Jumat, 21 Juni 2013

DURIAN PENINGKAT GAIRAH SEX



durian Siapa yang tidak kenal tanaman durian (KING OF FRUIT) ? Tanaman yang buahnya berasa manis pahit dan harganya mahal ini pernah diisyukan sebagai penyebab impotensi (menurunkan kejantanan pria). Benarkah demikian?
Durian adalah tanaman yang berasal dari Asia Tenggara. Dinamakan durian karena tanaman ini mempunyai ciri khas berduri tajam. Tanaman ini mendapat julukan KING OF FRUIT (raja dari segala buah) yang dapat hidup subur di daerah tropis. Walaupun banyak orang yang sangat menyukai buah ini tetapi tidak sedikit orang yang tidak menyukainya karena aromanya yang sangat tajam.
Tanaman durian memiliki beberapa khasiat untuk kesehatan manusia. Yang paling populer adalah daging buahnya yang memiliki rasa manis khas ini mempunyai khasiat sebagai peningkat gairah sex pasangan suami istri. Hal ini disebabkan karena pada daging buahnya mengandung alkohol yang bersifat memanaskan fungsi tubuh. Dengan takaran yang pas mengkonsumsi satu sampai dua biji per hari akan merangsang saraf-saraf yang bermuara pada ereksi, baik pada alat kelamin pria maupun wanita. Sifat panas pada durian akan membuka pembuluh kelamin baik pria maupun wanita.
Buah dari tanaman durian mempunyai fungsi lain diantaranya sebagai pencegah dampak dari extensic aging (ketuaan dari luar), meningkatkan tekanan darah (zat besi). Buah dan akarnya mempunyai fungsi mengatasi bengkak, penyakit kulit dan penyakit kuning.
Kulit daging buahnya bisa digunakan untuk mengusir nyamuk, mengobati ruam pada kulit (sakit kurap), dan susah buang air besar (sembelit). Fungsi lain dari kulit daging buahnya adalah digunakan untuk memperlancar haid (abu hasil pembakaran kulit tsb).
Dengan meminum air hasil seduhan daun tanaman durian bisa digunakan untuk antiperik (pereda demam). Atau tumbuk sampai halus daun durian dan tempelkan pada dahi penderita demam.gerbang pertanian

Sabtu, 04 Mei 2013

Kebunku Kebun Al-Qur’an…

Indahnya ilmu itu adalah bila dia dibagi, dia tidak berkurang tetapi malah bertambah. Itulah yang terjadi di situs ini, awalnya saya menulis sedikit tentang kebun. Kemudian para pembaca situs ini yang tahu lebih banyak menambahinya dengan ilmu-ilmu mereka. Ada yang menambahinya dari sisi perkebunan, science dan juga banyak yang menambahinya dengan Al-Qur’an. Maka pools of knowledge yang menggelinding seperti bola salju itu insyaAllah cukup untuk membuat grand design sebuah kebun yang tidak biasa, yaitu kebun yang berbasis Al-Qur’an. Apa isinya ?

Kebun ini di-design dengan petunjuk-petunjuk dalam sejumlah besar ayat-ayat Al-Qur’an – maka ayat-ayat inilah yang akan menjadi panglimanya, menjadi penentu arah dan pengambil kebijakan -  akan dibawa kemana kebun ini nantinya. Kemudian tentu serangkaian ilmu-ilmu terapan seperti perkebunan, pertanian, biologi, bio-teknologi dlsb. akan dikerahkan sebagai prajurit – untuk mengimplementasikannya di lapangan.

Design Kebun Berbasis Al-Qur'an
Sebagaimana panglima yang akan mengambil kebijakan strategis, maka ayat-ayat yang terkait dengan ke-aneka ragaman hayati itu dipetakan dahulu. Untuk mudahnya kita pahami, ayat-ayat tersebut divisualisasikan dalam ilustrasi di samping.

Ukuran bulatan disesuaikan dengan banyaknya suatu jenis tanaman disebut di Al-Qur’an, ini kurang lebih mewakili tingkat kepentingan tanaman tersebut bagi kehidupan manusia. Misalnya kurma, disebut sampai sekurangnya 20 kali – maka kurma ini yang kita gambar paling besar. Dari kurma inilah kita memulai rancangan kebun kita ini.

Kemudian tanaman-tanaman lain ada yang disebut dalam sejumlah ayat berdampingan dengan penyebutan kurma. Misalnya anggur, disebut tidak kurang dari 9 kali berdampingan dengan kurma. Zaitun, tidak kurang 5 kali disebut berdampingan dengan kurma. Delima disebut 3 kali berdampingan dengan kurma, demikian pula biji-bijian.

Biji-bijian (leguminosa) bahkan dalam dua ayat disebut mendahulu tumbuhnya kurma  (QS 36:33 ; QS 6:99), karena dia berfungsi sebagi tanaman perintis yang mengikat nitrogen dari udara. Dia mengantarkan lahan yang semula mati/gersang sampai layak untuk ditumbuhi kurma dan kemudian juga tanaman-tanaman lainnya.

Ada juga yang disebut tidak secara berdampingan tetapi masih dalam rangkaian ayat-ayat yang membahas hal yang sama, sehingga masih dalam konteks yang sama. Misalnya padi-padian yang melengkapi kebun kurma (QS 18:32) atau ditanam sesudah kebun kurma memancarkan air – setelah tanah subur (QS 36:35), untuk melengkapi kebutuhan tanaman pangan bagi manusia.

Dalam konteks yang sama dengan makanan bagi manusia, juga ada ayat yang mengisyaratkan pentingnya memperhatikan makanan ternak kita (QS 80 :32). Untuk itu kita juga harus menanam rumput-rumputan (QS 80 :31).

Ada juga pelajaran khusus dari Surga, yaitu tanaman buah pisang (QS 56:29) yang disebut di antara buah yang banyak – yang tidak disebutkan secara langsung namanya satu persatu (QS 56:32), disebut pula bahwa ada buah yang tidak berhenti dan tidak pula terlarang untuk mengambilnya (QS 56:33). Para ahli tanaman dan ahli buah tahu, bahwa pisang adalah buah yang tidak mengenal musim !.

Maka kurang lebih seperti ilustrasi di atas-lah isi kebun yang dirancang berdasarkan ayat-ayat Al-Qur’an itu. Mulai dari tanaman perintis dari jenis biji-bijian, kemudian masuk tanaman utama yaitu kurma. Berdampingan dengan kurma dalam jumlah mengikuti ukuran yang paling banyak adalah anggur, kemudian diikuti zaitun dan delima.

Untuk mengimbangi buah-buhan yang rata-rata ada musimnya masing-masing, diisi pula dengan buah yang tidak mengenal musim yaitu pisang. Di tanah subur yang terbentuk melalui ecosystem kebun ini, kemudian juga ditanam padi-padian seperti beras dan gandum – melengkapi makanan yang kita butuhkan.

Karena kita juga butuh makan daging, maka tidak lupa kita memperhatikan pakan ternak kita - untuk ini rumput-rumputan juga harus ditanam di tempat-tempat yang sesuai. Agar ternak kita tumbuh dengan gizi terbaik, maka di antara tanaman Anggur juga ditanam tanaman Alfaafa – yang secara khusus disebut sebagai tanaman yang bergizi tinggi.

Dalam Al-Qur’an bahasa Inggris terjemahan Yusuf Ali – QS 80 :26 diterjemahkannya menjadi  “and grapes and nutritious plants” (dan anggur dan tanaman bergizi tinggi), lebih menggigit ketimbang yang diterjemahkan dalam bahasa Indonesia “anggur dan sayur-sayuran”. Professor Zaghloul El Naggar – penulis mu’jizat Al-Qur’an – mengartikan tanaman bergizi tinggi itu adalah Alfaafa (Alfalfa - Medicago sativa), karena secara ilmiah memang juga terbukti bahwa tanaman inilah jenis tanaman yang memiliki gizi paling tinggi itu.

Tanaman Alfaafa yang membutuhkan sinar matahari yang banyak untuk pertumbuhannya, bisa hidup berdampingan dengan anggur karena karakter anggur yang merambat. Rambatan anggur bisa dibuat vertical seperti pagar tanaman, sehingga dia tumbuh sempurna tanpa memerlukan space yang banyak. Anggur bersimbiose dengan alfaafa yang mempertahankan suhu tanah dan mengikat nitrogen banyak-banyak di akarnya – untuk kesuburan lahan yang dibutuhkan tanaman anggur.

Maka sekali lagi perhatikan pada ilustrasi di atas, betapa satu demi satu tanaman saling melengkapi. Ada yang menyuburkan lahan, ada yang menghasilkan buah, ada yang memancarkan mata air, ada yang memberi hasil bercocok tanam, ada yang tetap berbuah ketika yang lain tidak berbuah, ada yang menyediakan pakan untuk ternak – yang kemudian memberi daging dan susu bagi manusia.

Maka inilah kurang lebih kebun pangan yang bisa berkelanjutan untuk mencukupi pangan bagi manusia sambil terus menjaga lingkungan itu.

Tentu ibarat bola salju, design ini masih perlu terus disempurnakan oleh yang lebih tahu. Tetapi bahwasanya design ini insyaAllah akan menjadi design yang sustainable, karena sekarang-pun Anda bisa melihat buktinya design serupa yang telah hidup lebih dari 2,000 tahun dan sampai sekarang masih ada – yaitu bukti food forest yang ada di Marocco – yang dapat Anda saksikan video-nya di link ini.

Perhatikan baik-baik jenis-jenis tanaman yang disebutkan di video tersebut, Anda akan temukan hampir secara keseluruhan tanaman yang ada di design kebun berbasis Al-Qur'an  tersebut di atas – juga ada terwakili di food forest yang berumur lebih dari 2,000 tahun ini.

Ketika petunjuk itu begitu jelas (QS 2:185), dan bukti ilmiahnya di muka bumi begitu nyata (QS 51:20) – “Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan ?” (QS 55:13) ?

Jawabannya adalah tinggal kita ikuti petunjukNya itu dan semaksimal mungkin kita amalkan di lapangan. Insyaallah kami sedang merintis kebun percobaan ini di Jonggol, mudah-mudahan kelak bisa terus bisa disempurnakan oleh anak cucu kita dan digandakan di berbagai tempat lainnya. Tentu saja ini menyakut pekerjaan besar dan lama, maka melalui tulisan ini saya juga mengajak pembaca untuk membantu kami merealisasikannya – dengan cara apapun yang Anda bisa. InsyaAllah bersama-sama kita akan menggelindingkan bola salju yang lebih besar, bola salju yang memakmurkan dunia, bola salju yang menjadikan ayat-ayatNya sebagai panglima. InsyaAllah.



Catatan:
Hampir keseluruhan bibit tanaman yang ada pada design kebun tersebut di atas sudah kami kumpulkan untuk persiapan pengembang biakannya, yang belum ada adalah bibit pohon zaitun dan delima. Kalau di antara pembaca ada yang bisa membantu, insyaAllah akan menjadi amal yang berkelanjutan bagi Anda.
GERAIDINAR

Beyond AEC : Pelajaran Dari Kiwi…

Di antara negara-negara yang melakukan persiapan yang luar biasa dalam menghadapi ASEAN Economic Community (AEC), Thailand adalah salah satunya. Tiga kementrian sekaligus ditugasi untuk menyiapkan rakyat Thailand untuk siap hidup di era ASEAN. Hal yang sederhana tetapi vital dilakukan oleh menteri pendidikan mereka misalnya, mereka menyiapkan rakyat Thailand untuk siap berbahasa Inggris – karena bahasa itulah yang akan dipakai secara umum di era ASEAN nantinya. Lantas apa yang kita lakukan ?

Bila sampai menteri pendidikan Thailand menggenjot penguasaan bahasa Inggris rakyatnya dalam kampanye yang disebut ASEAN Awareness Campaign (AAC), maka lebih dasyat lagi apa-apa yang disiapkan oleh kementrian perdagangan dan kementrian pertanian mereka – karena komoditi pertanian seperti hortikultura adalah salah satu keunggulan negeri itu.

Lagi-lagi saya tidak mau mengkritisi para penguasa negeri ini yang belum terdengar program spesifik-nya dalam menyiapkan rakyat negeri ini menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN tersebut. Karena kesibukan mereka menghadapi pemilu yang kurang dari satu tahun lagi – nampaknya kita masih harus memakluminya.

Dua tahun menjelang AEC mungkin tidak banyak yang bisa kita lakukan, tetapi bukan berarti tidak ada yang bisa kita lakukan. Saya hanya ingin menjadikan kedodoran kita dalam menghadapi AEC ini sebagai pelajaran, bahwa membangun keunggulan dalam dua tahun itu tidak cukup – tetapi kita harus mulai merintisnya untuk membangun keunggulan jangka panjang.

Bila generasi kita belum menjadi generasi yang ungggul, maka kita harus mencita-citakan anak-anak dan cucu-cucu kita kelak untuk menjadi generasi nan unggul pada jamannya masing-masing.

Untuk program jangka panjang ini, saya contohkan dengan buah kiwi – karena Allah juga yang menyuruh kita untuk mempelajari apa yang ada di bumi (QS 51:20). Dunia sekarang mengenal buah kiwi ini adalah buah khas New Zealand – maka namanya kiwi, yaitu nama burung yang tidak bisa terbang – burung asli negeri itu.

Tetapi buah kiwi ini sebenarnya bukan buah Asli dari New Zealand, bijinya dibawa dari China dari buah yang di negeri asalnya disebut buah Yang Tao. Buah kiwi baru pertama kalinya berbuah di negeri kiwi (nama burung khas New Zealand sebenarnya) sekitar 100 tahun lalu (1910), setelah beberapa tahun sebelumnya seorang kepala sekolah wanita membawa biji buah kiwi dari perjalanannya ke China.

Penanaman kiwi secara komersial di New Zealand bahkan baru mulai di era Perang Dunia II tahun 1937. Sekarang perhatikan, hanya dengan satu buah dan dalam waktu sekitar 1 abad saja – dunia mengenal kiwi adalah New Zealand !. Meskipun buah kiwi tetap tumbuh di negara-negara lain dengan namanya masing-masing, tetapi dunia telah terlanjur mengenal kiwi adalah buah New Zealand.

Belakangan China meng-klaim dan mendeklarasikan bahwa buah tersebut (dengan nama China-nya tentu saja) adalah buah nasional China, tetapi ini tidak merubah realita bahwa dunia mengkonsumsi buah kiwi dari New Zealand.

Kita memiliki ribuan buah, dari buah kecil yang sangat enak tetapi mulai punah – buah ciplukan, sampai buah besar yang baunya khas seperti nangka, durian dan cempedak. Juga ratusan jenis jambu, mangga dan jeruk  dari  negeri yang terkenal paling kaya dari sisi biodiversity ini.

Saking banyaknya yang bisa dipilih, bila kita ingin mengunggulkan satu atau dua buah-buahan nasional kita – maka kita tidak akan bisa sepakat yang mana yang akan kita unggulkan itu. Bila ditanya ke Wali Kota Depok, pastilah blimbing jawabannya. Ditanya ke Wali Kota Malang – apel jawabannya. Ditanya ke Bupati Probolinggo, manggalah jawabannya. Walhasil untuk menentukan buah unggulan kita saja – bisa-bisa kita harus memilih melalui pemilu buah !

Tetapi saya melihat ada jalan untuk mempermudahnya, yaitu belajar dari pengalaman kiwi tersebut di atas. Di New Zealand tentu juga banyak buah asli negeri itu – mungkin tidak sebanyak kita, tetapi masih sangat banyak. Toh yang mereka berhasil unggulkan antara lain justru buah yang bukan asli negeri itu. Mereka melihat peluang pasar, nilai ekonomis, kesesuaian lahan – maka jadilah buah kiwi buah unggulan mereka.

Bagi kita seharusnya bisa jauh lebih mudah, karena kita bukan hanya melihat pasar, nilai ekonomis dan kesesuaian lahan saja – kita menggunakan petunjukNya untuk menentukan buah-buah apa yang akan kita unggulkan nantinya.

Coba perhatikan ilustrasi dalam tulisan saya kemarin Kebunku Kebun Al-Qur’an (02/05/13), perhatikan bulatan-bulatan besarnya – maka kita akan dengan mudah memperoleh short list buah-buah unggulan yang paling banyak disebut di Al-Qur’an. Kita bisa mulai dari setengah lusin buah-buahan ini saja untuk menghasilkan buah unggulan itu yaitu kurma, anggur, zaitun, delima, tin, dan pisang.

Kecuali pisang, lima jenis buah lainnya belum menjadi tanaman yang bernilai ekonomis di negeri ini. Tetapi justru disinilah peluangnya ! negeri-negeri lain yang selama ini memproduksi kurma, zaitun dan tin adalah negeri-negeri yang kering dengan sedikit saja lahan subur mereka yang bisa ditanami. Bayangkan kalau yang menanam buah-buah ini adalah negeri subur yang sangat luas seperti negeri ini – maka dunia bisa dibanjiri dengan buah-buahan yang bukan asli dari negeri ini – tetapi yang dimasalkan oleh negeri ini.

Dalam menanam tanaman non tradisional secara luas dan menjadi yang terbesar di dunia, toh kita juga punya pengalaman dengan sawit. Benih yang konon dibawa oleh penjajah Belanda 3 atau 4 butir saja, telah menjadikan negeri ini kini produsen sawit terbesar di dunia. Sukses yang sama insyaAllah bisa kita ulangi dengan kurma dan buah-buahan lain yang petunjuknya begitu jelas di Al-Qur’an.

Maka kita bisa ngeles bila tidak siap menghadapi AEC dua tahun lagi, tetapi ngeles yang cerdas dan strategis  – yaitu kita siapkan negeri ini bukan sekedar menghadapi AEC yang ‘hanya’ memberi pasar 2.5 kali dari pasar yang sudah kita miliki. Yang kita siapkan adalah Beyond AEC, negeri yang berpenduduk mayoritas muslim ini harus benar-benar mencapai keunggulan yang dijanjikan oleh Allah – bukan hanya sekedar unggul di ASEAN !

“Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.” (QS 3:139)

Kita hanya akan menjadi orang-orang paling unggul (tinggi derajatnya) apabila kita adalah orang-orang yang beriman. Orang yang beriman adalah orang yang tidak ragu sedikit-pun dengan petunjukNya (QS 49:15). Maka dalam seluruh aspek kehidupan kita, dari yang kecil maupun yang besar kita harus mengandalkan petunjukNya semata.

Kalau Thailand sangat siap menghadai AEC dengan gerakan AAC-nya (ASEAN Awareness Campaign), kita insyaAllah juga akan siap bahkan Beyond AEC dengan AAC kita sendiri – yaitu Al-Qur’an Awareness Campaign !  MasyaAllah, la Quwwata Illa Billah (QS 18:39).
 GERAIDINAR

Burung Kecil Yang Memadamkan Api…

Di kalangan suku Aztec Meksiko mereka memiliki cerita rakyat bahwa dahulu kala terjadi kebakaran besar di hutan mereka. Semua makhluk yang ada di hutan itu lari menyelamatkan diri, kecuali sekelompok burung-burung kecil yang berterbangan mengambil air dalam paruhnya untuk memadamkan api yang sangat besar. Melihat apa yang dilakukan burung-burung kecil ini, burung-burung yang lebih besar mendatanginya sambil bertanya : “Apa yang sedang kalian lakukan  ?”

Burung-burung kecil tersebut menjawab : “kami sedang berusaha memadamkan kebakaran hutan ini”. Dengan geregetan burung-burung besar tersebut berteriak : “kamu tidak akan bisa melakukannya ! kami saja yang besar juga tidak bisa melakukannya, apalagi kamu ! Ayo kita menyelamatkan diri kita saja !”.

Burung-burung besar tersebut kemudian terbang sekuat tenaga meninggalkan hutan yang lagi terbakar. Demikian pula dengan seluruh makhluk yang ada di hutan itu, mereka berlarian menjauh dari hutan untuk menyelamatkan diri. Tetapi tidak sekelompok burung-burung kecil tadi, mereka tetap mengambil air dengan paruhnya yang sangat kecil untuk memadamkan api yang sangat besar membakar hutan mereka.

Atas kehendak Yang Maha Kuasa, kebakaran hutan itu akhirnya padam – tetapi suku Aztec Mexico – yang tidak mengenal Tuhannya dengan benar, mereka berkepercayaan bahwa burung-burung kecil inilah yang memadamkan api.

Dalam Islam, orang beriman memiliki kewajiban untuk berbuat sesuatu manakala melihat kemungkaran. Yang terbaik tentu berbuat dengan (tangan) atau kekuasaannya, kalau tidak bisa baru dengan ucapannya (jaman sekarang bisa berarti tulisan !), dan kalau inipun tidak bisa setidaknya mengubah (menolak) dalam hatinya – dan ini selemah-lemah iman.

“Barangsiapa diantara kamu
 yang melihat suatu kemungkaran, maka hendaklah ia 
mengubah dengan tangannya; jika ia tidak mampu, maka
 ubahlah dengan lisannya; dan jika tidak mampu,
(ubahlah) dengan hatinya. Dan itulah selemah-lemah
iman.” (HR Bukhari, Muslim, dan Ashabus Sunan).

Kemungkaran di jaman ini banyak sekali bentuknya, bisa berupa kebijakan publik yang menyengsarakan rakyat. Bisa system ekonomi yang membuat si kaya tambah kaya dan memperbanyak jumlah penduduk miskin. Bisa berupa penyia-nyiaan lahan produktif hanya untuk kepentingan spekulasi, penguasaan berlebihan sumber daya alam oleh sekelompok orang tertentu dlsb. dlsb.

Intinya kita harus berbuat sesuatu bila melihat kemungkaran, bila selemah-lemah iman itu mengubah atau menolak dalam hati, berarti kalau hati kita tidak menolaknya – jangan-jangan memang tidak ada atau belum ada iman di hati kita ?

Bisa jadi yang kita lakukan ini adalah hal yang sangat kecil, seperti air dalam paruh burung-burung kecil di atas. Akal manusia-pun tidak sampai bisa memahami air yang sangat kecil tersebut untuk memadamkan kebakaran hutan.

Tetapi di hadapan Yang Maha Kuasa, tidak ada yang terlalu kecil untuk merubah sesuatu yang sangat besar. Anak-anak kecil Palestina-pun membuktikannya dengan ketapel-ketapel dan lemparan kerikil mereka, mereka mampu menghadang tank-tank yang canggih penjajah Zionis Israel. Maka sekarang waktunya kita berbuat untuk melawan kemungkaran itu, sekecil apapun yang bisa kita lakukan…mudah-mudahan dengan yang kecil itu kita bisa menghadirkan pertolonganNya Yang Maha Kuasa !. Amin.

“…dan bukan kamu yang melempar ketika kamu melempar, tetapi Allah-lah yang melempar….” (QS 8 : 17)
GERAIDINAR

Agar Ayam Tidak Mati Di Lumbung Padi…

Amartya Kumar Sen adalah ekonom India yang memperoleh hadiah Nobel ekonomi pada tahun 1998.  Dia terkenal akan pemikiran-pemikirannya yang terkait dengan penyebab kelaparan di dunia. Menurutnya kelaparan bukanlah disebabkan oleh kelangkaan pangan, kelaparan bisa terjadi bahkan pada saat panenan  bagus. Jadi apa penyebab utama kelaparan ?

Menurutnya kelaparan adalah produk dari rendahnya atau ketiadaan daya beli.  Ilustrasi disamping menjelaskan hal ini. Mayoritas keluarga bekerja dan dibayar dengan gaji atau upah atas kerjanya. Dari waktu ke waktu upah berubah demikian pula dengan harga-harga barang khususnya makanan.

Bila pergerakan perubahan harga  makanan lebih tinggi dari pergerakan upah, maka lama kelamaan upah kebanyakan pekerja tidak lagi cukup untuk membayar makanan yang dibutuhkan para pekerja tersebut beserta keluarganya. Saat itulah kelaparan terjadi, meskipun tidak ada masalah di tingkat produksi bahan pangan sekalipun.

Teori ini dapat untuk menjelaskan mengapa sekitar 1 milyar orang di dunia  - atau sekitar 14 % dari 7 milyar penduduk dunia saat ini dalam kondisi kelaparan, meskipun produksi pangan dunia saat ini cukup untuk menghidupi dua kali penduduk bumi. Lihat data FAO dlsb. yang saya sajikan di tulisan tanggal 26 Maret 2013 lalu.

Karena kelaparan lebih disebabkan oleh masalah distribusi atau daya beli ketimbang produksi, maka solusi yang sangat efektif dalam mengatasi kelaparan adalah dengan mengangkat daya beli ini. Daya beli masyarakat bisa diangkat manakala tersedia pekerjaan cukup di masyarakat.

Bukan hanya masalah pekerjaan cukup, upah pekerja juga harus cukup untuk membeli kebutuhan pokok khususnya makanan. Tetapi perusahaan-perusahaan tidak akan bisa menjaga gaji yang cukup bagi para pekerjanya , bila perusahaan tidak tumbuh sementara kebutuhan pekerja tumbuh – jadi perusahaan-perusahaan juga harus bisa tumbuh berkelanjutan agar bisa terus memberi gaji yang cukup juga secara berkelanjutan bagi para pekerjanya.

Dengan pemetaan seperti ini mestinya para pekerja dan para pemberi kerja (perusahaan) adalah ibarat dua orang yang berada pada satu perahu karet. Keduanya harus mendayung kearah yang sama agar keduanya bisa selamat, keduanya mesti bekerja sama fokus menjaga agar perusahaan bisa tumbuh berkelanjutan sehingga mampu menjaga tingkat upah yang cukup untuk menjaga daya beli para pekerjanya.

Secara nasional, seluruh pihak juga harus fokus meningkatkan produksi atau pertumbuhan ekonomi, agar tersedia pekerjaan yang cukup dan dengan tingkat penghasilan para pekerja yang juga cukup.

Karena produk nasional atau yang disebut GDP itu adalah GDP = C (belanja konsumen) + I (investasi)+ G(belanja pemerintah)+ X (Ekspor) – I (impor) ; kita bisa melihat bahwa konsumsi barang-barang impor akan menurunkan GDP kita.

Ketika GDP kita turun, maka peluang kerja kita turun, daya beli kita juga otomatis turun. Ketika daya beli kita turun, bisa jadi bahan makanan (impor) melimpah sekalipun - banyak penduduk kelaparan karena ketidak mampuan membeli bahan makanan yang ada.

Teori dan penalaran yang nampaknya sederhana ini, sesungguhnya bisa membawa perubahan besar pada upaya-upaya pencegahan kelaparan dunia. Bahwa produksi pangan dunia bukan hanya harus dijaga kecukupannya, tetapi juga semaksimal mungkin diproduksi sendiri oleh masyarakat setempat. Kegiatan produksi yang seperti ini menghasilkan dua hal sekaligus yaitu produksi pangannya sendiri dan produksi daya beli masyarakat yang membutuhkannya - masyarakat yang memiliki pekerjaan adalah masyarakat yang memiliki daya beli.

Dari ilustrasi dan formula tersebut di atas, mestinya kita bisa sangat fokus kini untuk mencegah kelaparan di negeri ini. Kita harus mengurangi produk-produk impor khususnya yang bisa kita produksi di dalam negeri. Kita harus fokus pada peningkatan produksi dalam negeri agar pekerjaan kita atau daya beli kita terjaga. Agar bahan pangan tetap terus terjangkau oleh rakyat negeri yang subur hijau royo-royo ini, agar ayam tidak mati di lumbung padi….!geraidinar

Sejarah Terorisme dan Kekerasan Umat Beragama Pada Abad 20

Bertentangan dengan apa yang dituduhkan oleh tokoh fanatik seperti Bill Maher (comedian dan komentator politik). Faktanya, kekerasan yang dilakukan umat pemeluk agama non Islam ternyata jauh tinggi dibandingkan dengan kekerasan di kalangan umat Muslim. Fakta lain, tingkat pembunuhan di sebagian besar negara-negara Muslim sangat rendah dibandingkan dengan Amerika Serikat.
Adapun kekerasan politik, orang-orang yang mewarisi pemahaman Kristen pada abad kedua puluh telah membunuh puluhan juta orang pada 2 masa perang dunia dan masa penindasan kolonial. Pembantaian besar-besaran ini tidak terjadi karena orang-orang Kristen Eropa lebih buruk atau berbeda dengan manusia lain, tetapi karena merekalah yang pertama kali membangun industrialisasi perang dan mengejar kebanggaan nasional.
Kadang-kadang dikatakan bahwa mereka tidak bertindak atas nama agama tapi nasionalisme. Tapi, sungguh, betapa naif. Agama dan nasionalisme sangat erat terjalin. Ratu Inggris adalah kepala Gereja Inggris, dan masih memiliki peran besar serta diakui pada paruh pertama abad kedua puluh. Gereja Kristen Swedia adalah gereja nasional. Spanyol? Apakah Spanyol benar-benar tidak berhubungan dengan agama Katolik? Apakah Gereja dan perasaan Francisco Franco ke arah keagamaan tidak memainkan peran dalam Perang Saudara? Dan pendapat saya dalam hal ini tidak sama dengan anda (berdasarkan fakta sejarah): banyak kekerasan oleh orang Islam, juga didorong oleh bentuk nasionalisme modern.

Saya tidak menemukan data bahwa umat Islam menewaskan lebih dari 2 juta orang atau lebih dalam suatu tindak kekerasan politik di sepanjang abad kedua puluh. Lihat apa yang terjadi dalam Perang Iran-Irak 1980-1988, perang Soviet, dan pasca-Soviet di Afghanistan, yang mana orang Eropa tidak menganggap hal ini. Berapa banyak yang 'dibunuh' oleh umat Islam?
Bandingkan dengan penghitungan korban dari Kristen Eropa, katakanlah 100 juta (16 juta di PD I, 60 juta di PD II-meskipun beberapa dari korban itu disebabkan orang Buddha di Asia [Jepang] -dan jutaan lebih dalam perang kolonial.)
Sekarang saya sampaikan data dan fakta lain. Belgia, sebuah negara yang terkenal dengan bir strawberry-nya dan istana kuno Gravensteen. Saat negara ini menaklukkan Kongo diperkirakan telah membunuh setengah dari penduduknya dari waktu ke waktu saat penjajahan. Dan berapa total yang mereka bantai? Setidaknya sekitar 8 juta orang.
Sekarang kita alihkan ke data Tsar Rusia tahun 1916-1930 dan pasukan Soviet saat menghadapi pemberontakan di Asia Tengah dimana mereka saat itu mencoba menyebarkan ajaran Kristen (dan kemudian Marxis), kekuasaan Rusia menewaskan sekitar 1,5 juta orang. Apakah itu data yang sedikit?
Dua anak laki-laki dibesarkan atau lahir di salah satu wilayah Kyrgyzstan baru saja ini dikabarkan membunuh 4 orang dan melukai orang lain hingga kritis. Itu mengerikan memang, tapi tidak ada orang, baik di Rusia maupun di Eropa atau di Amerika Utara memiliki pikiran sedikit pun bahwa di Asia Tengah terdapat pembunuhan massal sebelumn, selama, dan sesudah Perang Dunia I. Tak hanya membunuh, mereka bahkan menjarah banyak kekayaan. Rusia, yang dengan brutalnya menaklukkan dan memerintah Kaukasus dan Asia Tengah, merupakan penganut Kristen Ortodoks Timur, sebuah kerajaan Kristen.
Kemudian, pada data lain menyebutkan juga, berkisar antara setengah juta hingga satu juta warga Aljazair tewas dalam perang kemerdekaan negara itu dibunuh penjajah Prancis, tahun 1954-1962. Padahal jumlah penduduk Aljazair saat itu hanya 11 juta! Hampir 10% penduduk Aljazair yang ditumpahkan darahnya oleh Prancis. Apakah ini bukan kekerasan?
Saya bisa menyebutkan lagi data-data dan fakta lain lebih dari ini. Dimana-mana, bila Anda coba menggali sejarah kolonialisme Eropa di Afrika-Asia, saya yakin Anda akan temukan banyak korban tewas. Dan pelakunya adalah orang non-Islam, sedangkan yang menjadi korbannya justru umat Islam.
Kemudian saya mulai berfikir dan menghitung, mungkin sebanyak 100 juta orang telah dibunuh oleh orang-orang yang mewarisi gen Kristen Eropa pada abad kedua puluh. Itu hanya perkiraan kasar saya saja.
Kalau sekarang kita berbicara tentang terorisme agama, menurut saya itu juga bersifat universal. Harus diakui, beberapa kelompok yang menyebarkan terorisme sebagai taktik lebih besar daripada yang lain. Zionis di wilayah Palestina yang merupakan Mandat Inggris adalah teroris yang aktif di tahun 1940-an dalam sudut pandang Inggris. Kemudian pada periode 1965-1980, FBI menganggap Liga Pertahanan Yahudi adalah bagian dari kelompok-kelompok teroris AS yang paling aktif. Anggotanya pernah merencanakan membunuh tokoh partai Republik Dareell Issa karena keturunan Libanon.
Sekarang kaum nasionalis Yahudi sebagian besar telah memperoleh jalan mereka. Terorisme telah menurun di kalangan mereka. Tapi kemungkinan akan muncul kembali jika mereka berhenti mendapatkan jalan mereka. Bahkan, salah satu argumen yang politisi Israel sampaikan adalah mengijinkan orang Israel untuk mendapatkan tanah Palestina di Tepi Barat dengan melakukan kekerasan. Yaitu, para pemukim tidak hanya benar-benar meneror rakyat Palestina, tetapi mereka membentuk ancaman terorisme Israel secara tepat (sebagaimana pernyataan mantan perdana menteri Yitzhak Rabin).
Bahkan baru-baru ini, sulit bagi saya untuk melihat banyak perbedaan antara Tamerlan Tsarnaev dan Baruch Goldstein, pelaku pembantaian Hebron.
Atau pemboman berdarah dingin terhadap Ajmer Dargah, sebuah makam sufi (seperti makam para wali di Indonesia) di India oleh Bhavesh Patel dan sekelompok nasionalis Hindu. Celakanya lagi, mereka sendiri malah khawatir ketika bom kedua yang mereka pasang tidak meledak, sehingga tidak mendatangkan malapetaka sebanyak yang mereka inginkan. Ajmer adalah makam sufi yang juga dikunjungi oleh umat Hindu, dan orang-orang itu (Bhavesh Patel dan kelompoknya) seperti tidak ingin berbagi tempat untuk sembahyang karena mereka membenci Muslim.
Orang-orang penganut Buddha telah melakukan banyak terorisme dan kekerasan lain juga. Banyak perintah Zen di Jepang mendukung militerisme di paruh pertama abad kedua puluh, dimana kemudian pemimpin mereka kemudian menyatakan meminta maaf. Dan, Anda bisa melihat kampanye pembunuhan Inoue Shiro di Jepang tahun 1930-an. Dan pada hari ini, kita bisa lihat dengan mata kepala kita sendiri, Biksu (yang katanya cinta damai) Buddha ekstrem di Burma / Myanmar melakukan gerakan pembersihan etnis terhadap Muslim Rohingya.
Adapun penganut Kristen, Tentara Perlawanan Tuhan di Uganda memulai permusuhan yang mengakibatkan dua juta orang terlantar. Meskipun itu adalah kultus Afrika, tapi mereka adalah penganut Kristen dan hasil didikan dari para misionaris Kristen Barat yang berceramah di Afrika. Lalu jika sekarang para mubaligh Wahabi Saudi dipersalahkan atas munculnya Taliban, mengapa misionaris Kristen tidak mengakui ketika kita melihat tindakan itu dilakukan oleh murid-murid mereka?
Meskipun jumlahnya Muslim Eropa sangat besar, tahun 2007-2009 kurang dari 1 persen dari tindakan terorisme di benua Eropa dilakukan oleh orang-orang dari komunitas tersebut.
Terorisme adalah taktik ekstremis dalam setiap agama, dan dalam agama-agama sekuler seperti Marxisme atau nasionalisme. Tidak ada agama, termasuk Islam, mengajarkan kekerasan tanpa pandang bulu terhadap orang tak berdosa.
Dibutuhkan semacam kebutaan yang aneh untuk melihat pewaris Kristen Eropa sebagai orang yang "baik" dan Muslim tak terpisahkan dari kekerasan, bila mengingat peristiwa di abad kedua puluh dengan jumlah korban tewas yang saya sebutkan di atas.
Manusia adalah manusia dan spesies yang terlalu muda dan terlalu saling berhubungan untuk membedakan dari kelompok ke kelompok. Orang-orang melakukan kekerasan dari ambisi atau penderitaan, dan semakin kuat mereka, semakin banyak kekerasan yang mereka tampaknya lakukan. Kabar baiknya adalah bahwa jumlah perang menurun dari waktu ke waktu, dan Perang Dunia II, pemakaman terbesar dalam sejarah, belum terulang.

Buang Air Besar Lebih Sehat Dengan Kloset Jongkok daripada Duduk

Kloset jongkok dianggap sudah sangat ketinggalan jaman dan mulai digantikan dengan kloset duduk. Padahal menurut penelitian, kloset jongkok malah lebih sehat dibanding kloset duduk.

Penelitian di tahun 2003 mengungkapkan buang air besar menggunakan kloset jongkok mengurangi risiko ambeien karena tak perlu berlama-lama untuk mengejan.
Proses mengejan dapat menekan saraf-saraf penting, seperti saraf kandung kemih, prostat dan rahim. Proses mengejan juga dapat mengembangkan wasir atau pembuluh darah membengkak di dalam dan sekitar anus.

Keunggulan lainnya, membuang kotoran dengan kloset jongkok jauhlebih cepat. Tercatat, hanya memerlukan 51 detik untuk mengeluarkan semua kotoran di perut dibandingkan 130 detik ketika duduk di kloset. Mengapa bisa terjadi?

Ternyata, otot-otot sekitar usus besar lebih nyaman bekerja karena otot paha saat jongkok ikut membantu peregangan. Penelitian juga menungkapkan bahwa berjongkok dapat melemaskan otot puborectalis dan membantu membuka anus. Kondisi ini tentu saja membantu untuk mengeluarkan kotoran lebih mudah. Bahkan, berjongkok juga melindungi saraf dari kerusakan akibat tekanan.

Para ahli juga menyarankan untuk menggunakan kloset jongkok untuk mengatasi masalah usus. Bagi ibu hamil, posisi berjongkok membantu persalinan secara normal karena berjongkok merupakan posisi alami manusia saat melahirkan.

Nah sediakan saja kloset jongkok di rumah anda, jangan malu dianggap tidak moderen, yang penting lebih sehat.muslimdaily