullahiwabarakatuh……….
http://khaers.wordpress.com/2013/06/04/sudahkah-anda-mandi-sebelum-shalat-subuh/

Selasa, 20 Agustus 2013

Pesan Menggugah Dari Sekjen Persatuan Ulama Muslimin Kepada Kudeta Militer Mesir

ali qaraWahai para pelaku kudeta….
Setelah kalian gagal melindungi para demonstran dengan melakukan pembantaian dan pembakaran besar-besaran terhadap mereka, dan kalian juga telah gagal melindungi Masjid, Gereja, Lembaga dan Perusahaan-perusahaan –sebagaimana yang dunia saksikan- dan kemudian kalian gagal melindungi tahanan seperti Abu Za’bal dan melindungi polisi serta tentara seperti yang terjadi di Sinai, kemudian kalian merusak citra Mesir, kemudian mencoreng kehormatannya, dan kalian lakukan apa yang telah terjadi untuk keamanaan tanah air dan warga maka kami menghimbau kepada kalian demi Allah, dan kemashlahatan Mesir hendaknya kalian Pergi, dan kembalikan amanat kepada mereka yang berhak, dan hentikanlah pertumpahan darah mereka yang tak berdosa, hentikanlah penghancuran, pengusiran, penyiksaan dan pembunuhan…atau kalian belum puas setelah kalian membuat sungai darah orang tak berdosa, anak kecil, wanita, orang tua, dan kaum muslimin yang bersujud?
Dan saya juga sampaikan pesan ini kepada seluruh media yang telah memutar balikkan fakta dan “menyihir” mata ribuan orang…
Takutlah kalian kepada Allah….sesungguhnya perkataan adalah amanat dari Allah di pundak kalian, maka kalian bertanggung jawan di depan Allah kemudian kepada sejarah, maka katakanlah yang benar walaupun itu terhadap dirimu. Dan kalimat yang baik adalah bagai pohon yang baik, dan kalimat yang buruk bagai pohon yang buruk pula yang akan mengakibatkan fitnah yang kalian tanggung sendiri resikonya. Maka saya menghimbau kalian atas nama Allah dalam kesempatan ini hendaknya kalian menjadi penegak keadilan dengan menjadi saksi kebenaran, Hanya untuk Allah Ta’ala, Allah SWT telah bersabda: “Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar-benar penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah biarpun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapak dan kaum kerabatmu. Jika ia kaya atau miskin, maka Allah lebih utama dari mereka. maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutar balikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui segala yang kamu kerjakan. (An-Nisa :135)
Dan Pesan saya yang Ketiga adalah kepada orang-orang bijak di Mesir serta Ulama, dan kepada Al-Azhar, hendaklah kalian melaksanakan kewajiban, dan menjadi suara kebenaran, janganlah kalian takut kepada siapapun kecuali Allah, Seperti FirmanNya : “Yaitu orang-orang yang menyampaikan Risalah Allah karena takut Kepada-Nya dan mereka tiada merasa takut kepada seorangpun selain kepada Allah. Dan cukuplah Allah sebagai Pembuat Perhitungan. (Al-Ahzab: 39)
Saya katakan sebagai saksi kebenaran bahwa apa yang terjadi adalah merupakan Kudeta militer berdarah terhadap Legitimasi, dan ia adalah merupakan pemberontakan bersenjata terhadap pemerintah yang sah, dan tidak dibenarkan baik di dalam Al-Qura’an, As-Sunnah, dan Ijma’, dan selanjutnya ia merupakan pengkhiantan terhadap Allah dan Rasul-Nya, kemudian terhadap rakyat Mesir yang telah memilih Pemimpinnya, dan yang telah menyetujui konstitusi, dan yang mengherankan adalah ketua Mahkamah Konstitusi yang dibentuk untuk melindungi Konstitusi malah mengkudeta kostitusi dan Presidennya !?
Kemudian, segala sesutau yang telah terjadi, baik pembantaian berdarah dan tindakan represif adalah merupakan bukti yang kuat akan kembalinya rezim Terburuk yaitu rezim Mubarak, bahkan melebihinya, sehingga kebatilan ini tidaklah sah, dan tidak mungkin diobati kecuali dengan kembalinya kebenaran dan legitimasi, oleh karena itu melalui inisiatif Dr. ‘Awa dan Persatuan Internasional Ulama Muslimin  mengambil langkah-langkah berikut ini :
1. Militer harus deklarasikan penghapusan Kudeta, menghentikan pertumpahan darah, dan memilih lembaga independent, serta para insiator konstitusi seperti Dr. Muhammad Salim ‘Awa, dan penasehat Thoriq Al-Basyri serta Dr. Hassan Syfi’i dan yang lainnya.
2. Pembebasan Presiden terpilih secara terhormat dan semua tahanan sejak kudeta 3 juli hingga sekarang.
3. memulai kembali dialog yang mencakup semua pihak, faksi dan partai serta oposisi untuk menuju kepada Demokrasi
4. pembentukan Pemerintahan Konsesus untuk memulai prosedur pemilihan khusus Parlemen atau Parlemen dan Presiden sesuai dengan keputusan Konsensul.
Terakhir, tidaklah seorang muslim mendengar, bahkan semua orang yang belum kehilangan nuraninya kecuali ia akan mengecam dan mengutuk keras semua pembantaian tersebut, dan penangkapan yang sewenang-wenang dan pelanggaran terhadap seluruh kehormatan manusia, masjid, dan gereja dan yang lainnya. Dan khususnya apa yang terjadi terakhir ini yaitu pembunuhan para tahanan di penjara dan selama deportasi.
Demi Allah, sesungguhnya hati akan terbakar, dan mata akan meneteskan air mata, dan raga ini merinding, dan jiwa ini akan membenci, pikiran akan terguncang ketika menyaksikan dan melihat apa yang terjadi di Mesir tercinta ini,  Mesir yang agung, mesir yang beradab, apa yang telah terjadi padanya!? Bagaimana rakyat Mesir Muslim membunuh  saudaranya sesama Muslim yang menuntut Hak nya dan mempertahankan kebebasan Mesir dan Demokrasi disana?
Sesungguhnya segala yang terjadi adalah menginginkan hancurnya Mesir tapi Allah melindunginya. Mereka ingin memberikan pelayanan terbesar mereka untuk Yahudi yang telah membayar mereka dengan miliyaran untuk membeli jiwa yang lemah yang benci terhadap Islam yang damai, membenci Mesir hingga tidak bangkit dan tidak menjadi kuat, bahkan tetap lemah menuruti segala kehendak israel dan negara-negara yang membenci islam.
Mereka para pengkhianat yang dzalim ini harus tahu bahwa Allah akan membalas mereka “dan janganlah sekali-kali kamu mengira bahwa Allah lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang yang Zalim (Ibrahim: 42) dan Allah juga berfirman: “dan begitula Azab Tuhanmu, apabila dia mengazab penduduk negeri-negeri yang berbuat zalim. Sesungguhnya azab-Nya itu sangatlah keras. (Hud: 102)
Akhirnya, kami sangat yakin bahwa fajar sangatlah dekat, kegelapan akan hilang dan kekufuran akan sirna dan kebenaran akan menang
Dr. Ali Muhyiddin Qara Daghi
Sekjen Persatuan Ulama Muslimin Dunia
eramuslim