Bosan bekerja untuk orang lain? Ingin
keluar lalu membangun dan menjalankan bisnis Anda sendiri, tapi tidak
yakin untuk memulai? Maka gunakan kemampuan Anda, pengetahuan soal
industri yang akan digeluti, serta koneksi yang Anda miliki untuk
membangun bisnis yang sukses, saran Joanne Cleaver, penulis buku The
Career Lattice.
“Kami pikir untuk menjadi seorang pengusaha, Anda perlu mengambil
satu lompatan yaitu tinggalkan pekerjaan Anda sebagai karyawan dan
menjadi seorang pengusaha,” ungkap dia, seperti dikutip, Senin
(28/1/2013).
Berikut 4 cara untuk beralih dari karyawan menjadi pengusaha:
1. Putuskan antara menggunakan industri yang Anda geluti atau keterampilan profesional Anda.
Sebutlah Anda seorang akuntan di perusahaan yang bergerak di bidang
kesehatan. Mungkin Anda ingin mendirikan bisnis dengan memanfaatkan
kemampuan Anda di bidang akuntasi dengan membangun perusahaan yang
bergereak di bidang akuntansi. Atau mungkin anda ingin menerapkan
kemampuan akuntasi Anda di bidang kesehatan karena Anda akrab dengan
industri tersebut.
Misalnya, Anda tahu bahwa pengadaan sistem penagihan secara
elektronik memiliki peluang yang cukup bagus di industri kesehatan. Jadi
mungkin Anda bisa membuka sebuah konsultan yang membantu perusahaan
kesehatan soal sistem tersebut.
2. Menemukan tren baru di industri Anda.
Seperti sistem penagihan secara elektonik di bidang kesehatan, setiap
industri memiliki tantangan masing-masing dan ini terus berubah.
Mengidentifikasi tren tersebut dapat memberitahu Anda, di mana dapat
menemukan peluang yang bisa membawa kesuksesan dalam berbisnis.
Tapi bagaimana jika pekerjaan Anda saat ini tidak dapat memberikan informasi soal masalah dari seluruh industri ke depan?
“Datanglah ke acara konferensi atau seminar lalu dengarlah apa yang asosiasi bicarakan,” kata Cleaver.
Jika Anda tidak dapat pergi ke seminar, Anda bisa masih membaca
publikasi dan blog milik asosiasi. Cari tahu siapa yang paling
berpengaruh pada industri dan profesi yang Anda geluti, lalu ikuti saran
mereka.
“Kalau Anda telah mengidentifikasi isu-isu kunci yang membentuk masa
depan industri atau profesi Anda. Atur beberapa news alerts sehingga
Anda mulai mendapatkan arus informasi yang Anda butuhkan,” jelasnya.
Cara lain untuk mengidentifikasi tren adalah menempatkan perusahaan
Anda di bawah kaca pembesar. “Bayangkan Anda memiliki hubungan dengan
klien Anda, mirip dengan relasi perusahaan XYZ dengan bos Anda, bedahlah
hubungan itu.”
Lihatlah lebih dekat faktor apa yang bisa mendukung kesuksesan
perusahaan Anda dengan klien Anda, dan Anda bisa mulai mengerti
bagaimana perusahaan Anda dapat memenuhi kebutuhan industri.
3. Cari Tahu Kebutuhan Konsumen.
Setelah Anda memahami tren industri, Anda bisa mendapatkan ide yang lebih baik soal apa yang paling dibutuhkan klien Anda.
Apa yang mereka butuhkan sekarang? Apa yang akan mereka butuhkan
dalam 6-12 bulan mendatang? Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini akan
membantu Anda menemukan apa yang layak ditawarkan ke konsumen Anda.
Sebuah pertanyaan yang sama-sama penting adalah Apa yang Anda ingin?
Jika jawabannya adalah Anda hanya sedang bosan bekerja dan ingin keluar,
jawaban itu tidak buruk, tapi tidak cukup. Anda harus lebih menggali
lagi Anda ingin lakukan, dan terjemahkan bagaimana cara Anda untuk
mencapai ambisi Anda tersebut.
Sekali Anda menjawab pertanyaan ini, mulailah mencari tempat yang
strategis dan dekat dengan konsumen Anda. Setiap persimpangan jalan
merupakan posisi strategis untuk memulai bisnis yang sukses.
4. Gunakan jaringan Anda.
Sekarang Anda sudah tahu produk atau jasa apa yang Anda ingin
menawarkan, kini saatnya untuk menggunakan koneksi yang Anda miliki
untuk belajar lebih dalam mengenai industri Anda atau menjadikannya
sebagai klien baru Anda.
“Melangkahlah dan eksplorasi percakapan dengan mereka untuk mendapatkan masukan,” jelas Cleaver.
Jika Anda tidak memiliki kontak langsung dengan mereka, Anda mungkin
bisa berhubungan melalui LinkedIn mereka. Mulailah percakapan. “Saya
mencoba untuk memahami industri ini lebih baik, apakah Anda memiliki 15
menit untuk minum kopi?’”
Saat bertemu, mintalah saran dari klien Anda mengenai bagaimana
membangun hubungan yang kuat dengan pelanggan. Bukalah mata Anda untuk
setiap kesempatan yang ada di depan Anda.
Jika Anda memiliki hubungan yang baik dengan perusahaan tempat Anda
bekerja, Anda mungkin dapat menggunakan hubungan itu untuk mendapatkan
klien pertama Anda.
“Keberhasilan Anda pada klien pertama Anda dapat membawa ke klien yang potensial lainnya,” ujar Cleaver
Tidak dapat dipungkiri, pasti setiap
orang ingin memiliki bisnis yang dapat menghasilkan dan juga
menguntungkan untuk orang itu sendiri dan bahkan Anda sendiri berpikiran
seperti itu. Namun, bagaimana cara untuk memilih Bisnis yang sesuai
dengan Gaya Hidup sehingga Anda akan senang untuk menjalankan bisnis
yang akan menjadi pendapatan Anda untuk ke depannya. Untuk itu, mungkin
Anda dapat mengikuti cara di bawah ini agar Anda dapat memilih bisnis
yang Anda inginkan, yang tentunya sesuai dengan GAYA HIDUP Anda.
Seperti dikutip, Senin (28/1/2013).
Berikut akan saya berikan tips untuk bagaimana membuat bisnis yang sesuai dengan gaya hidup Anda, yaitu :
1. Menentukan GAYA HIDUP yang Anda inginkan.
Setiap pribadi memiliki gaya hidup yang berbeda-beda, maka bisnis yang
diinginkan setiap orang akan berbeda-beda. Untuk memulai bisnis,
sebaiknya tentukan gaya hidup Anda dahulu agar Anda dapat memilih bisnis
yang sesuai dengan gaya hidup sehingga Anda nyaman dan senang dalam
menjalani bisnis
2. Tes cermin dengan pertanyaan, Apakah yang Anda harus kerjakan sekarang, dan berapa lama jangka waktu yang Anda tentukan.
Anda harus menentukan hal apa yang harus dikerjakan saat ini dan berapa
lama batas waktu penyelesaiannya agar hal tersebut tidak tertunda dalam
waktu yang lama. Sebab jika waktu terbuang sia-sia, banyak hal
bermanfaat yang akan terbuang sia-sia juga.
3. Tuliskan Alternatif Jenis Bisnis yang bisa menghasilkan sesuai dengan Gaya Hidup yang Anda inginkan.
Buatlah daftar tentang jenis bisnis yang ingin dijalankan. Selain
menentukan bisnis yang akan diutamakan, sebaiknya pilih bisnis lain
sebagai alternatif jika pada saat pelaksanaannya bisnis yang diutamakan
tersebut tidak berjalan dengan baik dan tidak mendatangkan penghasilan.
4. Memilih beberapa antara 2 sampai 3 yang Anda suka
Dari semua jenis bisnis yang telah ditentukan, pilih beberapa setidaknya
2 atau 3 jenis yang paling disukai dan dapat diprediksikan akan
berhasil.
5. Menentukan mana yang paling mudah dan cepat
Kemudian dari 2 atau 3 jenis bisnis yang telah ditentukan tersebut,
pilih yang paling mudah dan cepat untuk dijalankan terlebih dahulu. Hal
ini ditujukan agar hasil dari pelaksanaan bisnis tersebut cepat
terlihat.
6. Melakukan kerjasama dengan Orang yang sudah berhasil di bidang yang Anda pilih.
Ada baiknya Anda melakukan kerjasama dengan orang yang telah berhasil
menjalankan bisnis sesuai dengan bidang yang Anda pilih agar dapat
membimbing Anda menuju jalan yang tepat sehingga bisnis Anda dapat
berjalan dengan lancar dan mendatangkan keuntungan yang besar.
Dengan bisnis yang sesuai dengan gaya hidup ini secara tidak langsung
menjadi motivasi untuk Anda yang akan dan sedang menjalani bisnis.
Semoga Bermanfaat. Saya Tung Desem Waringin mengucapkan salam dahsyat!
Robert Kiyosaki mulai dari kondisi
tunawisma alias tak punya rumah di tahun 1985 hingga menjadi kaya
ditahun 1989 dan kemudian mencapai kebebasan finansial ditahun 1994.
“Kami tidak membutuhkan uang. Kami tidak mempunyai uang ketika
memulainya, dan kami punya hutang” seperti dikutip, Senin (28/1/2013).
Sebetulnya orang yang mengatakan bahwa “butuh modal besar untuk
menjadi kaya” orang tersebut adalah menipu diri dan beralasan agar tidak
berusaha. Memang betul bila modal kita besar, akan lebih mudah untuk
memulai usaha.
Tapi banyak orang yang kita ketahui bahwa mereka memulai usaha tanpa
modal. Apple Computer dimulai dari garasi, Michael Dell dengan Dell
Computer memulai dari kamar kost, Kentucky Fried Chicken (KFC) mulai
dari uang pensiun yang tidak cukup.
Hati kecil kita tahu bahwa kita pernah membaca, kita pernah mendengar
dan kita pernah melihat orang-orang di lingkungan kita mungkin 10 atau
20 orang yang kita ketahui menjadi kaya mulai dari NOL atau bahkan
minus.
Teman saya Richard Tan “Exclusive Robert Kiyosaki Asia” baru saja
memenangkan penghargaan Phoenix Award yang diberikan oleh Pemerintah
Singapore hanya untuk 1 orang diantara 3,5 juta penduduk Singapore yang
dianggap memenuhi Legenda Burung Phoenix, yaitu bermula dari debu dan
akhirnya berubah menjadi burung Phoenix nan indah.
Richard Tan sekitar tahun 1993 bangkrut, ketika usaha cairan anti
slipnya dalam jangka panjang malah merusak ubin, Richard Tan bangkrut
rugi US$ 600.000, digugat 20 gugatan, dan dalam kondisi seperti itu
istrinya minta cerai.
Dalam kondisi jatuh tertimpa tangga dan rumahnya rubuh sekalian,
masih tertimpa helikopter sekalian, Richard Tan divonis kena kanker
usus. Dan akhirnya bangkit, salah satunya karena menghadiri seminarnya
Robert Kiyosaki.
Dimana akhirnya Richard Tan bisa mempunyai 39 properti di Singapore
dengan modal awal boleh dikata minus. Dan sekarang Richard Tan adalah
salah satu pembayar pajak terbesar di Singapore. Semoga cerita diatas
menginspirasi kita untuk terus bekerja dengan cerdas dan keras. sumber klik disini
Dalam sebuah diskusi dengan sejumlah mahasiswa Al Azhar
di Kairo, Mesir, Ketua Umum Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina
(KISPA) Ferry Nur, ditanya oleh seorang mahasiswa mengapa Hamas tidak
menerapkan Syariat Islam dalam memerintah Gaza. Pertanyaan itu kemudian
dijawab oleh Ferry Nur, "Apakah Anda pernah menyaksikan Hamas di
Palestina?". Sang mahasiswa menjawab, "belum".
"Kalau begitu Anda tidak tahu tentang Palestina", cerita Ustadz Ferry
Nur dalam Majelis Taqarrub Ilallah dan Temu Pembaca Suara Islam ke-29 di
Masjid Baiturahman, Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu (19/1/2013).
Ferry, yang memang baru saja tiba dari mengunjungi Gaza pada bulan lalu,
lantas bercerita. Syariat Islam, yang bersumber dari Al-Quran dan
As-Sunnah, telah dipraktikkan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari.
"Kekuatan mereka terletak pada interaksi mereka dengan Al-Quran dan As-Sunnah," kata Ferry.
Di Gaza, ungkap Ferry, dalam sebuah rumah tangga rata-rata terdapat
seorang yang hafal Al-Quran. Dalam mendidik anak-anak untuk menghafal
Al-Quran, di Gaza juga dibuat sebuah program pada musim liburan sekolah
yang memungkinkan anak bisa hafal Al-Quran hanya dalam waktu dua bulan
saja.
"Jadi kalau liburan anak-anak sana tidak ke mall seperti anak-anak sini," tandasnya.
Begitupun dengan Hamas. Pasukan elit Hamas, Brigade Izzudin Al Qassam,
berisi orang-orang yang hafal Al-Quran. Tidak mudah bagi pemuda untuk
mendaftar jadi anggota Izzudin Al Qassam.
"Bagi yang mau mendaftar, mereka akan dipantau dulu selama tiga tahun
apakah dia selalu salat subuh di Masjid. Karena komitmen seseorang
kepada Islam bisa dilihat apakah dia salat subuh di masjid atau tidak,"
ungkap Ferry.
Ferry juga menyaksikan bagaimana para pemuda di Gaza selalu melakukan ribath tiap malam tanpa ada yang membayar.
Soal interaksi ketinggian interaksi Hamas dengan As-Sunnah, Ferry
menjelaskan salah satu buktinya dengan sikap Hamas terhadap tamu. Mereka
sangat memulyakan tamu. Bahkan, kata Ferry, saat delegasi DPR
mendatangi Gaza beberapa waktu lalu, semua akomodasi di Gaza ditanggung
oleh Hamas.
"Kalau Anda mau ke Gaza, cukup siapkan paspor dan tiket saja. Di sana
Anda akan dimulyakan oleh mereka. Di mana Anda tinggal, bagaimana Anda
di sana, tinggal ikut saja," kata Ferry.
Memulyakan tamu, adalah salah satu ajaran Rasulullah saw dalam salah
satu haditsnya, "Barangsiapa yang beriman dengan Allah Swt dan hari
akhir maka mulyakanlah tamunya." Hamas melaksanakan perintah Rasulullah
ini.
Menikah dan membentuk keluarga yang sakinah, mawadah wa rahmah (QS. Ar-Rum : 21) adalah
dambaan semua orang. Siapapun yang menikah dan membentuk bahtera rumah
tangga, berharap akan bisa memiliki keluarga yang harmonis. Kata
harmonis memiliki makna keselarasan dan keserasian antara suami, isteri
dan seluruh anggota keluarga. Selaras dan serasi, menunjukkan suatu
kesamaan tujuan dan cita-cita atau visi,
walaupun kondisinya tidak selalu sama. Mungkin saja ada hal yang
berbeda, namun perbedaan terbingkai dalam keselarasan dan keserasian.
Allah menciptakan manusia dalam wujud yang indah (QS. At-Tin : 4), dan untuk mereka Allah menciptakan pasangannya (QS. An-Nisa : 1). Secara naluriah, manusia akan memiliki ketertarikan kepada pasangan jenisnya.
Ada sesuatu yang amat kuat menarik, sehingga laki-laki dengan dorongan
naluriah dan fitrahnya mendekati perempuan. Sebaliknya, dengan perasaan
dan kecenderungan alamiyahnya perempuan merasakan kesenangan terhadap laki-laki(QS. Ali Imran: 14).
Untuk merealisasikan ketertarikan tersebut menjadi sebuah hubungan yang benar dan manusiawi, Tuhan memberikan tuntunan pernikahan (QS. An-Nisa’ : 3).Pernikahanlah yang menyebabkan keserasian laki-laki dan perempuan tersusun dalam kerangka yang bijak dan manusiawi.
Tanpa melalui pernikahan, hubungan dan ketertarikan antara lelaki dan
perempuan tidak akan mendapatkan penyaluran secara bermartabat. Ekspresi
dari kecenderungan hubungan lelaki dan perempuan akan menjadi liar dan
destruktif.
Mengenal Diri Sendiri
Setiap manusia harus meyakini dan mengetahui
dengan jelas, bahwa kehadirannya di muka bumi adalah untuk beribadah
kepada Allah (QS. Adz-Dzariyat : 56). Seluruh aktivitas kehidupannya, diam dan bergeraknya, tidur dan bangunnya adalah dalam rangka ibadah (Al An’am : 162-163).
Maka pernikahan harus diletakkan dalam bingkai yang benar dan sakral,
yaitu sebagai sarana peribadatan kepada Allah, untuk melaksanakan tugas
kemanusiaan dan peradaban (QS. Al-Baqarah : 30).
Sebelum melaksanakan prosesi pernikahan, harus ada persiapan yang memadai dari kedua belah pihak. Kesiapan menikah ditandai
oleh mantapnya niat dan langkah menuju kehidupan rumah tangga. Tidak
ada rasa gamang atau keraguan tatkala memutuskan untuk menikah, dengan
segala konsekuensi atau resiko yang akan dihadapi paska pernikahan.
Jika anda seorang laki-laki, ada kesiapan dalam diri anda untuk bertindak sebagai pemimpindalam rumah tangga, untuk berperan sebagai bapak bagi anak-anak yang akan lahir nantinya dari pernikahan (QS. An-Nisa’: 34). Ada kesiapan dalam diri anda untuk menanggung segala beban-beban kehidupan yang disebabkan oleh karena posisi anda sebagai suami dan bapak.
Jika anda seorang perempuan, harus
ada kesiapan dalam diri untuk membuka ruang baru bagi intervensi seorang
mitra yang bernama suami. Kesiapan untuk mengurangi sebagian otoritas
atas dirinya sendiri lantaran keberadaan suami. Harus ada kesiapan untuk hamil, melahirkan dan menyusui, juga kesiapan untuk menanggung beban-beban baru yang muncul akibat hadirnya anak (QS. Al-Baqarah : 233).
Pertanyaan mendasar bagi anda sebelum
melaksanakan pernikahan adalah, sejauh mana kesiapan anda untuk memasuki
kehidupan keluarga? Potensi dan kekuatanapa yang telah anda miliki untuk berumah tangga? Kelemahan dan kekurangan apa yang ada pada diri anda? Apa tantangan yang anda hadapi ? Bagaimana dukungan keluarga dalam proses pernikahan anda?
Berikutnya, dengan mengenali berbagai
potensi, kekuatan, kelemahan, maupun tantangan yang anda hadapi, anda
harus merumuskan matriks : bagaimana mengoptimalkan potensi dan kekuatan
yang sudah ada? Bagaimana mengatasi kelemahan dan kekurangan yang anda
miliki? Bagaimana menghadapi tantangan yang menghadang di hadapan? Dari
jawaban tersebut, anda bisa menetapkan batas kesiapan untuk menikah.
Menikah memerlukan kejelasan visi, agar mampu
menjalani kehidupan keluarga dengan arah dan aktivitas yang benar dan
terarah. Pernikahan visioner berbeda dengan pernikahan pada umumnya,
yang hanya mengandalkan hasrat biologis. Laki-laki dan perempuan harus
memiliki visi yang jelas tentang arah keluarga yang akan dibentuk.
Mereka memiliki pandangan yang terang tentang pengelolaan keluarga,
sehingga tatkala menjalaninya, mereka tidak kebingungan orientasi dan
kehilangan arah.
Mengenal Calon Pasangan
Mencari pasangan hidup hendaklah berdasarkan
pertimbangan keagamaan. Bukan semata kecantikan, ketampanan, kekayaan,
kedudukan, dan lain sebagainya. Pondasi agama harus sangat kuat
melandasi pemilihan calon suami maupun calon isteri, agar tidak terjebak
dalam kubangan pilihan syahwat dan nafsu sesaat.
Di atas landasan kriteria agama ini, bisa
dibangun kriteria lainnya yang bercorak fisik. Tentu saja boleh memilih
suami tampan dan kaya, tentu saja boleh memilih isteri yang cantik dan
seksi, namun itu bukan pertimbangan utama. Kriteria fisik dan materi
hanyalah tambahan nilai, dari nilai dasar yang sudah ditetapkan, yaitu
kebaikan agama. Maka laki-laki dan perempuan harus memperbaiki kualitas
keagamaan masing-masing, agar mereka layak mendapatkan jodoh yang baik
pula kualitas agamanya.
Mengenal calon pasangan bisa dilakukan melalui sebuah proses ta’aruf (saling mengenal) antara laki-laki dan perempuan yang berproses menuju jenjang pernikahan. Ta’aruf dimaksudkan dalam rangka saling mengenali dan menjajagi kecocokan untuk meneruskan proses berikutnya. Hendaknya ta’aruf
dilakukan dengan cara yang baik dan benar, menghindarkan diri dari
jebakan syahwat, menghindarkan diri dari berbagai aktivitas yang
terlarang menurut ketentuan agama.
Dalam proses ta’aruf, laki-laki dan perempuan
bisa mendiskusikan visi kehidupan berumah tangga, agar keduanya bisa
mendapatkan kesesuaian. Perbedaan karakter antara laki-laki dan
perempuan bukanlah halangan, karena hal itu tidak bisa dihindarkan,
sebab mereka memiliki kejiwaan dan struktur otak yang tidak sama.
Perbedaan latar belakang keluarga juga bukan halangan. Demikian pula
perbedaan kultur dan suku atau etnis, bukanlah penghalang kebahagiaan
berumah tangga.
Yang paling utama adalah kesediaan untuk
saling melengkapi, saling mengisi, saling memberikan yang terbaik,
saling menerima apa adanya, saling berkomunikasi dengan nyaman, saling
mendialogkan permasalahan, saling mengalah, saling mencintai dan
menyayangi dalam segala kondisi dan situasi.
Sejak lama ramuan telur dan madu
menjadi sangat dipercaya khasiatnya. Bahkan kebanyakan ramuan ini sering
kali dianjurkan untuk dikonsumsi pengantin baru. Karena diketahui dapat
meningkatkan libido saat bercinta.
Libido yang meningkat dengan
optimal tentunya sangat menetukan suksesnya kegiatan bercinta. Untuk itu
ramuan khusus yang menyehatkan perlu dikonsumsi, seperti telur yang
bercampur dengan madu. Keduanya mengandung nutrisi baik untuk
memproduksi hormon seksual.
Telur diketahui mengandung sejumlah
vitamin B5 dan vitamin B6 yang dapat mengatur suasana hati juga
menyeimbangkan kadar hormon. Saat itulah tubuh yang rileks dapat membuat
lebih fokus selama kegiatan bercinta. Selain itu kandungan vitamin A
dalam telur juga dapat menjaga kesehatan alat kelamin dan kulit.
Sedangkan
madu memiliki rasa yang manis lembut. Karena itulah sering digunakan
untuk penambah rasa manis pada makanan ataupun minuman. Pada ramuan ini
madu juga dicampur dengan telur di dalam gelas. Madu yang mengandung
vitamin B juga dapat meningkatkan produksi hormon.
Seperti yang dilansir Sixwise,
madu juga mengandung unsur nutrisi yaitu boron untuk mengontrol hormon
yang penting untuk meningkatkan gairah saat bercinta. Ramuan ini tak
hanya bisa dikonsumsi pria, wanita juga bisa mengkonsumsinya beberapa
saat sebelum kegiatan seksual dimulai.
Istilah afrodisiak merujuk pada
makanan yang bisa meningkatkan hasrat bercinta. Makanan ini dipercaya
bisa mempengaruhi libido, yang menjadi salah satu faktor penting akan
hubungan seks. Salah satunya buah hijau berbentuk lonjong cantik ini!
Sejak
dulu, alpukat memang sudah dimanfaatkan sebagai makanan afrodisiak.
Bahkan menurut Health Diaries, alpukat dalam bahasa Astec disebut ahuacatl, yang berarti testicle atau bagian kemaluan pria. Di Jepang, minyak alpukat juga dimanfaatkan sebagai salah satu pemicu naiknya libido.
Dalam
satu buah alpukat, terkandung nutrisi yang tinggi. Di antaranya adalah
folic acid, vitamin B6, potassium, asam lemak omega 3. Vitamin B6
berperan sebagai pemicu hormon pria. Juga potassium berperan dalam
meningkatkan kelenjar tiroid pada wanita yang mempengaruhi libido.
Karenanya, buah ini baik untuk dikonsumsi oleh pria maupun wanita.
Bahan
makanan sehari-hari yang juga disebut sebagai afrodisiak adalah cabai.
Cabai bisa memicu adanya endorfin, yang memberikan sensasi senang dan
nyaman saat berhubungan seks. Cabai juga meningkatkan gairah seks jadi
meningkat.
Jenis lainnya adalah seledri, almond, juga tiram.
Seledri mengandung androsterone, yang mempengaruhi libido dan reaksi
seseorang akan rangsangan yang diberikan. Tiram memiliki kandungan dopamine
di dalamnya, yang memicu gairah. Nah, almond juga patut dikonsumsi oleh
para pria, karena asam lemak di dalamnya merupakan bahan utama yang
memproduksi hormon pria.
Akhirnya
Perancis melakukan serangan ke Mali. Menurut The Guardian (14/01),
dengan invasi ini berarti Barat telah menyerang delapan negeri muslim.
Negara Afrika barat berpenduduk 15 juta orang ini adalah negara
kedelapan yang rakyatnya dibom dan dibunuh oleh kekuatan Barat setelah
Irak , Afghanistan, Pakistan, Yaman, Libya, Somalia, dan Filipina.
Belum termasuk berapa banyak tiran yang didukung oleh negara Barat di
kawasan itu. Invasi ini semakin mengokohkan perang kolonial Barat
terhadap dunia Islam.
Invasi ini sekali lagi membuktikan Dewan Keamanan PBB sekedar menjadi
alat politik negara-negara Barat. Dewan Keamanan PBB Dewan Keamanan
PBB pada Kamis (20/12/2012) dengan suara bulat telah menyetujui rencana
intervensi militer di Mali dengan dalih yang menyesatkan yaitu
"menyatukan kembali negara Afrika Utara yang berperang."
Negara-negara Afrika Barat ingin mengirim pasukan berkekuatan 3.300
personil untuk mengusir kelompok-kelompok bersenjata yang memasuki
wilayah gurun yang luas dan menerapkan hukum Islam setelah terjadinya
kudeta militer di Bamako Maret yang menciptakan kekosongan kekuasaan di
negara itu.
Rencana untuk intervensi militer, awalnya disepakati oleh Masyarakat
Ekonomi Negara Afrika Barat (ECOWAS) dan tidak akan melibatkan
intervensi langsung pasukan Barat. Resolusi diperkenalkan oleh Perancis –
yang sebelumnya menjajah Mali – hingga disetujui oleh 15 anggota DK.
Namun Perancis mengambil inisiatif menyerang Mali tanpa legitimasi
PBB. Sekjen PBB mengeluarkan dukungan justru setelah Perancis menyerang.
Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) setuju dengan intervensi militer
Prancis di Mali. Sekjen PBB, Ban Ki-moon, mengatakan aksi tersebut
mendapat dukungan internasional dalam pernyataannya di Markas PBB, Senin
(14/1), dan dilansir Reuters, Selasa (15/1).
Dalam membenarkan serangan militer ini, Perancis, Inggris dan negara
Barat lainnya sekali lagi menggunakan label memerangi 'terorisme' dan
melindungi rakyat Mali. Untuk mendapatkan simpati dari masyarakat Barat,
media telah menekankan aspek 'Islamis' dari oposisi yang ingin
menegakkan syariah Islam. Mencegah Berdirinya Negara Islam?
Ada kemungkinan beberapa motif kenapa Perancis menyerang Mali.
Pertama adalah kekhawatiran Mali menjadi sebuah negara Islam. Satu hal
yang sangat ditakuti Barat selama ini adalah berdirinya negara Islam
terutama Daulah Khilafah Islam yang menerapkan syariat Islam dan menolak
segala bentuk intervensi Barat.
Ketika Presiden Amadou Toumani Toure dilengserkan dari posisinya oleh
seorang kader militer pada pertengahan Maret, Gerakan Nasional Bagi
Pembebasan Azawad (MNLA) dan Gerakan Kesatuan dan Jihad di Afrika Barat
(MUJWA) menguasai wilayah utara dan kota-kotanya termasuk Gao dan
Timbuktu. Para mujahidin Mali bertekad untuk meraih kemenangan dan
menerapkan syariah Islam.
Nicolas Sarkozy saat masih menjadi presiden Perancis telah
memperingatkan tentang ancaman ini. Pada pada hari Jumat (13/4) dia
menyerukan pentingnya melakukan segala upaya guna mencegah berdirinya
sebuah negara yang dia sebut sebagai teroris atau Islam di wilayah
pantai di Afrika Utara. Hal ini menyusul dominasi pemberontak Tuareg dan
pejuang Islam di Mali utara. Saat itu dia telah mengingatkan
kemungkinan Perancis melakukan intervensi.
Tampaknya presiden Perancis saat ini melanjutkan kebijakan dari
Sarkozy yang dikenal sangat anti Islam. Sebutan teroris memang kerap
kali dilabelkan oleh Barat untuk siapapun yang menolak penjajahan Barat
dan menginginkan tegaknya syariah Islam. Terorisme kemudian menjadi
label sakti untuk membenarkan apapun tindakan Barat meskipun melanggar
hukum internasional yang mereka buat sendiri. Warning Terhadap Mujahidin Suriah?
Invasi Perancis ini juga bisa jadi merupakan warning bagi
negeri-negeri Islam lainnya yang ingin menegakkan negara Islam apalagi
Khilafah. Bahwa Barat akan melakukan intervensi mencegah hal keinginan
mulia umat Islam ini.
Gelombang keinginan mendirikan negara Islam yang menerapkan syariah
Islam secara menyeluruh memang sangat mengkhawatirkan Barat. Terutama
melihat kondidi terkini Suriah sekarang. Semakin menguatnya pasukan
mujahidin dan melemahnya rezim Assad menjadi ketakutan Barat.
Berbeda dengan Tunisia, Mesir, ataupun Yaman,hingga saat ini Barat
belum mendapatkan penggganti yang legitimed untuk rezim bengis Assad
yang kemudian tetap dibawah control Barat. Tidak hanya itu, para
mujahidin yang dekat dengan masyarakat Suriah dan menjadi ujung tombak
perlawanan terhadap Assad, dengan tegas menolak intervensi Barat,
tawaran demokrasi meskipun dengan istilah negara madani (negara sipil).
Para mujahidin dengan tegas akan menegakkan Khilafah Islam, membebaskan
Al Quds dari penjajah Israel, menyelamatkan muslim Rohingnya dan
negeri-negeri Islam lainnya.
Namun, Barat harus berpikir beribu kali kalau hendak menyerang
Suriah kalau atas izin Allah SWT khilafah akan tegak di sana. Rakyat
Suriah bersama umat Islam dari negeri-negeri Islam lainnya akan bersatu
melakukan jihad melawan intervensi penjajah. Jihad yang dilakukan dan
didukung oleh mayoritas rakyat Suriah, bukan hanya satu atau dua
kelompok.
Menghadapi kelompok-kelompok mujahidin di Irak dan Afghanistan, saja
Barat sudah kesulitan, apalagi menghadapi rakyat Suriah dalam perang
semesta (total) melawan penjajah Barat. Disamping itu, Amerika dan
Eropa akan berpikir keras , mengingat intervensi militer pastilah
membutuhkan dana yang besar. Sementara saat ini kondisi ekonomi mereka
sedang dalam kesulitan. Persaingan Amerika dan Perancis?
Aroma persaingan Amerika dan Perancis juga tampak dalam invasi ini
sangat kental. Perancis tampaknya tidak ingin melepaskan Mali dari
cengkramannya setelah selama ini benar-benar mengkontrol negara ini.
Sementara Amerika , mulai berusaha menanamkan pengaruhnya dengan
mendukung kudeta militer terhadap Presiden Amadou Toumani Toure yang
didukung oleh Perancis.
Dalam Soal Jawab tentang kudeta militer di Mali yang dikeluarkan
Hizbut Tahrir (24 Maret 2012 M) dijelaskan bagaimana Amerika belakangan
mulai berkerja memperluas pengaruhnya di Mali dengan menggelar
perjanjian dengan Mali untuk melatih militer Mali dengan dalih
memerangi terorisme.Militer Mali memilih para perwira dan mengirim
mereka ke Amerika untuk mengikuti pelatihan.
Laman al-'Ashru (24/3/2012) mengutip dari diplomat Amerika yang
meminta tak disebutkan namanya menyatakan: "pemimpin kudeta Kapten
Amadou "Ahmadou" Haya Sanogo dahulu dipilih diantara sekelompok perwira
oleh kedutaan Amerika untuk mendapat pelatihan militer untuk memerangi
terorisme dan pelatihan itu bertempat di Amerika Serikat". Ia
menambahkan bahwa "Sanogo beberapa kali pergi ke Amerika dalam
tugas-tugas khusus …".
Sementara Perancis tidak mendukung kudeta itu. Prancis membekukan
kerjasama politik, militer dan ekonominya dengan Mali. Begitu juga
bantuan-bantuannya kepada Mali. Sebaliknya Amerika bertindak
sebaliknya. Juru bicara kemenlu AS Victoria Nuland menegaskan negaranya
tidak mengambil keputusan membekuan bantuan-bantuan Amerika ke Mali"
(Aljazeera, 23/4/2012). Bantuan Amerika ke Mali mencapai 137 juta dolar
per tahun.
Hal ini menunjukkan Amerikalah yang berada di balik kudeta militer
yang terjadi di Mali. Tujuannya untuk menanamkan dan memperluas
pengaruhnya di negeri Islam Mali itu. Negara Paman Sam ini berusaha
menggantikan pengaruh Prancis sebagai penjajah lama Mali. Untuk itu
Amerika ingin menunda pemilu mendatang di Mali sebab lingkungan politik
yang ada masih loyal ke Prancis. Melalui kudeta ini Amerika membalik
meja permainan atas para pemain dari antek-antek Prancis yang sangat
memahami permainan sesuai politik Prancis.
Begitulah Mali menjadi terikat dengan Amerika,melalui gerakan
"militer". Lingkungan politik lama yang dibangun Prancis sulit untuk
menguasai situasi baru. Paling jauh yang mungkin terjadi adalah
partisipasi yang tidak efektif di pemerintahan baru di bawah pengaruh
Amerika.
Invasi langsung terhadap Mali, adalah cara Prancis untuk
mempertahankan pengaruhnya. Tanpa melalui persetujuan dewan keamanan
PBB, negara ini langsung melakukan invasi. Setelah serangan, baru DK
PBB menggelar pertemuan darurat atas permintaan Prancis pada Senin
(14/1) di New York. Dubes Prancis untuk PBB Gerard Araud mengatakan
pemerintahnya mendapat "dukungan dan pengertian" dari 14 anggota Dewan
Keamanan PBB lain.
Prancis sebelumnya telah mengirim 550 tentara ke kota Mopti dan
Bamako, dan setelah pekan lalu menurut seorang sumber Kementrian
Pertahanan negara mode itu kepada kantor berita Reuters, jumlah kiriman
pasukan kemungkinan akan bertambah menjadi 2.500 dalam beberapa hari. Negeri Islam yang Kaya
Mali adalah negeri islam, lebih dari 90 % penduduknya muslim dan
telah masuk Islam sejak ratusan tahun lalu. Pada akhir abad ke-19
penjajah Prancis menduduki Mali dan mengumumkan penggabungannya ke
Prancis pada tahun 1904. Prancis memberikan kemerdekaan formalistik
pada tahun 1960. Mali adalah negeri yang kaya bahan tambang berupa
emas, phospat, kaolin, bauksit, besi, uranium dan banyak lainnya. Tidak
mengherankan kalau Eropa khususnya Perancis dan Amerika saling berebut
kekayaan alam Mali.
Perancis sendiri sangat membutuhkan Mali, sebagai negara penghasil
uranium di Afrika Barat. Dua pertiga listrik Prancis berasal dari tenaga
nuklir, memerlukan impor uranium yang signifikan dari negara tetangga
Niger. Sebagai produsen emas ketiga terbesar di Afrika Mali juga sangat
menggiurkan.
Begitulah negeri Islam menjadi rampasan penjajah yang rakut. Semua
itu tidak lain karena kaum muslimin terpecah belah, diperintah dengan
selain Islam. Para penguasanya tidak memelihara urusan-urusan
masyarakat, sebaliknya para penguasa kaum Muslimin itu justru
memuluskan kepentingan-kepentingan kaum kafir penjajah. Sekali lagi
disinilah relevansi perjuangan Hizbut Tahrir untuk mewujudkan kembali
Khilafah untuk seluruh dunia Islam, yang menyatukan dan melindungi
negeri Islam dari kebuasan penjajah Barat.
Pesawat tempur dan helikopter
tempur penjajah salibis Perancis telah membombardir mujahidin Anshar
Ad-Din dan Al-Qaeda Negeri Maghrib Islam (AQIM) sejak Jum'at (11/1/2013)
dalam pertempuran di kota Sevare dan Kona, Mali Utara. Invasi militer
telah digelar negara penjajah salibis Perancis di Mali Utara.
Presiden Perancis Francois Hollande, Menteri Luar Negeri Perancis
Laurent Fabius dan Mentri Pertahanan Perancis Jean-Yves Le Drian
menggebu-gebu menggalang dukungan Inggris, Amerika, Barat dan ECOWAS
untuk segera menerjunkan pasukannya dalam rangka dukungan terhadap
invasi militer salibis internasional tersebut.
Dunia internasional saat ini sedang mengikuti berita dan perkembangan
invasi militer ttersebut dengan penuh tanda tanya. Banyak pihak yang
masih belum memahami hakekat persoalan yang terjadi di Mali Utara dan
invasi militer tersebut. Lebih banyak lagi pihak yang mempertanyakan
dampak invasi militer tersebut terhadap aspek ekonomi, politik dan
keamanan Negara Mali, negara-negara Afrika Barat dan Barat sendiri.
Seberapa jauh persiapan dan kemampuan mujahidin Anshar Ad-Din dan
Al-Qaeda Negeri Maghrib Islam (AQIM) untuk melawan invasi militer
"keroyokan" tersebut? Apa upaya kedua kelompok jihad Islam tersebut
untuk menggalang dukungan dari rakyat Mali, negara-negara Afrika Barat
dan dunia Islam pada umumnya? Bagaimana pandangan kedua kelompok jihad
Islam itu terhadap rakyat negara-negara Afrika Barat dan Barat sendiri?
Untuk menjawab semua pertanyaan tersebut, kami menurunkan terjemahan
dari video Amir Mujahidin Al-Qaeda Negeri Maghrib Islam (AQIM),
asy-syaikh al-mujahid Abu Mush'ab Abdul Wadud hafizhahullah.
Video yang dirilis oleh Yayasan Al-Andalus, sayap media AQIM dan Markaz
Al-Fajr lil-I'lam pada 3 Desember 2012 tersebut berjudul Ghazwu Mali…Harbun Faransiyatun bil-Wakaalah atau Invasi Militer ke Mali…Perang Agen Perancis. Syaikh Abu Mush'ab Abdul Wadud, Amir Mujahidin Al-Qaeda Negeri Maghrib Islam (AQIM)
Dalam video yang berdurasi 26 menit 11 detik dan dipublikasikan
sekitar lima minggu sebelum dimulainya invasi militer Perancis di Mali
Utara tersebut, syaikh Abu Mush'ab Abdul Wadud menyampaikan enam pesan.
Pesan pertama membongkar tujuan sebenarnya dari invasi militer yang digelar Perancis, Barat dan ECOWAS di Mali Utara.
Pesan kedua menjelaskan tujuan mujahidin adalah melindungi agama,
tanah air dan kepentingan kaum muslimin dengan melawan penjajahan
kekuatan zionis-salibis internasional dan menghentikan intervensi mereka
atas urusan dalam negeri kaum muslimin.
Pesan ketiga merupakan ucapan selamat kepada para pemuda Mali Utara
yang bergabung dengan mujahidin untuk menegakkan proyek penerapan
syariat Islam. Pesan itu juga menyerukan kepada rakyat muslim Mali, para
ulama, juru dakwah, pemuda, orang tua, orang-orang cerdas dan
cendekiawannya serta seluruh sukunya untuk melindungi proyek penerapan
syariat Islam dengan mendukung mujahidin Anshar Ad-Din.
Pesan keempat merupakan seruan kepada bangsa-bangsa Afrika untuk
mendukung mujahidin dan menentang kezaliman penjajah salibis Barat.
Pesan kelima merupakan seruan kepada bangsa Perancis untuk melawan
kebijakan invasi militer Presiden Perancis dan melengserkannya guna
menghindarkan rakyat Perancis dari krisis ekonomi dan politik yang lebih
parah.
Pesan keenam merupakan pernyataan sikap tegas kepada Presiden
Perancis dan para pemimpin negara ECOWAS yang terlibat dalam invasi
militer di Mali Utara. AQIM menjanjikan perang gerilya dalam jangka
panjang yang akan menguras habis kemampuan ekonomi dan militer para
aggressor. AQIM juga menjanjikan serangan terhadap
kepentingan-kepentingan penjajah salibis Perancis di Afrika Barat.
Video pernyataan sikap Amir AQIM tersebut merepresentasikan
kematangan visi ideologi, ekonomi, politik dan militer mujahidin AQIM
dan Anshar Ad-Din. Dengan dimulainya invasi militer pasukan udara
Perancis di Mali Utara pada Jum'at (11/1/2013) lalu, maka genderang
jihad Islam versus perang salib baru telah dimulai di bumi Afrika Barat.
Dengan izin Allah, padang sahara Afrika Barat akan mengubur tentara
penjajah salibis Barat dan sekuleris Afrika Barat agen Barat. Insya
Allah.
"Dan mereka akan senantiasa memerangi kalian
sehingga mereka memurtadkan kalian dari agama kalian jika mereka mampu.
Maka barangsiapa di antara kalian murtad dari agamanya kemudian ia mati
dalam keadaan kafir, niscaya mereka itu telah terhapus amal kebajikannya
di dunia dan di akhirat kelak mereka adalah penduduk neraka, kekal
mereka di dalamnya."
(QS. Al-Baqarah [2]: 217)
Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang
Saudara-saudaraku kaum muslimin di semua tempat… As-salamu 'alaikum wa rahmatullah wa barakatuh…
Pesan saya ini datang pada saat Perancis dan negara-negara salibis
Barat menabuh gendering perang melalui agennya di kawasan pesisir Afrika
(Afrika Barat). Pada waktu ini yang semestinya dikeluarkan resolusi
internasional dan resolusi regional untuk menghentikan pembantaian demi
pembantaian yang dilakukan oleh rezim biadab Suriah terhadap anak-anak,
wanita dan rakyat muslim Suriah…dalam waktu yang sulit ini, justru Dewan
Keamanan PBB mengeluarkan rezolusi no. 2071 yang memberikan lampu hijau
bagi penjajahan terhadap negeri kaum muslimin di Mali, negeri yang
miskin di mana penduduknya mengalami kemiskinan, kelaparan dan ketidak
berdayaan akibat kekayaan alamnya dirampok oleh salibis Barat.
Setelah perampokan kekayaan alam tersebut, maka resolusi yang zalim
ini datang untuk menambahkan penjajahan secara langsung dan perampokan
lebih jauh, sebagai tambahan dari penjajahan terhadap Palestina, Irak,
Afghanistan dan Somalia.
Ini adalah sebuah serial baru dari serial-serial invasi
zionis-salibis terhadap negeri-negeri kaum muslimin, yang menjelaskan
dengan sangat terang rambu-rambu hukum rimba internasional yang terfokus
pada gabungan dari standar penilaian dan kebijakan zalim yang
diterapkan oleh pihak-pihak yang kuat terhadap pihak-pihak yang lemah,
dipaksakan oleh para tirani terhadap orang-orang yang tertindas.
Siapa yang bisa membayangkan atau terbetik dalam benaknya akan
digelar pertemuan-pertemuan (negara-negara salibis Barat dan Afrika
Barat) yang begitu cepat, mobilisasi dan tatap muka digalakkan pada
zaman yang berat ini sehingga terjadi pertemuan-pertemuuan PBB, DK PBB,
Uni Eropa dan Uni Afrika?
Bukan untuk menjatuhkan sang jagal durjana Bashar Asad, juga bukan
menghentikan kebiadaban Israel yang terus berlanjut terhadap rakyat kita
yang terkepung di Gaza…namun justru untuk memerangi Mali dengan dalih
mencegah kaum muslimin di Mali dari pemberlakuan hukm syariat Islam di
sana dan untuk menghentikan "bahaya Islam yang menyerang", yang jaraknya
dari Eropa tak lebih dari 3000 km belaka, seperti klaim mereka!
Sungguh Maha Benar Rabb kita Yang berfirman:
"Dan mereka akan senantiasa memerangi kalian sehingga mereka memurtadkan kalian dari agama kalian jika mereka mampu." (QS. Al-Baqarah [2]: 217)
Wahai kaum muslimin yang tertindas….
Wahai rakyat Afrika yang kekayaan alamnya dirampok oleh Perancis…
Wahai penduduk dunia yang merindukan penegakan keadilan di antara seluruh umat manusia..
Hari ini kita berada di hadapan kesempatan sejarah yang sangat
penting, dimana kebohongan terhadap penduduk dunia kembali dipasarkan
dan metode-metode penyesatan ala setan dikloning kembali…ini adalah
suatu kesempatan yang menarik memori kita ke belakang…mengingatkan kita
akan hari-hari sebelum terjadinya invasi militer ke Irak, mengingatkan
kita akan kebohongan terbesar Amerika yang dijajakan oleh George W. Bush
dan Collin Powel dengan tujuan menggalang kekuatan untuk melangsungkan
peperangan. Apakah kalian bisa mengingat hal itu? Itulah kebohongan
tentang senjata kimia dan bahwa Shadam Husain memiliki kaitan erat
dengan jaringan Al-Qaeda dan Abu Mush'ab Az-Zarqawi.
Hari ini, inilah dia negara salibis Perancis mengulang skenario
Amerika untuk menjustifikasi invasi militernya, memainkan peranan kotor
dan buruk yang sama…maka Menteri Luar Negeri Perancis lari kesana dan
kemari untuk menggerakkan dunia agar memerangi Mali dengan cara
membuat-buat kebohongan-kebohongan palsu yang menjustifikasi peperangan
yang zalim ini, yang dipaksakan oleh Perancis kepada semua pihak,
terutama kepada Afrika dan negara-negara pesisir (Afrika Barat).
Inilah dia (Presiden Perancis) Francois Hollande berbohong dan
menjadikan Al-Qaeda Negeri Maghrib Islam sebagai "hanger pakaian" tempat
ia menggantungkan kegagalan-kegagalan politik dalam negerinya….agar ia
bisa menyembunyikan di baliknya tujuan-tujuan berbahaya dan membawa
bencana yang akan menyebabkan penjajahan, pencabik-cabikan dan
penghancuran terhadap Mali…di mana pecahan-pecahan bencana tersebut akan
berhamburan mengenai setiap Negara tetangga dalam kawasan Afrika Barat,
tidak mungkin tidak hal (kehancuran luas di kawasan Afrika Barat) itu
pasti akan terjadi.
Kita mendengar dan menyaksikan sendiri pada hari ini bagaimana media
massa Perancis menempuh taktik terror dan berbohong kepada dunia, kepada
penduduk Afrika, kepada penduduk Perancis…membodohi penduduk Perancis
sendiri dan mengesankan kepada mereka bahwa ada ratusan mujahidin dari
Perancis dan Arab yang mengalir ke wilayah Mali, setelah itu mereka akan
berangkat untuk menyerang Eropa…menyebar di Afrika dan memerangi
penduduk Afrika. Ini adalah cara-cara kebohongan yang selalu menjadi
kebiasaan para rezim tiran, sejak George Bush, Qaddafi, Bashar Ashar dan
kini diulangi lagi oleh Hollande. Presiden
Perancis Francois Hollande membohongi rakyat Perancis dan publik
internasional untuk menjustifikasi invasi militer di Mali Utara
Dari titik tanggung jawab sejarah dan guna menjelaskan beberapa
kenyataan serta membuat beberapa poin penjelasan penting, dalam surat
ini saya hendak menyampaikan beberapa surat kepada beberapa pihak. Pesan pertama
Saya ingin membongkar tujuan-tujuan tersembunyi dan sebab-sebab
sebenarnya yang melatar belakangi invasi militer yang melalui agennya
Perancis ingin memaksakan kehendaknya kepada bangsa-bangsa di kawasan
(Afrika Barat) ini. Tujuan tersembunyi dan sebab sebenarnya adalah Perancis ingin
mendapatkan tambahan jaminan untuk merampok kekayaan kaum muslimin dan
bangsa-bangsa Afrika dengan terus mengalirnya secara deras Uranium dan
minyak bumi kepada industri Perancis tanpa Perancis membayar harga
semestinya, dengan menguras tenaga dan keringat para pekerja Nigeria
yang miskin. Sehingga perbendaharaan emas dan perak di Mali dan
negara-negara sekitarnya bisa dirampok oleh Perancis dengan harga
paling murah, sementara bangsa Mali tetap mendekam dalam kubangan lumpur
penderitaan dan kemiskinan. Sehingga anak-anak Eropa tetap bisa
menikmati lezatnya coklat, di saat anak-anak Mali menangis di
ladang-ladang Kakao di wilayah pedalaman.
Di samping itu, ada kedengkian salibis hitam yang turun-menurun dalam
perasaan dan lubuk hati Perancis, yang membuat Perancis menodai
kehormatan Nabi kita Muhammad shallallahu 'alaihi wa salam dengan cara
mempublikasikan gambar-gambar yang melecehkan beliau shallallahu 'alaihi
wa salam; Perancis juga melarang para muslimat di Perancis dari hak
privat mereka untuk memakai niqab (cadar), Perancis menekan kaum
muslimin di sana. Kedengkian yang sama telah mendorong Perancis untuk
memobilisasi peperangan yang mencegah kaum muslimin dari hak mereka
untuk hidup dengan berkomitmen kepada syariat mereka dan keislam an
mereka di negeri mereka sendiri yang 90 persen warganya adalah muslim.
Secara sederhana saja sudah sangat jelas bahwa ini adalah perang
Perancis yang zalim dengan memakai agennya, didorong oleh ambisi
material yang bercampur baur dengan kedengkian salibis terhadap Islam
dan kaum muslimin.
Guna merealisasikan ambisi-ambisinya, setiap hari Perancis rajin
melakukan intervensi dan menempatkan kekuatan militernya yang pada
gilirannya akan menjadi penempatan permanen di Mali Utara.
Bukan itu saja. Bahkan hal itu barulah langkah pertama, jika Perancis
sukses ---dengan izin Allah, Perancis tidak akan sukses--- akan menjadi
benteng pertahanan yang kokoh, darinya Perancis akan melanjutkan
rencana-rencana setannya yang berporos pada taktik menyalakan
konflik-konflik di kawasan Afrika Barat dan mendorong pencabik-cabikan
wilayah-wilayah yang telah lebih dahulu tercabik-cabik. Sehingga rencana
jahat Perancis ini bukan saja mengancam Mali, namun juga mengancam
seluruh negara di Kawasan ini dengan bencana, peperangan dan
pencabaik-cabikan wilayah. Pembagian negara Sudan belum berlalu lama
dari ingatan kita semua. Pesan Kedua Saya ingin menegaskan bahwa tanzhim Al-Qaeda belum dan tidak
akan menjadi sebuah ancaman, tidak bagi Mali, tidak bagi negara-negara
tetangga, tidak pula bagi negara-negara Afrika, tidak seperti berita
bohong dan klaim palsu Perancis. Sebab tujuan mujahidin sudah jelas,
yaitu membela agama mereka dan kepentingan-kepentingan umat mereka
dengan cara menargetkan aliansi zionis-salibis sehingga aliansi
zionis-salibis menghentikan penjajahannya terhadap negeri-negeri kaum
muslimin dan intervensi mereka terhadap urusan dalam negeri kaum
muslimin.
Adapun negara-negara tetangga Mali dan negara-negara Afrika, maka
tidak menjadi target-target kami kecuali sebatas pembelaan terhadap
nyawa kami. Oleh karena itu para pemimpin negara-negara tersebut jangan
sampai terseret kepada peperangan yang sebenarnya bukan peperangan
(untuk kepentingan) mereka; mereka harus belajar dari
kesalahan-kesalahan orang lain; mereka harus mengetahui bahwa Perancis
hanya menginginkan kepentingan Perancis, bukan kepentingan mereka.
Perancis ingin menjadikan kepala negara-negara Afrika, tentara mereka
dan rakyat mereka sebagai bahan bakar bagi gejolak api yang kobarannya
akan menjangkaui ibukota-ibukota negara mereka; sementara pada saat yang
rakyat Perancis merasakan keamanan, menikmati kekayaan alam
negara-negara Afrika dan berlindung di balik lautan yang jauh. Oleh karena itu saya nasehatkan kepada para pemimpin
negara-negara Afrika, janganlah mereka berbaris di belakang (Presiden
Perancis) Francois Hollande jika mereka benar-benar
menginginkan kebaikan bagi negara dan rakyat mereka. Hendaknya mereka
mengambil pelajaran dari kata pepatah yang berbunyi: "Jika rumahmu terbuat dari kaca, maka janganlah engkau melempari manusia dengan batu!" Sudah sama-sama diketahui bahwa "rumah" Aljazair terbuat dari
kaca, demikian juga "rumah" Senegal, Niger dan Mauritania. Dari arah
kami sendiri, kami tidaklah berambisi dan tidak memiliki keinginan untuk
melempari "rumah-rumah" tersebut dengan batu, kecuali jika batu-batu
mereka mengenai kami, maka pada saat tersebut kami terpaksa akan
melempari "rumah kaca mereka yang rapuh" tersebut dengan batu. Pesan Ketiga
Kepada bangsa muslim Mali yang perwira, memegang teguh agamanya dan
kebudayaan Islamnya yang telah mendarah daging…saya katakan kepada
mereka: Sesungguhnya problem lama yang kini dihidupkan kembali di negara
kalian adalah problem dalam negeri di antara kaum muslimin, bisa
diselesaikan dalam negeri melalui perdamaian di antara sesama kaum
muslimin sendiritanpaharus menumpahkan satu tetes darah sekalipun.
Setiap cendekiawan, tokoh masyarakat dan pemimpin di negara kalian
memahami hal itu dan mengetahui solusi damai di antara sesama kalian itu
memungkinkan untuk ditempuh. Maka untuk apa kehadiran orang-orang kafir
yang asing di negara kalian? Untuk apa para penjajah salibis turut
campur dalam urusan-urusan kaum muslimin? Kapan kekuatan superpower
arogansi dan tirani internasional yang menjadi penumpah darah
orang-orang tak berdosa dan para pedagang perang tiba-tiba memiliki
keinginan kuat untuk memberikan kemaslahatan bagi kaum muslimin, kalau
bukan karena mereka semakin berambisi terhadap minak bumi yang bercampur
dengan darah seorang muslim?
Sesungguhnya Perancis berdusta kepada kalian ketika Perancis
mengklaim sangat menginginkan persatuan Mali, padahal seluruh
bukti-bukti menunjukkan secara jelas fakta sebaliknya dan menegaskan
bahwa Perancis adalah pihak yang paling berambisi untuk memecah-belah
Mali. Bukankah Perancis adalah pihak yang mendukung Gerakan Nasional
Pembebasan Azawad dengan tujuan menjadikannya mampu menguasai Mali Utara
dan mendirikan negara sendiri?
Namun, segala puji bagi Allah, saudara-saudara kalian mujahidin dan
putra-putra kalian dari kalangan aktifis Islam di Mali Utara berhasil
menghancurkan program-program setan Perancis dan merusak rencana-rencana
penuh makar Perancis.
Hari ini Perancis ingin mengulang usaha yang sama dengan cara mirip
yang bersandar, pertama, pada intervensi militer, kemudian kedua pada
pembagi-bagian wilayah di mana wilayah Mali Utara akan tetap tunduk
kepada agen-agen dan antek-antek Perancis selamanya. Namun usaha mereka
itu akan mustahil berhasil, mustahil berhasil.
Wahai saudara-saudaraku kaum muslimin di Mali… Sesungguhnya jaminan yang sesungguhnya bagi persatuan Mali
dan penyatuan bangsa Mali adalah proyek Islam yang akan mencegah
pembagi-bagian wilayah, menjaga darah, merealisasikan keadilan,
mengembalikan hak-hak, mempersaudarakan dan menyatukan di antara setiap
kelompok bangsa kalian.
Hari ini ada kesempatan emas dan berharga untuk saling memahami dan
bersepakat sekitar proyek Islam ini di antara putra-putra bangsa muslim
yang satu dan saudara-saudara seagama yang satu, yang jauh dari kekuatan
superpower arogansi internasional dan jauh dari intervensi militer yang
didorong oleh negara salibis Perancis, yang tidak akan mendatangkan
bagi kalian selain kehancuran, keruntuhan dan bencana. Maka janganlah
kalian melewatkan kesempatan emas tersebut dan dukunglah upaya tersebut
dengan segenap kekuatan dan tekad baja.
Di sini saya mempergunakan kesempatan ini: Pertama, saya sampaikan ucapan terima kasih dan
apresiasi kepada rakyat kami di Mali Utara, di mana sejumlah besar para
pemudanya yang memiliki semangat pembelaan terhadap agama dan tanah
airnya bangkit dan bergabung dengan barisan-barisan mujahidin untuk
membela Islam dan berperan dalam melawan para penjajah yang ingin
menjajah negeri mereka. Kedua, saya serukan kepada rakyat muslim
Mali…hendaklah para ulama, juru dakwah, pemuda, orang tua, orang-orang
cerdas dan cendekiawannya serta seluruh sukunya bangkit untuk melindungi
proyek Islam dengan cara meletakkan tangan mereka pada tangan
saudara-saudara mereka Gerakan Anshar Ad-Din, hendaklah mereka membangun
kesepahaman dengan saudara-saudara mereka Gerakan Anshar Ad-Din,
hendaklah menjadi tangan yang satu dan barisan yang saling menguatkan
demi menyelamatkan negara Mali dari pemecah-belahan dan menghilangkan
kesempatan para pengintai jahat yang tidak mempedulikan kepetingan
negara dan kepentingan rakyat. Dengan izin Allah, barisan mereka yang
saling menguatkan tersebut akan menjadi benteng kokoh yang menghadang
dan mencerai beraikan ambisi-ambisi penjajah salibis dari luar negeri
yang sedang menunggu-nunggu kesempatan.
Saya juga menyerukan kepada kaum muslimin di setiap tempat untuk
menolong saudara-saudara mereka di Mali dan memberikan kepada mereka
semua bentuk bantuan dan dukungan. Sebab seorang muslim adalah saudara
bagi muslim lainnya dan kaum beriman itu bagaikan satu tubuh. Mujahidin Anshar Ad-Din Mali Utara dengan senapan mesin penangkis serangan udaraPesan Keempat
Pesan ini saya tujukan kepada bangsa-bangsa Afrika. Saya ingin menjelaskan kepada mereka bahwa peperangan
Al-Qaeda dan mujahidin melawan penjajah Barat yang ganas bukanlah untuk
membela kepentingan-kepentingan kaum muslimin semata. Namun ia juga
merupakan pembelaan terhadap orang-orang yang dizalimi dan ditindas di
seluruh dunia; ia merupakan perlawanan terhadap kezaliman yang menjajah
seluruh umat manusia, secara khusus penjajahan terhadap bangsa-bangsa
Afrika yang diperbudak oleh orang Barat dan digiring sebagai budak yang
terikat dengan rantai-rantai mereka melalui samudra-samudra agar orang
Barat bisa membangun perdabannya di atas penderitaan dan nestapa
bangsa-bangsa Afrika.
Kami ingin kalian, wahai bangsa-bangsa Afrika, membebaskan diri dari
dominasi Barat dan menghancurkan belenggu-belenggu Barat. Karena di
antara tujuan kami adalah membebaskan manusia dari peribadatan kepada
sesame manusia menuju peribadatan kepada Tuhannya manusia. Kami juga
ingin keadilan menyebar rata di antara seluruh manusia tanpa ada
diskriminasi antara warga kulit hitam dan warga kulit putih, kecuali
perbedaan atas dasar ketakwaan. Maka kemenangan mujahidin melawan Barat yang merampok
kekayaan alam kalian dan membangun kemewahan bangsa-bangsa Barat di atas
kemiskinan dan kelaparan anak-anak kalian, pada hakekatnya adalah
kemenangan bangsa-bangsa Afrika dan perolehan hasil mereka yang besar. Pesan Kelima
Saya sampaikan kepada bangsa Perancis. Saya katakana kepada mereka: Sesungguhnya
Hollande yang popularitasnya anjlok ingin menutup-nutupi kegagalan
politik dalam negerinya dengan cara melarikan diri ke depan. Dengan hal
itu, ia ingin menjerumuskan kalian lebih jauh lagi dari keterjerumusan
kalian sebelumnya dalam perang Afghanistan. Hal serupa sebelumnya telah
dilakukan oleh George W. Bush, namun ia gagal dan kecewa.
Hollande ingin mempertaruhkan keamanan kalian,
kepentingan-kepentingan kalian dan kehidupan anak-anak kalian ke dalam
bahaya yang lebih besar dari waktu-waktu yang telah lalu.
Maka hendaklah kalian bertanya kepada setiap pakar ekonomi: Apakah
peperangan-peperangan yang telah diterjuni atas keputusan para politikus
Barat di Afghanistan, Irak dan Somalia menambah kemakmuran Eropa?
Ataukah ia justru menjerumuskan Eropa dalam krisis ekonomi parah yang
sebelumnya belum pernah terjadi sehingga berpotensi meruntuhkan Eropa?
Hendaklah kalian bertanya kepada para ibu yang anak-anaknya menjadi
tentara-tentara Perancis dan tewas di Afghanistan; Apakah keputusan ikut
dalam peperangan di Afghanistan ditanggung akibatnya oleh (Presiden
Perancis periode tersebut, Nicolas) Sarkozy ataukah dampak-dampaknya
menjadi penderitaan dan kerugian bagi negara Perancis?
Jika para cendekiawan kalian sepakat bahwa keputusan ikut serta dalam
perang di Afghanistan tersebut adalah keputusan yang salah, maka
ketahuilah oleh kalian bahwa keputusan Hollande yang menggelar
peperangan di kawasan pesisir (Afrika Barat) pada hari-hari mendatang
akan membuktikan kepada kalian bahwa ia lebih buruk bahayanya dari
keputusan Sarkozy, harganya akan sangat mahal dan anggarannya akan jauh
lebih besar. Tentara-tentara penjajah salibis Perancis tewas di Afghanistan dalam pertempuran dengan mujahidin Taliban
Sesungguhnya cara menjaga kepentingan-kepentingan Perancis adalah
hendaknya Perancis meninggalkan sarana-sarana dan kebijakan-kebijakan
yang menjadikan Perancis sebagai target serangan.
Kepentingan-kepentingan Perancis, bagi para cendekiawan kalian, bisa
dijaga dengan cara-cara yang mudah dan berbiaya jauh lebih murah
dibandingkan biaya-biaya peperangan yang dilancarkan oleh Hollande.
Mereka cukup menempuh arah yang benar saja, maka kepentingan-kepentingan
Perancis akan terlindungi. Maka ambillah inisiatif, sebagaimana nenek moyang kalian para
revolusioner mengambil inisiatif dan bergerak sebelum kesempatannya
lewat, guna menghentikan dan melengserkan Presiden yang gagal ini, yang
ingin menutup-nutupi kegagalannya dengan menenggelamkan kalian lebih
dalam dan lebih dalam lagi dalam perang yang gagal, di mana karakter
paling menonjolnya adalah akan memberikan legalitas lebih besar bagi
persoalan kami, membuat kami memperoleh simpati lebih luas dan membuat
kami semakin tegar dan bersemangat baja untuk menghantam
kepentingan-kepentingan kalian. Dan alangkah banyaknya
kepentingan-kepentingan sangat vital Perancis di negara-negara pesisir
(Afrika Barat) yang sampai saat ini belum kami putuskan kapan akan
menjadi target serangan.
Dalam kesempatan ini, saya tidak lupa untuk mengingatkan keluarga
para sandera warga Perancis yang berada di tangan kami…kami tegaskan
kepada mereka satu perkara penting…
Presiden kalian, Hollande, bersikap kontradiktif dan membodohi kalian
dalam perkara anak-anak kalian. Di satu sisi Hollande mengumumkan
kepada kalian bahwa ia bekerja untuk menyelamatkan mereka, namun pada
realita di lapangan ia ngotot melangsungkan intervensi militer dan
melakukan pergerakan militer secara rahasia yang berarti ia sedang
menggali kuburan bagi anak-anak kalian dan ingin melepaskan diri dari
tanggung jawab terhadap pembebasan mereka.
Maka saya nasehatkan kepada kalian untuk melakukan gerakan
ternag-terangan secara cepat dan melalui media massa untuk menyelamatkan
anak-anak kalian yang akan dikorbankan oleh Presiden Hollande untuk
kepentingan pribadi dan politiknya belaka. Seandainya orang-orang yang
disandera adalah kerabat-kerabat Hollande sendiri, tentu sepenuhnya ia
akan melakukan pendekatan yang berbeda guna menyelesaikan kasus ini. Pesan Terakhir saya
Saya sampaikan kepada setiap orang yang memobilisasi dan nekat
menggelar perang yang zalim ini, di mana pemimpinnya adalah Presiden
Perancis dan sebagian pemimpin negara-negara pesisir barat Afrika yang
berbaris di belakang Presiden Perancis.
Saya katakan kepada mereka… Jika kalian menginginkan perdamaian dan keselamatan di negara
kalian dan negara-negara pesisir (Afrika Barat) serta negara-negara
sekitarnya, maka kami menyambut baik keinginan tersebut… Namun jika kalian menginginkan peperangan maka kami pun akan
melayani keinginan kalian…padang sahara yang luas akan menjadi kuburan
bagi tentara-tentara kalian dan kehancuran bagi harta-harta kalian,
dengan izin Allah… Kami adalah putra-putra perang…kami tumbuh dewasa dalam
suasana perang dan kami memiliki pengalaman yang kaya dalam persoalan
perang yang membuat kami akan memenangkan peperangan seperti ini… Kami sampaikan kabar gembira kepada kalian bahwa kami
memiliki nafas yang sangat panjang…dahulu kami telah menerjuni
peperangan yang memakan waktu dua puluh tahun dengan berbekal senapan
berburu dan beberapa pucuk senapan mesin belaka. Adapun sekarang Allah
telah mengaruniakan kepada kami perbendaharaan yang besar berupa
persenjataan, amunisi dan para pemuda yang bersemangat baja. Maka kami
mampu membalas segala bentuk serangan dan kami mampu memberikan
perlawanan untuk satu abad ke depan…kami akan antusias menjadikan perang
ini sebagai perang jangka panjang yang menguras energi kalian dan
memperdalam krisis ekonomi dan politik kalian. Dan kami akan sangat
antusias menjadikan pecahan-pecahan perang ini menghantam setiap rumah
kaca lemah yang pemiliknya turut serta dalam menyerang kami. Mujahidin Al-Qaeda Negeri Maghrib Islam (AQIM)
Kami akan menerjuni peperangan suci demi Islam dan membela tanah air
Islam, dengan meminta pertolongan kepada Rabb kami dan percaya
sepenuhnya akan pertolongan-Nya kepada hamba-hamba-Nya yang beriman.
Sesungguhnya Allah yang telah mengalahkan Amerika dan antek-anteknya di
di Afghanistan dan Irak akan mampu untuk mengalahkan Perancis dan
antek-anteknya di gurun sahara terluas, yang akan menenggelamkan mereka
dalam lautan pasirnya yang panas membakar.
Jika kalian menginginkan perang, maka kami menyambutnya dan akan
menambahnya, dan kami akan meraih kemenangan dengan kekuatan dan
pertolongan Allah semata. Sebagaimana Allah 'Azza wa Jalla firmankan
dalam kitab suci-Nya,
"Orang-orang yang yakin bahwa mereka kelak akan menghadap Allah,
mereka itu mengatakan: "Betapa sering terjadi satu kelompok kecil
mengalahkan satu kelompok besar atas izin Allah dan Allah senantiasa
bersama orang-orang yang sabar." (QS. Al-Baqarah [2]: 249)
Segala puji bagi Allah Rabb seluruh alam.
Sebagai insan yang dhaif, tentunya pernah
melakukan serangkaian kesalahan dalam setiap episode kehidupan yang kita
jalani. Tidak dapat dipungkiri bahwa setiap kesalahan yang kita lakukan
tentunya akan mengundang reaksi dari orang yang melihat apa yang kita
lakukan. Reaksi ataupun respon seseorang ketika melihat kesalahan yang
kita lakukan tentu akan beraneka ragam, ada yang cukup hanya berdiam
diri acuh tak acuh, ada yang hanya mendoakan dalam hati, dan ada pula
yang langsung terjun memberikan nasehat.
Lantas ada di barisan manakah diri kita
ini? Apakah ketika kita melihat saudara kita melakukan perbuatan yang
salah, kita akan membiarkan saudara kita terus terjumus ke dalam lubang
kesalahan yang semakin dalam? Bagaimanapun juga ketika kita melihat
suatu kesalahan yang dilakukan oleh sahabat ataupun saudara kita sendiri
sudah seharusnya kita tidak berdiam diri. Atau mungkin ada yang berkata
“ah kalau saya cukup mendoakan saja didalam hati saya, semoga si fullan
tidak melakukan kesalahan yang sama”. Betul memang mendoakan didalam
hati kita agar saudara kita tidak melakukan kesalahan yang sama itu
baik, tetapi alangkah baiknya lagi manakala kita sinergikan dengan
action untuk memberikan juga nasehat dan uluran tangan agar teman
ataupun sahabat kita tidak melakukan kesalahan yang sama, setidaknya ini
adalah bentuk simpati kita terhadap teman atupun saudara kita.
Kita juga mungkin pernah menghadapi
seseorang yang ketika kita berikan nasehat agar tidak terjerumus kedalam
lubang kesalahan yang mengakibatkan dosa besar, kemudian nasehat kita
ditolak ataupun diabaikan begitu saja. Maka janganlah kita berputus asa,
karena banyak cara yang indah untuk kita tempuh agar saudara atau
bahkan sabahat kita bisa kembali kedalam jalan yang lurus. Karena
sungguh Allah lah Yang Maha Kuasa membolak balikan hati seseorang, tugas
kita hanyalah menyampaikan pesan pesan kebaikan dengan cara yang baik,
setidak nya ketika kita menyampaikan pesan ataupun nasehat untuk saudara
kita yang harus kita pegang. Sampaikanlah nasehat dengan cara yang
indah, kemudian bernilai pahala, selanjutnya bermanfaat untuk yang
memberikan nasehat dan menerima nasehat dan yang terakhir hendaklah
ketika menyampaikan nasehat tidak dengan menyakiti hati orang yang
dinasehati.
Maka agar setiap nasehat kabaikan yang kita
sampaikan ini bisa efektif, setidaknya ada 7 ( tujuh ) hal yang harus
kita perhatikan :
Sampaikanlah dengan niatan lurus dan ikhlas hanya mengharap ridha
Allah, bukan mengharapkan perhatian ataupun menjatuhkan harga diri orang
yang kita berikan nasehat.
Sampaikanlah setiap untaian kalimat nasehat dengan cara yang baik
dan dengan tutur kata yang lembut karena penyampaian nasehat yang
melibatkan hati akan sampai pula kehati. Kemudian sampaikanlah dengan
bahasa yang mudah dipahami oleh orang yang kita nasehati sehingga ia
bisa mencerna pesan yang disampaikan dengan baik, sebagaimana Firman
Allah dalam Surat An Nahl[16] Ayat 125 “Serulah (manusia) kepada
jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik serta bantahlah
mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih
mengetahui siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Yang lebih mengetahui
orang-orang yang mendapat petunjuk”.
Sampaikanlah nasehat pada orang yang bersangkutan ketika ia sedang
sendirian untuk menjaga harga dirinya, karena jika kita sampaikan
dihadapan publik dikhawatirkan nasehat yang kita sampaikan akan menjadi
hal yang multitafsir bagi orang lain yang mendengarnya.Imam Syafi`i
–rahimahullah- berkata: “Berilah aku nasihat secara berduaan, dan
jauhkan aku dari nasihatmu di tengah orang banyak; karena nasihat di
tengah-tengah orang banyak itu mengandung makna celaan yang aku tidak
suka mendengarnya”.
Pahamilah setiap isi nasehat yang kita sampaikan, dan nasehat yang
disampaikan haruslah berdasarkan ilmu agar lebih mudah diterima.
Lihat kondisi orang yang akan kita nasehati, setidaknya kita harus
mencari momentum yang pas untuk bisa menyampaikan nasehat kita kepada
orang yang bersangkutan, jangan sampai ketika kita hendak memberikan
nasehat ternayat kondisi orang yang akan kita nasehati sedang dalam
posisi yang kalut, atau di saat ia sedang bersama rekan-rekannya atau
kerabatnya. Dan hendaklah pemberi nasihat mengetahui perasaan,
kedudukan, pekerjaan dan problem yang dihadapi orang yang akan
dinasihati itu.
Jadilah teladan bagi orang yang akan kita nasehati, jangan sampai
nasehat kebaikan yang kita berikan tidak sesuai dengan perbuatan kita
sehari hari.“Wahai orang-orang yang beriman, kenapa kamu mengatakan
sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Allah
bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.” (QS. As-Shaff:
2-3)
Bersabar dalam memberikan nasehat, karena setiap orang yang menerima
nasehat akan membutuhkan waktu untuk bisa mencerna dari setiap nasehat
yang ia terima, maka doakan selalu agar Allah membolak balikan hati
saudara yang kita nasehati agar tidak masuk kedalam lubang kesalahan
yang sama.
Maka mulai saat ini mari kita saling
menasehati dalam kebaikan, bukan saling mencela dalam keburukan, nasehat
yang berasal dari hati yang tulus ikhlas karena menghadap ridha Allah
pasti akan sampai pula ke hati. sumber
ALLAH SWT telah memberi tanda kematian seorang muslim sejak 100 hari, 40 hari, 7 hari, 3 hari dan1 hari menjelang kematian. Tanda 100 hari menjelang ajal :
Selepas
waktu Ashar (Di waktu Ashar karena pergantian dari terang ke gelap),
kita merasa dari ujung rambut sampai kaki menggigil, getaran yang sangat
kuat, lain dari biasanya, Bagi yang menyadarinya akan terasa indah
dihati, namun yang tidak menyadari, tidak ada pengaruh apa-apa. Tanda 40 hari menjelang kematian :
Selepas
Ashar, jantung berdenyut-denyut. Daun yang bertuliskan nama kita di
lauh mahfudz akan gugur. Malaikat maut akan mengambil daun kita dan
mulai mengikuti perjalanan kita sepanjang hari. Tanda 7 hari menjelang ajal :
Akan
diuji dengan sakit. Orang sakit biasanya tidak selera makan. Tapi
dengan sakit ini tiba-tiba menjadi berselera meminta makanan ini dan
itu. Tanda 3 hari menjelang ajal :
Terasa
denyutan di tengah dahi. Jika tanda ini dirasa, maka berpuasalah kita,
agar perut kita tidak banyak najis dan memudahkan urusan orang yang
memandikan kita nanti. Tanda 1 hari sebelum kematian :
Di waktu Ashar, kita merasa 1 denyutan di ubun-ubun, menandakan kita tidak sempet menemui Ashar besok harinya.
Bagi
yang khusnul khotimah akan merasa sejuk dibagian pusar, kemudian ke
pinggang lalu ke tenggorokan, maka dalam kondisi ini hendaklah kita
mengucapkan 2 kalimat syahadat.
Imam Al-Ghazali, mengetahui
kematiannya. Beliau menyiapkan sendiri keperluannya, beliau sudah mandi
dan wudhu, meng-kafani dirinya, kecuali bagian wajah yang belum ditutup.
Beliau memanggil saudaranya Imam Ahmad untuk menutup wajahnya.
Bagaimana dengan kita?
PADA Perang Uhud, Rasulullah Saw kehilangan banyak para sahabatnya
yang memiliki banyaka hafalan Al-Quran yang gugur sebagai syuhada di
medan jihad itu. Menjelang perang berikutnya, Rasulullah Saw
memerintahkan agar tidak semua umat Islam menjadi prajurit tempur di
medan laga, namun harus ada sebagian yang khusus mendalami ilmu,
tafaqquh fid-din, termasuk menghafal Al-Quran. Instruksi Rasulullah Saw
itu berlandaskan wahyu:
“Tidak sepatutnya bagi
mu'minin itu pergi semuanya . Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap
golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan
mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila
mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga
dirinya”. (Q.S. Al-Taubah/9 :122)
Demikian
pula pada masa kekhilafahan Abu Bakar As-Shiddiq r.a, tepatnya pada
perang Yamamah, dimana sekitar tujuh puluh sahabat Rasulullah Saw, para
penghafal Al-Quran gugur menjadi syuhada. Kemudian Umar bin Khattab r.a
berinisiatif dan kemudian berdiskusi dengan para sahabat seperti Abu
Bakar r.a kemudian Utsman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib serta
menunjuk sahabat Zaid bin Tsabit sebagai juru tulis wahyu untuk
mengumpulkan Al-Quran dalam bentuk mushaf. Singkatnya, dengan
mengumpulkan para penghafal Al-Quran dan dengan seleksi yang ketat
akhirnya Al-Quran tahap demi tahap berhasil dikumpulkan dalam bentuk
mushaf terutama di masa kekhilafahan Utsman bin Affan r.a
Kilasan
sejarah Islam di atas hanyalah salah satu bukti, betapa para “penjaga
ilmu Islam”, termasuk di dalamnya penghafal Al-Quran –karena Al-Quran
merupakan sumber utama ajaran Islam-- menempati posisi mulia. Allah Swt
memang menjamin, Dialah yang menjaga Al-Quran sebagaimana Dia pula yang
menurunkannya sebagai pedoman hidup hamba-hamba-Nya. Namun, Allah juga
memilih orang-orang khusus sebagai “khalifah”-Nya dalam menjaga
kemurnian dan kemuliaan Kalam-Nya, yakni para penghafal Al-Quran
(Huffazh).
Penghafal Al-Quran merupakan orang-orang terpilih di
antara hamba-hamba Allah Swt. Mereka ibarat pasukan elite dan khas,
sebagai “pasukan khusus pengawal Al-Quran”, dan tentu saja dengan
imbahan kemuliaan, keberkahan, atau pahala yang “elite” dan “khas” pula.
Allah menjamin tidak akan ada yang mampu memalsukan Al-Quran,
bahkan satu ayat pun, sebagaimana tidak akan ada manusia dan jin yang
mampu membuatnya. Jaminan Allah itu diberikan karena akan selalu hadir
para penghafal Al-Quran dari zaman ke zaman. Kesalahan sedikit pun,
disengaja ataupun tidak disengaja, akan langsung diketahui dan
dikoreksi.
Apakah kita tertarik menjadi anggota “pasukan khusus
pengawal Quran” itu? Jika ya, buku cara cerdas menghafal Al-Quran ini
merupakan pilihan tepat sebagai panduan praktis, tahap demi tahap, untuk
menjadi penghafal Al-Quran.
Materi buku ini merupakan kumpulan
tanya-jawab atau konsultasi tahfizh di situs www.warnaislam.com. Atas
usulan banyak pihak, artikel-artikel itu dikoleksi, diedit kembali, dan
disusun sedemikian rupa sehingga dapat diterbitkan sebagai buku.
Dalam
buku ini ditegaskan, menghafal Al-Quran itu mudah, tidak susah. Allah
Swt sendiri yang menegaskannya, berkali-kali. Jadi, siapa pun, dalam
usia berapa pun, dapat dengan mudah menjadi seorang penghafal Al-Quran
(Hafizh), asalkan mampu memenuhi syarat dan menjalani proses, tahapan
demi tahapan, sebagaimana secara gamblang dikupas dalam buku ini.
Semoga
buku ini bermanfaat dan bernilai ibadah. Penulis haturkan terima kasih
kepada semua pihak yang telah membantu penerbitan buku ini. Semoga semua
jerih payah yang kita lakukan ini menjadi pemberat timbangan amal kita
di hari yang tidak adalagi manfaat harta dan anak kecuali bagi orang
yang medatangi Allah dengan hati yang bersih. Amien ya Rabbal ‘alamien.
Wassalam sumber
Oleh : KH. Fahmi Islam Jiwanto, MA[1] Ketua Dewan Pembina Yayasan Muntada Ahlil Quran
Para
ahli kelautan, setelah melalui kemajuan ilmu pengetahuan, telah dapat
menyingkap adanya batas antara lautan. Mereka menemukan bahwa ada
pemisah antara setiap lautan, pemisah itu bergerak di antara dua lautan
dan dinamakan dengan front (jabhah) dianalogikan dengan front yang
memisahkan antara dua pasukan. Dengan adanya pemisah ini setiap lautan
memelihara karakteristiknya sehingga sesuai dengan makhluk hidup yang
tinggal di lingkungan itu.
Meskipun ada pemisah ini, dua lautan tetap bisa bercampur secara
lambat yang membuat jumlah air laut yang menyeberang dari laut satu ke
laut yang lain mendapatkan karakteristik lautan tempat air itu menuju,
melalui pemisah yang bekerja mengaduk air yang lewat dari laut ke laut
yang lain. Dengan demikian setiap lautan tetap memelihara
karakteristiknya.
Banyak tahapan yang telah dilalui ilmu
pengetahuan manusia untuk mengetahui sifat-sifat air laut, di antaranya
tentang batas-batas laut. Pada tahun 1873M/1283H para ilmuwan dari
tim peneliti Inggris, dalam ekspedisi laut Challenger, menemukan adanya
perbedaan di antara sampel-sampel air laut yang diambil dari berbagai
lautan. Dari situ manusia mengatahui bahwa air laut berbeda-beda
kondisinya satu dengan yang lain, dalam hal kadar garam, temperatur,
berat jenis, dan jenis biota lautnya.
Penemuan hal ini dihasilkan
setelah menyelesaikan pelayaran ilmiyah selama tiga tahun, mengarungi
seluruh lautan di bumi. Ekspedisi ini mengumpulkan informasi-informasi
dari 362 pos yang diperuntukkan untuk menyelidiki karakteristik
lautan-lautan. Laporan perjalanan tersebut memenuhi 29.000 halaman dalam
50 jilid, yang penyusunannya memakan waktu 23 tahun. Di tambah lagi
bahwa ekspedisi tersebut adalah salah satu penemuan ilmiah yang besar
karena telah memperlihat kedangkalan pengetahuan manusia sebelumnya
tentang lautan.
Setelah tahun 1933 diadakan ekspedisi ilmiah
Amerika di Teluk Meksiko. Disebar ratusan pos-pos lautan untuk
mempelajari karakteristik lautan. Ditemukan bahwa sejumlah besar dari
pos-pos tersebut memberikan informasi yang seragam tentang karakteristik
air di wilayah itu, dalam hal kadar garam, berat jenis, suhu, biota
laut, dan kemampuan melarutkan oksigen. Di sisi lain pos-pos yang lain
memberikan informasi seragam yang lain tentang wilayah lain. Sehingga
ahli kelautan berkesimpulan tentang adanya dua laut yang berbeda
sifatnya, tidak sekedar perbedaan sampel seperti yang ditemukan pada
ekspedisi Challenger.
Melalui ratusan ”stasiun” laut yang dibuat
untuk mempelajari karakteristik lautan, para ilmuwan menyimpulkan bahwa
perbedaan karakter tersebut mendeterminasi satu lautan dengan yang
lainnya. Akan tetapi mengapa lautan-lautan tersebut tidak bercampur dan
lalu menjadi seragam padahal pengaruh kekuatan surut dan pasang terus
menggerakkan air laut dua kali sehari, menjadikan air laut selalu datang
dan pergi, bercampur dan bergolak? Ditambah faktor-faktor lain yang
membuat air laut selalu bergerak dan bergolak seperti gelombang
permukaan, gelombang bawah, arus air dan lautan. Pertama kali muncul
jawaban itu di lembaran buku-buku ilmiah pada tahun 1942M / 1361H. Studi
yang mendalam tentang karakteristik lautan menyingkap adanya
lapisan-lapisan air pembatas yang memisahkan antara lautan-lautan yang
berbeda-beda, dan berfungsi memelihara karakteristik khas setiap lautan
dalam hal kadar berat jenis, kadar garam, biota laut, suhu, dan
kemampuan melarutkan oksigen.
Setelah tahun 1962 diketahui fungsi
batas-batas laut tersebut dalam ”mengolah” aliran air laut yang
menyeberang dari satu laut ke laut yang lain sehingga laut yang satu
tidak melampaui. laut yang lain. Dengan demikian lautan-lautan tersebut
tidak bercampur aduk karena setiap lautan menjaga karakteristiknya
masing-masing dan batas-batas wilayahnya karena adanya pembatas-pembatas
tersebut.
Skema di bawah menjelaskan batas-batas air Laut Tengah
Mediterania yang hangat dan berkadar garam tinggi ketika memasuki
Samudra Atlantik yang dingin dan memiliki kadar garam lebih rendah.
Pemisah
antara air Laut Tengah dan air Samudra Atlantik. Tampak perbedaan
pemisah (front) dari kedua lautan dalam hal kadar garam dijelaskan
dengan garis, angka dan warna.
Dan akhirnya manusia dapat
memotret pembatas-pembatas tersebut dengan teknologi foto inframerah
menggunakan satelit di mana terlihat bahwa lautan yang tampaknya satu
kesatuan ternyata memiliki benyak perbedaan di antara bagian-bagian air
di berbagai lautan. Tampak perbedaan warna sesuai dengan perbedaan
temperatur.
Dalam riset lapangan untuk membandingkan antara air
Teluk Oman dan air Teluk Persia menggunakan angka, perhitungan dan
analisis kimiawi, tampak perbedaan yang nyata antara keduanya segi
kimiawi dan tumbuhan yang dominant serta tampak ada pembatas yang jelas
antara keduanya. (lihat hal 77 buku yang asli)
Penemuan adanya
batas antar lautan telah memakan waktu sekitar seratus tahun dengan
melalui studi dan riset yang panjang, bergabung di dalamnya ratusan
peneliti, digunakan berbagai macam peralatan dan perangkat yang riset
ilmiah yang canggih.
Akan tetapi al-Qur’an al-Karim telah menjelaskan hal ini 14 abad yang lalu. Allah berfirman:
Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya Kemudian bertemu,(19) Antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing.(20) Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?(21) Dari keduanya keluar mutiara dan marjan.(22) (QS ar-Rahman: 19-22)
Allah juga berfirman:
”…dan menjadikan suatu pemisah antara dua laut…” (QS an-Naml: 61)
Wallahu a’lam
[1] Kandidat Doktor di sebuah Univ. Islam di Marokosumber
Ketika
membaca dan berinteraksi dengan al-Qur'an setiap kita tentunya ingin
sekali melakukannya dengan baik dan memberi bekas yang mendalam. Baik
ketika membaca ataupun memahami dan menghafalnya. Karena itu semua
bukanlah hal yang mudah dan bisa dilakukan dengan instan, maka perlu ada
perhatian khusus dari kita. Terutama masalah waktu.
Kalau bicara tentang waktu, setiap kita jelas diberikan waktu yang
sama, yakni 24 jam sehari semalam. Yang berbeda adalah dalam mengelola
dan mengaturnya saja. Itu yang berbeda. Dengan penyiasatan dan
pengelolaan itulah kemudian sebagian kita bisa berhasil menggunakannya
dan sebagian lainnya belum berhasil.
Nah bagi kita yang sedang
berjuang untuk bisa meluangkan waktu belajar al-Qur'an lebih mendalam
lagi, maka mengatur waktu-waktu luang yang efektif menjadi sangat
penting dan menentukan. Ini karena tidak semua waktu yang tersedia itu
memberikan motivasi bagi diri kita untuk mempelajarinya, mengingat hati
dan mood kita selalu fluktuatif. Kadang lagi baik dan semangat dan
kadang pula jelek dan malas. Belum lagi apabila melihat padatnya
aktifitas hidup kita yang lain. Terus terang, hati yang kurang mood
tidak akan bersemangat dan termotivasi untuk belajar al-Qur'an.
Boro-boro bisa menyejukkan dan memberikan kedamaian bagi jiwa.
Oleh karena itu, berikut sekilas waktu yang bisa kita manfaatkan untuk
belajar dan mempelajari al-Qur'an pada semua aktifitasnya agar pelajaran
al-Qur'an bisa membekas dan memberikan hasil maksimal pada diri kita
masing-masing:
1. Buka al-Qur'an dan baca pada sepertiga malam
terakhir saat anda melakukan shalat malam atau tahajjud. Karena
saat-saat itu adalah awal dimulainya kegiatan hati dan jiwa, di mana
Allah turun ke langit dunia (bumi) mencurahkan kasih sayang dan
kelembutan-Nya untuk hamba-hamba yang mendekatkan diri kepada-Nya.
2. Waktu-waktu selepas shalat lima waktu. Kira-kira 30 menit sampai 1
jam. Biasanya kesempatan setelah melakukan ibadah shalat, rasa semangat
untuk melakukan kegiatan amal shaleh dan ibadah lainnya masih terasa.
Karenanya, jangan anda sia-siakan kesempatan itu. Bagi anda yang kaum
laki-laki, masjid adalah tempat yang sangat ideal untuk melakukannya.
Sedangkan bagi kaum muslimahnya di rumah lebih bagus. Insya Allah
kesempatan itu tetap sama.
3. Kemudian waktu-waktu shalat di
atas dibagi lagi menjadi beberapa bagian. Ini lantaran setiap waktu
shalat itu memiliki karakteristiknya masing-masing. Apatah lagi bila
digunakan untuk belajar al-Qur'an. Waktu tersebut adalah ba'da subuh
yang merupakan kelanjutan sehabis melakukan shalat malam hingga terbit
fajar.
4. Ba'da maghrib. Karena waktu maghrib adalah permulaan
waktu menjelang malam, di mana ketenangan mulai datang dan aktifitas
mulai berkurang. Selain itu durasinya hanya 1 jam sampai menjelang waktu
isya.
5. Ketika ingin tidur malam. Bagi kita yang terbiasa
melakukan perenungan malam untuk berpisah sejenak dari usia hari itu
dengan istirahat malam panjang, maka sebelum tidur ada baiknya membaca
al-Qur'an barang sejenak agar Allah memudahkan kita untuk bangun sebelum
subuh.
Demikian lima waktu yang Insya Allah sangat efektif
bagi anda yang ingin mendapatkan kesempatan maksimal saat belajar
membaca al-Qur'an.
“Bacalah…”,
“Iqra’…” Perintah pertama, wahyu pertama, dan kunci pertama Allah
ajarkan untuk Nabi Muhammad SAW dan Ummatnya. Apa artinya?
Ada arti yang luar biasa strategis diinginkan dengan agama Nabi
Muhammad SAW ini. Untuk bisa lebih memahami pentingnya perintah membaca
ini, mari kita bandingkan Umat Muhammad dengan umat-umat sebelumnya.
Untuk
meyakinkan membuat Fir’aun dan kaum Nabi Musa, Allah menunjukkan
kemukjizatan yang irasional, yaitu tongkat yang dapat berubah menjadi
ular. Nabi Isa, Allah berikan kemampuan menghidupkan orang mati, membuat
orang buta bisa melihat, menyembuhkan penyakit lepra yang di kala itu
tidak dapat disembuhkan sama sekali. Bagaimana dengan Umat Muhammad SAW?
Rasulullah bersabda,
“Tidak
seorang nabi pun melainkan diberikan (mukjizat) yang membuat manusia
beriman terhadap hal-hal seperti itu. Sedangkan yang diberikan kepadaku
adalah wahyu yang diwahyukan kepadaku. Dan aku berharap menjadi (nabi)
yang paling banyak pengikutnya.”(HR Bukhari dan Muslim)
Mukjizat
Nabi Muhammad SAW bukan hal-hal yang irasional. Nabi Muhammad mengajak
umat manusia beriman atas dasar kerja akal dan proses berpikir rasional.
Mari renungkan perintah Allah untuk membaca tersebut:
1.Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan,
2. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.
3. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah,
4.Yang mengajar (manusia) dengan perantaran pena,
5. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.
Apa
yang diperintahkan untuk dibaca? Tidak disebutkan dalam ayat tersebut.
Karena yang lebih penting adalah bagaimana proses membaca dilakukan.
Sangat banyak hal-hal yang harus dibaca. Supaya proses membaca menjadi
efektif dan bermanfaat, Allah ajarkan adalah bagaimana kita membaca.
Karena itu secara gamblang Allah jelaskan how to-nya: “Bacalah dengan
nama Sang Pencipta.” Proses membaca yang bermanfaat yang mendorong pada
keimanan kepada Sang Pencipta. Kegiatan membaca yang efektif adalah
membaca yang dimulai dengan keberkahan iman kepada Allah. Allah yang
menciptakan manusia. Allah merupakan sumber ilmu. Allah yang dengan
murah hati memberikan karunia-Nya kepada hamba-Nya.
Bahan bacaan
yang paling baik adalah al-Qur’an. Kualitas bahan bacaan selalu
ditentukan oleh kualitas sumbernya. Membaca tulisan yang dikarang
seorang pakar di bidangnya tentu jauh bermanfaat dibandingkan tulisan
yang dikarang oleh orang awam… Lalu bagaimana dengan bahan bacaan yang
berasal dari Sang Pencipta Langit dan Bumi??
Membaca al-Qur’an
berarti mengkonsumsi informasi yang paling berkualitas yang ada pada
umat manusia. Membaca al-Qur’an berarti menyerap ilmu yang paling tinggi
yang mungkin diraih manusia. Membaca al-Qur’an berarti melakukan
peningkatan cakrawala dengan sarana terbaik. Membaca al-Qur’an berarti
meningkatkan kualitas diri dengan nara sumber yang paling ideal yang
tidak terbayangkan ketinggian kualitasnya.
Ada empat level dalam
membaca al-Qur’an. Semuanya penuh berkah dan manfaat. Semakin tinggi
level membaca seseorang, semakin besar manfaat yang diperoleh.
Level Pertama: Mengucapkan al-Qur’an dengan Benar
Rasulullah
SAW, para sahabatnya dan para ulama sangat memberikan perhatian yang
besar terhadap bagaimana mengucapkan lafahz-lafazh al-Qur’an secara baik
dan benar. Karena bentuk ideal transfer informasi adalah penyampaian
redaksi secara tepat. Kesalahan pengucapan berakibat buruk pada proses
tranformasi informasi. Kalimat-kalimat ilahi dalam al-Qur’an bukan saja
memuat informasi dan ajaran kebenaran dan keselamatan, tetapi juga
memuat keindahan bahasa, ketinggian kualitas sastra, serta keagungan
suasana ilahiyyah. Karena itu dalam membaca al-Qur’an sangat dianjurkan
untuk memperhatikan adab-adabnya, seperti harus dalam keadaan suci,
berpakaian menutup aurat, membaca dengan khusyu’, memperindah suara
semampunya, dan memperhatikan tajwidnya.
Rasulullah SAW bersabda,
“Perindahlah al-Qur’an dengan suara kalian.” (HR Abu Daud, an-Nasa’I, dan Ibnu Majah)
Al-Qur’an
adalah kata-kata dari Allah yang Maha Indah, karena itu semaksimal
mungkin kita menerjemahkan keindahan tersebut dengan cara kita membaca.
Meskipun demikian bukan berarti mereka yang tidak mampu mengucapkan
al-Qur’an dengan fasih mereka tidak boleh membaca al-Qur’an. Cukup bagi
seorang mukmin untuk berusaha sesuai dengan kemampuannya.
Rasulullah SAW bersabda,
“Orang
mahir membaca al-Qur’an, bersama dengan malaikat yang mulia dan
berbakti. Sedangkan orang yang membaca al-Qur’an terbata-bata dan
mengalami kesulitan (mengucapkannya) dia mendapatkan dua pahala.” (HR
Muslim)
Subhanallah, ini adalah kemurahan Allah SWT. Yang membaca
al-Qur’an dengan penuh kesulitan dan terbata-bata Allah justru memberi
dua pahala, yaitu pahala mengucapkan al-Qur’an dan pahala menghadapi
kesulitan. Meskipun demikian yang mahir tetap mendapatkan kelebihan
derajat yaitu kemuliaan bersama dengan para malaikat.
Level Kedua, Membaca dengan Pemahaman
Maksud
dari semua perkataan adalah pemahaman terhadap makna dari perkataan
tersebut. Demikian juga al-Qur’an. Allah menurunkan al-Qur’an kepada
umat manusia bukan sekedar dibunyikan tanpa dipahami. Al-Qur’an bukanlah
mantera-mantera yang diucapkan dengan komat-kamit. Al-Qur’an adalah
petunjuk. Dan al-Qur’an tidak akan menjadi petunjuk jika maknanya tidak
dipahami.
Allah mengecam Ahlul Kitab yang merasa memilki kitab suci tetapi tidak mengetahui isinya, Allah berfirman
“Dan
diantara mereka ada yang buta huruf, tidak mengetahui Al kitab
(Taurat), kecuali angan-angan belaka dan mereka hanya menduga-duga.” (QS
al-Baqarah: 78)
Allah menyebut Ahlul Kitab sebagai “ummiyyin”
padahal mereka mampu membaca dan menulis, tetapi karena mereka tidak
mengetahui isi Kitab Suci mereka Allah menyebut mereka sebagai buta
huruf. Sebagian ahli tafsir mengatakan bahwa makna kata “amani” artinya
membaca. Berdasarkan tafsir ini, kita memahami bahwa membaca saja tidak
membuat kita mendapatkan hidayah jika kita tidak memahami dan mengetahui
makna kalamullah.
Untuk memahami al-Qur’an tentu saja perlu
mempelajari bahasanya. Bagi yang tidak mengetahui bahasa Arab, membaca
terjemahan atau tafsir berbahasa Indonesia bisa dijadikan pengganti
sebagai langkah darurat. Saya katakan itu adalah langkah darurat, karena
ketinggian bahasa al-Qur’an tidak mungkin diterjemahkan ke dalam bahasa
apapun. Terjemahan al-Qur’an hakekatnya hanyalah terjemahan dari
pemahaman sang penerjemah. Bahkan jika kita tanya kepada siapapun yang
menerjemahkan al-Qur’an, pasti dia akan mengatakan tidak semua makna
yang dikandung oleh lafal-lafal al-Qur’an dapat ditemukan padanannya
pada bahasa lain.
Setingkat lebih baik dari terjemah al-Qur’an
adalah terjemahan tafsir al-Qur’an, atau tafsir yang memang ditulis
dalam bahasa Indonesia. Siapapun yang ingin mempelajari isi al-Qur’an
tidak boleh melewatkan kitab-kitab tafsir. Seorang yang ahli bahasa Arab
pun tidak akan tepat memahami al-Qur’an jika tidak mempelajari kitab
tafsir. Karena sebagaimana halnya semua bahasa yang hidup adalah
dinamis. Tidak semua kata-kata yang dipakai orang jaman sekarang
memiliki makna yang sama dengan makna yang dipakai pada jaman turunnya
al-Qur’an. Mislanya, kata ‘sayyaroh’ pada jaman ini berarti mobil,
sedangkan dalam al-Qur’an ‘sayyaroh’ berarti kafilah dagang. Kata
‘qoryah’ di jaman sekarang dipakai untuk makna desa, sedangkan dalam
al-Qur’an artinya adalah kota atau negeri.
Di sisi lain
kitab-kitab tafsir beragam kualitasnya sesuai dengan kapasitas keilmuan
penulisnya. Yang paling dekat dengan kebenaran adalah yang paling banyak
menggali pemahaman dari wahyu itu sendiri. Metode yang paling baik
dalam menafsirkan al-Qur’an dengan al-Qur’an itu sendiri, kemudian
menafsirkan al-Qur’an dengan Hadits Nabi, kemudian menafsirkan al-Qur’an
dengan perkataan tabi’in, kemudian menafsirkan al-Qur’an dengan kaidah
bahasa. Kitab tafsir yang paling baik menerapkan metode ini adalah
Tafsir Ibnu Katsir.
Dikarenakan al-Qur’an kitab yang universal,
maka setiap masa selalu membutuhkan penafsiran yang mengupas al-Qur’an
terkait dengan isu-isu kontemporer. Pada abad ke-19 dan ke-20 muncul
tafsir-tafsir kontemporer seperti al-Manar karya Rasyid Ridho, at-Tahrir
wat-Tanwir karya Ibnu Asyur, Adhwa-ul Bayan karya Muhammad Amin
asy-Syinqithy, dan yang fenomenal adalah Fi Zhilalil Qur’an karya Sayyid
Quthb.
Level Ketiga, Membaca dengan Tadabbur
Al-Qur’an
mendorong manusia untuk memfungsikan akal dan hatinya lebih jauh dari
sekedar memahami, walaupun level memahami al-Qur’an adalah level
aktifitas otak yang tinggi. Jika seseorang memahami Kalamullah berarti
dia telah mencerna informasi yang luar biasa tinggi kualitasnya. Tetapi
ternyata Allah menginginkan kapasitas pemikiran seorang muslim bergerak
lebih jauh. Al-Qur’an mendorong akal dan hati untuk mentadabburi
al-Qur’an. Tadabbur berarti deep thinking, merenungi, memperhatikan
secara mendalam, menggali hakekat yang tersimpan di balik kata-kata, dan
menyingkap horison di belakang makna.
Hal itu karena
hakekat-hakekat yang terangkum dalam al-Qur’an tidak semuanya hakekat
yang permukaan yang sederhana dan mudah ditangkap. Banyak
hakekat-hakekat yang membutuhkan pemikiran yang dalam, perenungan yang
jauh serta pandangan yang tajam. Dan hal itu tidak mungkin didapatkan
hanya sekedar dengan menangkap lapisan luar lafal-lafal al-Qur’an.
Lebih
jauh bahkan Allah menyatakan bahwa al-Qur’an diturunkan dengan tujuan
agar manusia mentadabburi ayat-ayat-Nya. Allah berfirman:
“Ini
adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah
supaya mereka mentadabburi ayat-ayatNya dan supaya mendapat pelajaran
orang-orang yang mempunyai fikiran.” (QS Shad: 76)
Untuk
mentadabburi ayat-ayat Allah diperlukan hati yang bersih dan pemikiran
yang tajam. Hati yang dipenuhi oleh hawa nafsu tidak akan mampu melihat
secara jernih, karena syahwat akan banyak berbicara dan mengendalikan
hati.
“Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa
nafsunya sebagai Tuhannya dan Allah membiarkannya berdasarkan ilmu-Nya
dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan
tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk
sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil
pelajaran?” (QS al-Jatsiyah: 23)
Ayat-ayat Allah yang terbentang di alam semesta juga hanya dapat ditangkap dan dipahami oleh hati-hati yang bersih.
“Sesungguhnya
dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang
terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal (Ulil Albab)” (QS
Ali Imran: 190)
Level Keempat, Membaca dengan Khusyu’
Masih
ada plafon yang lebih tinggi di atas tadabbur? Ya, al-Qur’an terus
mendorong manusia untuk terbang tinggi menuju ketinggian ruh, masuk ke
alam penuh dengan keagungan ilahi dengan hati khusyu’ ruh sang mukmin
menyaksikan keagungan Allah.
Setelah hati mampu melihat alam di
belakang dunia materi, memahami hakekat di balik fenomena alam, ketika
tirai tersingkap, hati mukmin yang mentadabburi al-Qur’an luluh. Hati
tunduk melihat kebesaran Allah. Kulit bergetar merasakan keagungan
Hakekat Mutlak.
“Allah telah menurunkan Perkataan yang paling
baik (yaitu) Al Quran yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi
berulang-ulang, gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada
Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu
mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan kitab itu Dia menunjuki
siapa yang dikehendaki-Nya.” (QS az-Zumar: 23)
Orang-orang yang
hatinya dipenuhi dengan ilmu ilahi, orang-orang yang kedalaman ilmunya
kokoh akan bersujud tunduk, mata mereka akan memancarkan air mata
kekhusyu’an setiap kali mereka diingatkan dengan ayat-ayat Allah, setiap
kali hati mereka tersentuh dengan Kebenaran Ilahi Mutlak.
“Sesungguhnya
orang-orang yang diberi pengetahuan sebelumnya apabila Al Quran
dibacakan kepada mereka, mereka menyungkur atas muka mereka sambil
bersujud, (108) dan mereka berkata: "Maha suci Tuhan Kami, Sesungguhnya
janji Tuhan Kami pasti dipenuhi". (109) dan mereka menyungkur atas muka
mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyu'.” (QS al-Isra’:
107-109)